DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tuturan Direktif Guru dalam Kegiatan Pembelajaran Berdasarkan Perspektif Gender

ARIF BINA MANDRA, ARIF BINA MANDRA

Abstrak


RINGKASAN

 

Mandra, Moch Arif Bina. 2017. Tuturan Direktif Guru dalam  Kegiatan Pembelajaran Berdasarkan Perspektif Gender. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., (2) Dr. Taufik Dermawan, M.Hum.

Kata Kunci : tuturan direktif, tuturan guru SMP, perspektif gender

 

            Kegiatan pembelajaran merupakan realisasi dari proses terjadinya interaksi guru dengan siswa. Interaksi yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran tidak lepas dari peran tindak tutur. Tindak tutur direktif merupakan tindak tutur yang dituturkan oleh penutur kepada mitra tutur yang dimaksudkan agar keinginan tersebut dilakukan atau dikerjakan oleh mitra tutur. Tuturan direktif berupa perintah, ajakan, suruhan, permintaan, dorongan, larangan, arahan, nasihat, saran dan lain sebagainya. Guru dalam mengajar pasti tidak lepas dari penggunaan tuturan direktif seperti menyuruh siswa untuk diam, meminta siswa memerhatikan pelajaran, dan lain sebagainya. Penelitian ini berfokus pada penggunaan tuturan direktif guru dalam memerintah, meminta, dan memberi saran sesuai dengan yang dikemukakan oleh Kreidler. Adapun fokus penelitian dianalisis berdasarkan wujud, fungsi, dan strategi tuturan direktif guru. Perbedaan tuturan guru laki-laki dan perempuan juga menjadi sorotan untuk memahami perspektif gender.

            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi kelas. Pendekatan kualitatif berupaya mendeskripsikan berbagai macam tuturan guru yang terjadi di kelas. Etnografi kelas merupakan desain kualitatif di mana peneliti menggambarkan dan mengimplementasikan pola, nilai, perilaku, tindakan, dan bahasa yang ada di dalam kelas pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dalam hal ini penelitian mengungkap adanya penggunaan tindak tutur direktif dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Penelitian dilakukan di SMP Ahmad Yani Batu dengan sumber data berupatuturan guru laki-laki dan guru perempuan serta konteks yang menyertainya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik perekaman dan bersifat tersembunyi sehingga dihasilkan data yang benar-benar alami.

Dari hasil analisis ditemukan 72 tuturan direktif guru dalam memerintah, meminta, dan memberi saran berdasarkan wujud, fungsi, dan srtategi tindak tutur direktif. Terdiri dari 19 wujud tuturan direktif, 21 fungsi tuturan direktif, dan 32 strategi tuturan direktif. Wujud tuturan direktif terdiri dari 8 tuturan perintah, 5 tuturan permintaan, 6 tuturan saran; Fungsi tuturan direktif terdiri dari 7 tuturan perintah, 8 tuturan permintaan, 8 tuturan saran; strategi tuturan direktif terdiri dari 8 tuturan langsung dalam memerintah, 5 tuturan langsung dalam meminta, 4 tuturan langsung dalam memberi saran, 4 tuturan tidak langsung dalam memerintah, 7 tuturan tidak langsung dalam meminta, 4 tuturan tidak langsung dalam memberi saran.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan direktif guru laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dan persamaan serta ciri khas tersendiri dilihat dari struktur bahasa dan perbedaan sosial guru. Berdasarkan struktur pengunaan bahasa guru laki-laki lebih sering bertutur dengan menggunakan ujaran berupa kata dibandingkan frasa, klausa kalimat dan makna tuturan. Guru laki-laki dalam bertutur lebih melihat pada konteks tuturan dan sedikit memberi masukan, arahan, dan nasihat kepada siswa. Dalam berinteraksi guru laki-laki lebih sedikit menggunakan bahasa atau tuturan dan tidak banyak berbicara. Berdasarkan struktur penggunaan bahasa guru perempuan lebih sering bertutur dengan menggunakan ujaran berupa kata dan kalimat yang bermakna. Guru perempuan lebih peka dalam bertutur dan sering memberikan masukan, nasihat, dan ajakan dalam membangun interaksi.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa guru perempuan lebih sering berbicara dan membagun interaksi. Guru perempuan dapat mengembangkan tuturan yang lebih luas dan bertutur dengan megekspresikan diri serta dapat memberikan arahan, nasihat yang membangun. Berbeda dengan guru laki-laki yang bertutur dengan bergantung pada situasi dan kondisi pada saat kegitan pembelajaran berlangsung. Perbedaan tuturan guru laki-laki dan perempuan tidak hanya sebatas perbedaan secara kodrati, namun juga perbedaan kontruksi sosial, budaya, dan peran sosial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SUMMARY

