DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementai PAKEM Pada Lembaga Pendidikan Dasar (Studi Multi Kasus SDN Sum dan SD Hid Di Kota Batu

Arief Hidayatullah

Abstrak


RINGKASAN

 

Hidayatullah, Arief. 2017. Implementasi PAKEM Pada Lembaga Pendidikan Dasar (Studi Multikasus SDN Sum dan SDHid di Kota Batu). Tesis, Pendidikan Dasar, Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd., M.A., (2) Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., M. Ed.,

Kata Kunci:Pembelajaran Aktif, Pembelajaran Kreatif, Pembelajaran Efektif, Pembelajaran Menyenangkan.

 

PAKEM merupakan singkatan dari pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan.PAKEM mengarahkan siswa aktif dalam pembelajaran dan kreatif menciptakan produk pembelajaran. Hasil pembelajaran aktif dan kreatif menjadikan peserta didik efektif dalam menggunakan pengetahuaannya serta pada saat proses pembelajaran peserta didik merasakan pembelajaran yang menyenangkan. Dinas Pendidikan Kota Batu bekerjasama dengan organisasi internasional UP untuk mengadakan pelatihan PAKEM bagi guru dibeberapa sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana implementasi PAKEM di sekolah mitra organisasi internasional UP di Kota Batu dan (2) Apa saja masalah, problem solving serta strategi mempertahankan PAKEM yang dilakukan di sekolah mitra organisasi internasional UP di Kota Batu.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang dilakukan di SDN Sum dan SD Hidsebagai sekolah mitra dari organisasi internasional UP di Kota Batu dengan menggunakan rancangan studi multi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara mendalam (indepth interview), (2) observasi partisipan (participant observation), dan (3) studi dokumentasi (study document). Informan dipilih dengan menggunakan teknik pusposive sampling.Data yang terkumpul melalui teknik tersebut diorganisir, ditafsirkan, dan dianalisis dalam bentuk data kasus tunggal untuk selanjutnya ditarik temuan akhir berdasarkan analisis lintas kasus.Kredibilitas data dicek dengan prosedur triangulasi, verifikasi data/cross check, dan pengecekan mengenai kecukupan referensi.

Implementasi PAKEM di lembaga pendidikan Kota Batu ditunjukkan dengan: (1) Sekolah mulai melaksanakan PAKEM sejak guru dilatih oleh organisasi internasional UP, (2) Dalam menerapkan PAKEM guru dituntut kreatif, (3) Dalam menerapkan PAKEM guru menggunakan berbagai macam media, (4) Siswa menunjukkan respon positif yang ditunjukkan dengan kemampuan menyampaikan ide, (5) Pada kelas rendah, guru memanfaatkan Buku Bacaan Berjenjang, (6) Sudut kelas dimanfaatkan  menjadi sudut baca, sudut pasar, dan sudut kesehatan, (7) Guru memusatkan perhatian siswa dengan menggunakan yel-yel, permainan, atau lagu-lagu, (8) Siswa mampu mempresentasikan hasil praktikum dalam pembelajaran, (9) Ada portofolio di kelas yang ditunjukkan dengan pajangan karya siswa, (10) Guru melakukan refleksi di akhir pembelajaran mengenai kesulitan belajar yang dialami siswa, (11) Dalam penentuan kelompok, dibuat kelompok yang homogen, dan (12) Siswa dibiasakan melakukan percobaan untuk membuktikan teori yang didapat.

Dalam implementasi PAKEM di sekolah mitra organisasi internasional UP di Kota Batu ditemukan masalah: (1) Terjadi pergantian guru yang mengakibatkan guru tidak memiliki pemahaman yang utuh mengenai PAKEM, (2) Kepala sekolah dan guru menganggap pelaksanaan PAKEM membutuhkan biaya yang besar, (3) Tidak ada partisipasi dari orang tua, (4) Sarana yang dimiliki sekolah belum lengkap dan terbatas pada mata pelajaran tertentu, (5) Guru mengalami kesulitan untuk mengenali karakteristik dan gaya belajar siswa, (6) Kondisi psikologi siswa yang berbeda-beda, (7) Tidak didukung kemampuan pedagogis guru, (8) Di kelas rendah, guru kesulitan untuk mengidentifikasi penguasaan siswa terhadap bacaan, (9) Guru beranggapan bahwa PAKEM menghabiskan banyak waktu, untuk menyiapkan media pembelajaran dan administrasi pembelajaran, (10) Sumber belajar tersedia terbatas, (11) Guru belum bisa mengubah kebiasaan dari pembelajaran yang teacher center menuju PAKEM, dan (12) Guru tidak memiliki kemauan untuk berinovasi dalam menjalankan PAKEM

Problem solving yang dilakukan untuk mengatasi masalah dalam implementasi PAKEM di sekolah mitra organisasi internasional UP di Kota Batu yaitu: (1)PAKEM dilaksanakan menggunakan pilot project sebelum didiseminasikan ke kelas lain, (2) Komitmen bersama antara stakeholder sekolah, (3) Kepala sekolah menganggarkan PAKEM pada Rencana Kerja Anggaran Sekolah, (4) Kepala sekolah dan guru mengoptimalkan paguyuban kelas atau komite sekolah, (5) Kegiatan yang dilakukan sekolah selalu berkoordinasi dengan komite sekolah, (6) Kepala sekolah menjadi penghubung antara guru dengan paguyuban dan komite, (7) Guru meluangkan waktu untuk memahami karakter anak, (8) Agar rencana PAKEM dapat terarah, guru berkoordinasi dengan kepala sekolah, (9) Kepala sekolah berperan dalam managemen kelas, (10) Kepala sekolah mengajak paguyuban untuk berdiskusi, (11) Guru memberlakukan tutor sebaya dalam pembelajaran, (12) Guru memberikan pendampingan bagi siswa yang belum maksimalmembaca diluar jam pembelajaran di sekolah, (13) Kepala sekolah melakukan recruitment guru baru yang sesuai dengan ilmu keguruan, (14)Kepala sekolah mengikutsertakan guru dalam KKG, (15) Kepala sekolah meminta bantuan dari fasilitator, dan (16) Siswa diminta untuk membawa buku bacaan sendiri sehingga keterbatasan media pembelajaran dapat teratasi.

Strategi yang dilakukan sekolah dalam mempertahankan implementasi PAKEM di sekolah mitra organisasi internasional UP di Kota Batu yaitu: (1) Jika di mutasi kemudian hari, kepala sekolah akan melimpahkan tanggung jawab pada kepala sekolah baru untuk melanjutkan PAKEM, (2) Kepala sekolah memasukkan PAKEM pada RKAS, (3) Guru meningkatkan kompetensi dirinya terkait PAKEM dengan mengikuti KKG, (4) Mengikutsertakan semua guru dalam pelatihan PAKEM, (5) Kepala sekolah dapat memulai kembali PAKEM dari ranah budaya baca.