DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Model Hubungan Implementasi Prakerin, Dukungan Industri, Motivasi, Kerja, dan Kompetensi Kejuruan terhadap Employability Skills dan Dampaknya pada Kesiapan Kerja Siswa Paket Keahlian TIPTL SMK di Sulawesi Utara

Djami Olii

Abstrak


ABSTRAK

 

Daya serap lulusan SMK masih rendah belum memenuhi target nasional yang idealnya 80% memasuki dunia kerja. Fenomena ini menunjukkan bahwa kualitas lulusan SMK kurang relevan dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri. Rendahnya daya serap lulusan SMK bukan saja karena kurang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu dan teknologi di dunia kerja akan tetapi karena kesiapan kerja lulusan SMK masih rendah. Kesiapan kerja merupakan kepemilikan keterampilan tertentu, pengetahuan, dan atribut lulusan yang akan memungkinkan untuk menjadi siap dan sukses dalam lingkungan kerja. Kesiapan kerja harus dimiliki siswa SMK sebelum memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif. Kesiapan kerja tidak hanya didukung oleh keterampilan akademis dan keterampilan teknis yang diperoleh di sekolah. Perlu adanya mitra kerja antara SMK dan DU/DI mengatasi kesenjangan melalui praktik kerja industri, meningkatkan mutu ujian kompetensi keahlian, faktor mental siswa berupa motivasi kerja, dan pengembangan employability skills siswa.

Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuisignifikansi: (1) kontribusi implementasi prakerin terhadap employability skills; (2) kontribusi dukungan industry terhadap employability skills; (3) kontribusi motivasi kerja terhadap employability skills; (4) kontribusi kompetensi kejuruan terhadap employability skills; (5) kontribusi implementasi prakerin terhadap kesiapan kerja; (6) kontribusi dukungan industry terhadap kesiapan kerja; (7) kontribusi motivasi terhadap kesiapan kerja; (8) kontribusi kompetensi kejuruan terhadap kesiapan kerja; (9) kontribusi employability skills terhadap kesiapan kerja; dan (10) model yang ditemukan sesuai dengan data.

Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan deskriptif-korelasional. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket untukvariabel implementasi prakerin, dukungan industri, motivasi kerja, employability skills, dan kesiapan kerja, sedangkan untuk data kompetensi kejuruan diperoleh melalui dokumentas nilai hasil Uji Kompetensi Keahlian. Objek penelitian adalah siswa kelas XII Tahun Ajaran 2016/2017 Paket Keahlian TIPTL SMK di Sulawesi Utara yang berjumlah 192. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate random sampling, diperoleh sampel berjumlah 130 orang siswa. Sebelum instrument digunakan untuk mengumpulkan data, maka dilakukan ujivaliditas dengan korelasi Product Moment dan reliabilitasnya dengan teknikAlpha Cronbach. Uji hipotesis penelitian dianalisis dengan menggunakan statistikAnalisis Jalur dengan metodeTrimming.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa employability skills dijelaskan oleh variabel-variabel: implementasi prakerin 4,57%,   dukungan industry sebesar 8,52%, dan motivasi kerja sebesar 11,02%. Sedangkan variable kompetensi kejuruan berkontribusi tidak signifikan terhadap employability skills. Kesiapan kerja dijelaskan oleh variabel-variabel: implementasi prakerin sebesar 16,32%,  motivasi kerja sebesar 3,42%,   kompetensi kejuruan sebesar 2,72%, employability skills sebesar 3,31, sedangkan dukungan industry berkontribusi tidak signifikan terhadap kesiapan kerja, Secara simultan, kesiapan kerja dijelaskan oleh variable mplementasi prakerin, dukungan industri, motivasi kerja, kompetensi kejuruan, dan employability skill sebesar 56,80%. Sisanya 43,20% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Model yang ditemukan signifikan sesuai dengan data, yang menjelaskan bahwa model akhir yang diperoleh memiliki kemampuan untuk memberikan informasi tentang variable implementasi prakerin, motivasi kerja, kompetensi kejuruan, dan employability skills berkontribusi signifikan terhadap kesiapan kerja.