DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Pondok Pesantren Mu’adalah dan Ghoiru Mu’adalah: (Studi Multi Kasus di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah Gunung Jati Pasuruan).

ninik nur muji astutik

Abstrak


ABSTRAK

 

Astutik, Ninik Nur Muji. 2009. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Pondok Pesantren Mu’adalah dan Ghoiru Mu’adalah: (Studi Multi Kasus di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah Gunung Jati Pasuruan). Tesis, Jurusan Manajemen Pendidikan. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M. Pd., (II) Prof. Dr. H. Salladien.

 

Kata kunci: Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran, Pondok Pesantren, Mu’adalah, Ghoiru Mu’adalah.

 

           

            Pondok pesantren didirikan oleh masyarakat (ulama/kyai) dengan asas kemandirian dan keikhlasan. Pada era pra kemerdekaan pesantren telah berperan besar dalam melahirkan pejuang-pejuang yang tangguh dalam memperjuangkan kemerdekaan. Setelah kemerdekaan, pondok pesantren terus berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Hingga kini lembaga ini tetap konsisten sebagai pusat pengajaran dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) yang berfungsi menyiapkan tenaga-tenaga yang menguasai ilmu-ilmu keislaman, sebagai kader ulama, muballigh, dan guru agama yang dibutuhkan oleh masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan pondok pesantren mengalami perubahan khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan, sebagian pondok pesantren kini telah menggunakan sistem klasikal/madrasah yang kurikulumnya disusun dan dikembangkan dengan mengkolaborasikan materi agama dan materi umum. SK Ditjen bimbagais No; DJ/II/PP-01.1/AZ/9/02 telah mempersiapkan lulusan pondok pesantren untuk dapat menempuh studi di perguruan tinggi yang dikehendaki melalui program pemberian status kesetaraan. Manajemen kurikulum dan pembelajaran menjadi salah satu item penilaian dalam pemberian status kesetaraan/mu’adalah tersebut.

             Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen kurikulum dan pembelajaran pondok pesantren. Ada 4 hal yang dideskripsikan sehubungan dengan manajemen kurikulum dan pembelajaran pondok pesantren dalam memperoleh status kesetaraan/mu’adalah, yaitu (1) perencanaan kurikulum dan pembelajaran, (2) pengorganisasian kurikulum dan pembelajaran, (3) implementasi kurikulum dan pembelajaran, (4) evaluasi kurikulum dan pembelajaran.

            Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Data penelitian yang banyak menggunakan kata-kata subyek, baik lisan maupun tulisan ini diperoleh dari dua macam sumber, yakni diri peneliti dan 8 orang informan dalam kasus Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah dan 3 orang informan dalam kasus Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah Gunung Jati Pasuruan. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi berperan pasif dan metode dokumentasi. Dalam analisis data Peneliti menggunakan 3 komponen kegiatan, yaitu reduksi data (data reduction), display data (data display), dan pengambilan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing verification). Untuk memperoleh keabsahan temuan Peneliti melakukan 4 teknik keabsahan data, yaitu kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, perencanaan kurikulum dan pembelajaran merupakan kunci awal dalam pelaksanaan manajemen kurikulum dan pembelajaran. Perencanaan kurikulum dan pembelajaran madrasah aliyah pondok pesantren dengan memperhatikan visi, misi dan tujuan dari madrasah aliyah dan pondok pesantren. Dalam penyusunan kurikulum dan pembelajaran Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah membentuk tim penyusun yang terdiri dari pengasuh, sesepuh dan guru senior. Sedangkan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah Gunung Jati membentuk tim penyusun yang terdiri dari kepala madrasah, dewan guru dan pengasuh. Kurikulum lokal yang digunakan oleh kedua pondok pesantren tersebut mengantarkan mereka pada kreatifitas pengembangan, Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah telah lebih dulu mendapatkan status kesetaraan dari Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah karena sudah dapat mengkolaborasikan materi agama dan materi umum dalam penyusunan kurikulum. Kedua, pengorganisasian kurikulum dan pembelajaran madrasah aliyah pondok pesantren dimulai dari pengorganisasian elemen pelaksananya yaitu guru dan elemen lainnya agar dapat melaksanakan fungsi berdasarkan tugas masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan pengorganisasian materi-materi umum dan agama agar dapat dikemas secara rapi dalam suatu pembelajaran dan kemudian disajikan dalam jenjang-jenjang yang sudah disiapkan. Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah memiliki jenjang-jenjang Ula, Tsanawiyah, Wustho dan Aliyah. Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah yang sudah dilaksanakan memiliki kegiatan pendidikan non formal saja (diniyah) yang jenjangnya terdiri dari tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah dan Musyawirin.  Ketiga, pelaksanaan Kurikulum dan pembelajaran diselenggarakan dalam bentuk klasikal/madrasah. Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan telah membuat serangkaian perangkat pembelajaran dengan beberapa metode pembelajaran, media dan strategi pembelajaran sebagai pendukung keefektivan dan efisiensi pelaksanaannya. Sedangkan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah hanya mengembangkan materi agama secara spesifik yang hanya menggunakan target hafal dan khatam dengan menggunakan 2 metode yaitu metode sorogan dan bandongan. Keempat, penilaian yang dilakukan oleh Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Salafiyah diambil dari segi input, proses dan output. Keberhasilan output dibuktikan dengan pemberian ijazah mu’adalah yang dapat digunakan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sementara Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah hanya melakukan penilaian dari proses dan output saja. Khusus bagi santri yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi akan diikutkan ujian kejar paket C, sehingga ijazah yang akan diperoleh oleh lulusan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Karomah Gunung Jati  Pasuruan ada 2 macam, yaitu ijazah lokal dan ijazah formal.


Teks Penuh: DOC PDF