 

Mandra, Moch Arif Bina. 2017. Directional Teacher Talk in Learning Activity Based on Gender Perspective. Thesis, Master of Indonesian Language Education, Graduate School, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto., M.Pd., (II) Dr. Taufik Dermawan, M.Hum.

Key words: directional speech act, teacher junior high school talk, gender perspective

 

Learning activity is a realization of the interaction process between teachers and students. The interaction in learning activity happens with the role of speech acts.  Directional speech act is a speech act that is spoken by a speaker and received by a listener in order to make the listener does the order. Directional speech act forms are telling, inviting, ordering, requesting, encouragement, forbid, requiring, referrals, advice, suggestions, etc. In teaching, teachers always use directional speech act such as telling the students to stay quiet, asking students to pay attention, and so on. This research focuses on the use of teachers’ directional speech in telling, asking, and giving advice based on Kreidlr. The research focus is analyzed based on the form, function, and strategy of teachers’ directional speech act. The speech difference between male and female teachers is also being the focus in order to understand the gender perspective.  

This research uses qualitative approach with research type class ethnography. Qualitative approach tries to describe data that various type teacher talk happen in class. Class ethnography is a qualitative design where researchers describe and implement pattern, value, behavior, beliefs, and language in class during learning activity. This research reveals the existence of directional speech acts in classroom learning activity. This research was held at SMP Ahmad Yani Batu and the data source is male and female teachers’ directional speech act. Data collecting technique used  was recording and has been done secretly, so the data is really natural.

In analysis result’s were found 72 teachers’ directional speech act in telling, asking and giving advice based on the form, function, strategy of directional speech. It consists of 19 forms, 21 functions, and 32 strategies of directional speech act. The forms consist of 8 telling speech acts, 5 asking speech acts, and 6 advice speech acts. Directional speech act’s functions consist of 7 telling speech acts, 8 asking speech acts, 8 advice speech acts. Directional speech act’s strategies consist of 8 directional speech acts in telling, 5 directional speech acts in asking, 4 directional speech acts in giving advice, 4 indirectional speech acts in telling, 7 indirectional speech acts in asking, 4 indirectional speech acts in giving advice.

Research result shows that directional speech act of male and female teachers has differences and similiarities also its own characteristic based on language structure and teachers’ social differences. Based on language structure used, male teachers speaks more often using word form rather than phrase, sentence clause and speech meaning. Male teachers tend to see the speech context and rarely give students feedback, referrals, and advice. In interaction, male teachers use less language or speech and don’t speak much. Based on language structure used, female teachers speak more often  using word form and meaningful sentences. Female teachers are more sensitive in speaking and often give students feedback, advice, and invitation in building interaction.

Based on this research’s results, it can be concluded that female teachers speak more often and build interaction. Female teachers can develop wider speech act and  talk with self expression, also give referrals and corrective advice. It is different with male teachers whose speech depends on the situation and condition when learning activity occurs. Speech differences between male and female teachers are not only natural difference, but also differences of social construction, culture and social role.