DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Pondok Pesantren Mu’adalah dan Ghoiru Mu’adalah: (Studi Multi Kasus di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah Gunung Jati Pasuruan). (Tesis)

Ninik Nur Muji Astutik pps

Abstrak


            Pondok pesantren didirikan oleh masyarakat (ulama/kyai) dengan asas kemandirian dan keikhlasan. Pada era pra kemerdekaan pesantren telah berperan besar dalam melahirkan pejuang-pejuang yang tangguh dalam memperjuangkan kemerdekaan. Setelah kemerdekaan, pondok pesantren terus berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Hingga kini lembaga ini tetap konsisten sebagai pusat pengajaran dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) yang berfungsi menyiapkan tenaga-tenaga yang menguasai ilmu-ilmu keislaman, sebagai kader ulama, muballigh, dan guru agama yang dibutuhkan oleh masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan pondok pesantren mengalami perubahan khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan, sebagian pondok pesantren kini telah menggunakan sistem klasikal/madrasah yang kurikulumnya disusun dan dikembangkan dengan mengkolaborasikan materi agama dan materi umum. SK Ditjen bimbagais No; DJ/II/PP-01.1/AZ/9/02 telah mempersiapkan lulusan pondok pesantren untuk dapat menempuh studi di perguruan tinggi yang dikehendaki melalui program pemberian status kesetaraan. Manajemen kurikulum dan pembelajaran menjadi salah satu item penilaian dalam pemberian status kesetaraan/mu'adalah tersebut.

             Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen kurikulum dan pembelajaran pondok pesantren. Ada 4 hal yang dideskripsikan sehubungan dengan manajemen kurikulum dan pembelajaran pondok pesantren dalam memperoleh status kesetaraan/mu'adalah, yaitu (1) perencanaan kurikulum dan pembelajaran, (2) pengorganisasian kurikulum dan pembelajaran, (3) implementasi kurikulum dan pembelajaran, (4) evaluasi kurikulum dan pembelajaran.

            Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Data penelitian yang banyak menggunakan kata-kata subyek, baik lisan maupun tulisan ini diperoleh dari dua macam sumber, yakni diri peneliti dan 8 orang informan dalam kasus Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah dan 3 orang informan dalam kasus Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah Gunung Jati Pasuruan. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi berperan pasif dan metode dokumentasi. Dalam analisis data Peneliti menggunakan 3 komponen kegiatan, yaitu reduksi data (data reduction), display data (data display), dan pengambilan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing verification). Untuk memperoleh keabsahan temuan Peneliti melakukan 4 teknik keabsahan data, yaitu kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, perencanaan kurikulum dan pembelajaran merupakan kunci awal dalam pelaksanaan manajemen kurikulum dan pembelajaran. Perencanaan kurikulum dan pembelajaran madrasah aliyah pondok pesantren dengan memperhatikan visi, misi dan tujuan dari madrasah aliyah dan pondok pesantren. Dalam penyusunan kurikulum dan pembelajaran Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah membentuk tim penyusun yang terdiri dari pengasuh, sesepuh dan guru senior. Sedangkan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah Gunung Jati membentuk tim penyusun yang terdiri dari kepala madrasah, dewan guru dan pengasuh. Kurikulum lokal yang digunakan oleh kedua pondok pesantren tersebut mengantarkan mereka pada kreatifitas pengembangan, Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah telah lebih dulu mendapatkan status kesetaraan dari Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah karena sudah dapat mengkolaborasikan materi agama dan materi umum dalam penyusunan kurikulum. Kedua, pengorganisasian kurikulum dan pembelajaran madrasah aliyah pondok pesantren dimulai dari pengorganisasian elemen pelaksananya yaitu guru dan elemen lainnya agar dapat melaksanakan fungsi berdasarkan tugas masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan pengorganisasian materi-materi umum dan agama agar dapat dikemas secara rapi dalam suatu pembelajaran dan kemudian disajikan dalam jenjang-jenjang yang sudah disiapkan. Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah memiliki jenjang-jenjang Ula, Tsanawiyah, Wustho dan Aliyah. Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah yang sudah dilaksanakan memiliki kegiatan pendidikan non formal saja (diniyah) yang jenjangnya terdiri dari tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah dan Musyawirin.  Ketiga, pelaksanaan Kurikulum dan pembelajaran diselenggarakan dalam bentuk klasikal/madrasah. Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan telah membuat serangkaian perangkat pembelajaran dengan beberapa metode pembelajaran, media dan strategi pembelajaran sebagai pendukung keefektivan dan efisiensi pelaksanaannya. Sedangkan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah hanya mengembangkan materi agama secara spesifik yang hanya menggunakan target hafal dan khatam dengan menggunakan 2 metode yaitu metode sorogan dan bandongan. Keempat, penilaian yang dilakukan oleh Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah diambil dari segi input, proses dan output. Keberhasilan output dibuktikan dengan pemberian ijazah mu'adalah yang dapat digunakan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sementara Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah hanya melakukan penilaian dari proses dan output saja. Khusus bagi santri yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi akan diikutkan ujian kejar paket C, sehingga ijazah yang akan diperoleh oleh lulusan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah Gunung Jati  Pasuruan ada 2 macam, yaitu ijazah lokal dan ijazah formal.

