DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN UJI KEMAHIRAN MEMBACA BAGI PENUTUR ASING

FITRIA WIYARTI NINDYANINGRUM

Abstrak


ABSTRAK

 

Nindyaningrum, Fitria Wiyarti. 2017. Pengembangan Instrumen Asesmen Uji Kemahiran Membaca bagi Penutur Asing. Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd., (II) Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd.

Kata Kunci: instrumen asesmen, uji kemahiran membaca, penutur asing

 

Penelitian pengembangan instrumen asesmen uji kemahiran membaca bagi penutur asing dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa uji kemahiran berbahasa Indonesia bagi penutur asing dan penutur jati menggunakan instrumen yang sama. Sementara itu, sebaiknya instrumen asesmen yang digunakan untuk menguji penutur jati dan penutur asing dibedakan karena sasaran tes atau peserta tesnya berbeda. Berdasarkan hal tersebut, peneliti menggagas untuk melakukan penelitian pengembangan instrumen asesmen yang digunakan untuk mengukur kmampuan membaca penutur asing. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah instrumen asesmen uji kemahiran membaca bagi penutur asing yang dapat menjadi rekomendasi dan alternasi bagi Badan Bahasa sebagai alat ukur pilihan di samping UKBI.

Penelitian ini menghasilkan produk berupa instrumen asesmen uji kemahiran membaca bagi penutur asing. Tujuan penelitian pengembangan yang dilakukan oleh peneliti adalah menghasilkan buku soal uji kemahiran membaca bagi penutur asing dan menghasilkan buku pedoman yang dapat digunakan sebagai panduan pelaksanaan instrumen asesmen uji kemahiran membaca bagi penutur asing.

Metode penelitian pengembangan ini dilakukan berdasarkan hasil adaptasi dari metode Borg dan Gall. Pada metode tersebut terdapat tujuh langkah prosedur penelitian, yaitu (1) mendeskripsikan kebutuhan, (2) mengumpulkan bahan, (3) menyusun rencana produk, (4) mengonsultasikan rancangan produk, (5) mengembangkan produk, (6) menguji produk, dan (7) merevisi produk.

Proses uji kelayakan produk dilaksanakan dengan melibatkan (1) ahli instrumen asesmen, (2) ahli pembelajaran BIPA, (3) ahli kompetensi membaca, (4) pengajar BIPA, dan (5) pelajar BIPA. Hasil uji kelayakan produk dengan ahli instrumen asesmen memperoleh persentase kelayakan sebesar 81,25%, hasil uji kelayakan dengan ahli pembelajaran BIPA memperoleh persentase kelayakan sebesar 80,88%, hasil uji kelayakan produk dengan ahli kompetensi membaca memperoleh persentase kelayakan sebesar 85,71%, hasil uji kelayakan produk dengan pengajar BIPA memperoleh persentase kelayakan produk sebesar 86,66%, dan hasil uji kelayakan dengan pelajar BIPA memperoleh persentase sebesar 90,62%.

Berdasarkan hasil uji coba produk yang melibatkan ahli instrumen asesmen, ahli pembelajaran BIPA, ahli kompetensi membaca, pengajar BIPA, dan pelajar BIPA dapat diketahui bahwa produk yang dihasilkan termasuk ke dalam kategori sangat layak dan dapat diimplementasikan penggunaannya di lapangan. Namun demikian, dari hasil uji kelayakan tersebut terdapat beberapa catatan dan saran perbaikan dari para ahli yang digunakan peneliti untuk memperbaiki produk agar menjadi produk yang lebih baik. Sedangkan, hasil uji kelayakan yang melibatkan pelajar asing dimaksudkan untuk mengetahui respon mereka terhadap produk instrumen asesmen yang telah dihasilkan.

            Simpulan penelitian pengembangan ini adalah instrumen asesmen uji kemahiran membaca bagi penutur asing yang dikembangkan peneliti menunjukkan bahwa instrumen asesmen tersebut termasuk dalam kategori sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan program BIPA untuk mengukur kemampuan pelajar asing, khususnya dalam keterampilan membaca. Langkah pemanfaatan produk yang dilakukan oleh peneliti adalah memberikan saran pemanfaatan kepada pengajar BIPA agar produk instrumen asesmen uji kemahiran membaca bagi penutur asing yang telah dihasilkan atau dikembangkan dapat menjadi pilihan bagi pengajar BIPA untuk melakukan pengukuran penguasaan keterampilan berbahasa oleh pelajar asing, khususnya dalam keterampilan membaca. Pelajar asing disarankan untuk memanfaatkan produk sebagai alat mengetahui kemampuan membaca dan menjadi bahan refleksi bagi diri mereka. Selain itu, pelajar asing juga dapat memanfaatkan produk instrumen asesmen untuk mengukur dan mengetahui kelemahan serta kelebihan mereka dalam hal kemampuan membaca. Bagi peneliti lain dan pengembang instrumen asesmen diharapkan dapat dapat menjadikan produk yang dihasilkan dalam penelitian ini sebagai acuan dasar bentuk instrumen asesmen secara umum dengan bentuk tes berupa soal pilihan ganda. Peneliti lain juga dapat melakukan pengembangan instrumen asesmen untuk jenis keterampilan lain dalam berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, dan menulis.