Keywords: Management Curriculum and Instructional Management, Islamic Boarding School, Mu'adalah.

Abstract:

Islamic Boarding School (or called pesantren in Indonesia) was established by society (canonist/religionist) based on independence and candidness. On the pre-independence's era, Islamic Boarding School have goten big role bearing firm patriotist which had been put up a good fight to acquire independence. After Independence, Islamic Boarding School keep have a role on smarten up nation life. Up till now, this institute keep consistent as the center of teaching and deepen Islamic knowledge (tafaqquh fiddin) which is have function to prepare peoples that gaining control of Islamic knowledge such as canonist's cadre, mubaligh, and Islamic teacher that needed by society. After time goes by, education on Islamic Boarding School have changed particularly on education arrangement. Now, some of Islamic Boarding School have utilized classical's system/Islamic school that its curriculum is arranged and developed by collaborated Islamic material and general material. At present, student which is graduated from Islamic Boarding School also been made ready to be able to sails through education at college based on their desirability through equalization status program. Management curriculum and instructional management are some of item estimation of equalization program.

Objectives of this research are describing curriculum and instructional management of Islamic Boarding School. There are four points which have connection with management curriculum and instructional management of mu'adalah and ghoiru mu'adalah Islamic Boarding School, there are: (1) curriculum planning and instructional, (2) curriculum organizing and instructional, (3) curriculum implementation and instructional, (4) curriculum evaluation and instructional.

The approachment that is utilized in this research is qualitative approaching with multi cases study. Research data that utilize a lot of subject words, well oral or written language are acquired from two kinds of source, there are reseacher, eight informant from Islamic Senior High School of Salafiyah Islamic Boarding School case, and three informant from Islamic Senior High School of Darul Karomah Gunung Jati Pasuruan Islamic Boarding School case. Data collecting activity is done by use of visceral interview method, observation with active role, and documentation method. In data analysis, reseacher use three kinds of activity components, there are data reduction, data display, and conclusion drawing veri fication. To get invention authenticity, reseacher do four data authenticity technique, there are credibility, transferability, dependability, confirmability.

Reseach result show that: first, curriculum planning and instructional are the initial key in the implementation of curriculum management and instructional management. Curriculum planning and instructional in Islamic Senior High School of Islamic Boarding School paying attention to vision, mission, and objectives of Islamic Senior High School and Islamic Boarding School. Curriculum organizing and instructioanl in Islamic Senior High School of Salafiyah Islamic Boarding School forming compiler team that consist of care taker, elders, and senior teacher. In other hand, Islamic Senior High School of Darul Karomah Gunung Jati Pasuruan Islamic Boarding School forming compiler team that consist of head of Islam school, teacher council, and care taker. Local curriculum that utilized by both of that Islamic Boarding School deliver them to the developmental creativity. Islamic Senior High School of Salafiyah Islamic Boarding School was earlier get equalization status than Islamic Senior High School of Darul Karomah Gunung Jati Pasuruan Islamic Boarding School since Islamic Senior High School of Salafiyah Islamic Boarding School can collaborate Islamic material and general material in curriculum arrangement. Second, curriculum organizing and instructional in Islamic Senior High School of Islamic Boarding School begun from organizing implementer element for example teacher, and other element to run the function based on the their own task. Then drawned out by organize general material and Islamic material to be able to be packed neatly in the learning and then presented on the ladder mat already being made. Islamic Senior High School of Salafiyah Islamic Boarding School have four ladder, there are: Ula, Tsanawiyah, Wustho, and Aliyah. But, Islamic Senior High School of Darul Karomah Gunung Jati Pasuruan Islamic Boarding School only have non formal education activity (diniyah) that its ladder consist of Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, and Musyawirin. Third, curriculum implementation and instructional performed in classis form. Islamic Senior High School of Salafiyah Islamic Boarding School have made succession of learning with several learning method, media, and learning strategy as supporter of effectiveness and its performing efficiency. Islamic Senior High School of Darul Karomah Gunung Jati Pasuruan Islamic Boarding School only develope spesific Islamic material that just have target to memorize and khatam by using two methods, there are sorogan method and bandongan method. Fourth, curriculum evaluation and instructional done by Islamic Senior High School of Salafiyah Islamic Boarding School taken from input aspect, process, and output aspect. Output's success is proven by giving diploma which can be applied to drawn out into superordinate ladder. In the mean time, Islamic Senior High School of Darul Karomah Gunung Jati Pasuruan Islamic Boarding School just do evaluation from process and output aspect. Specially for student who want to drawn out to the superordinate ladder will followed KEJAR PACKET C's test, so student who graduate from Islamic Senior High School of Darul Karomah Gunung Jati Pasuruan Islamic Boarding School have two kinds of diploma, there are local diploma and formal diploma.

Teks Penuh: DOC PDF