DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kontribusi Pemahaman dan Sikap Guru tentang K3 terha-dap Pelaksanaan K3 pada Pembelajaran Praktek di Bengkel Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kota Malang. (Tesis)

Bambang Triatmidi

Abstrak


Guru memiliki fungsi sebagai motivator, fasilitator, dan perancang proses pembelajaran. Karena itu guru memegang peran penting dalam penciptaan kondisi  pembelajaran di bengkel Teknik Mekanik Otomotif. Selama melaksanakan pembelajaran di bengkel, siswa berinteraksi dengan berbagai alat, perkakas, media, juga berhadapan dengan bahaya yang terkandung di dalamnya. Karenanya pemahaman dan sikap guru tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi amat penting.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kontribusi pemahaman guru tentang K3 terhadap pelaksanaan K3 pada pembelajaran praktek di bengkel Teknik Mekanik Otomotif pada SMK Se-Kota Malang, (2) kontribusi sikap guru tentang K3 terhadap pelaksanaan K3 pada pembelajaran praktek di bengkel Teknik Mekanik Otomotif pada SMK Se-Kota Malang, dan (3) kontribusi Pemahaman dan Sikap Guru tentang K3 secara bersama-sama terhadap Pelaksanaan K3 pada Pembelajaran Praktek di Bengkel Teknik Mekanik Otomotif  SMK se-Kota Malang.

Populasi pada penelitian ini adalah guru program keahlian Teknik Mekanik Otomotif di SMK se-Kota Malang yang mengajar pada tahun pembelajaran 2008-2009 berjumlah 72 orang. Semua guru dalam populasi menjadi responden pengam-bilan data. Pengumpulan data variabel pemahaman guru tentang K3 (X1) dilakukan dengan menggunakan Tes, sikap guru tentang K3 (X2) menggunakan kuesioner, dan pelaksanaan K3 pada pembelajaran (Y) menggunakan lembar observasi. Data penelitian dialisis secara deskriptif, korelasi parsial dan regresi ganda.

Hasil analisis diskriptif terhadap data responden menunjukan bahwa pema-haman guru Teknik Mekanik Otomotif (TMO) se-Kota Malang tentang K3 dalam kategori cukup, sikap guru tentang K3 berada pada kategori baik, dan pelaksanaan K3 pada pembelajaran praktek berada pada kategori baik. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan yang signifikan antara pemahaman guru tentang K3 dengan pelaksanaan K3, (2)  ada hubungan yang signifikan antara sikap guru tentang K3 dengan pelaksanaan K3 (Y), (3) ada hubungan yang signifikan secara bersama pemahaman guru dan sikap guru tentang K3 dengan pelaksanaan K3. Kedua variabel secara bersama memberi kontribusi sebesar 77% terhadap perubahan pelak-sanaan K3. Kontribusi sebesar itu berasal dari sumbangan efektif variabel pemahaman guru sebesar 51,35% dan variabel sikap guru tentang K3 memberikan kontribusi efektif sebesar 25,87%.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyampaikan saran: (1) bagi pihak sekolah (SMK) agar mengusahakan suatu diklat khusus bagi guru untuk meningkatkan pemahaman tentang K3 di bidang Teknik Otomotif, dan melakukan pengembangan kurikulum sekolah agar materi tentang K3 dapat dirumuskan serta ditetapkan sebagai mata diklat tersendiri, (2) bagi guru agar secara aktif meningkatkan pengetahuan tentang K3 otomotif dengan mencari dan mengakses berbagai sumber yang relevan.

 

Abstract:

 

A teacher has functions as a motivator, facilitator, and designer of the learning process. Teacher controls  an important role in the creation of learning conditions in the automotive workshop. During a practice learning in the workshop, students interact with equipment, also faced its hazardous. Therefore comprehension and attitudes of the teacher about the Occupational Safety and Health (OSH) becomes very important.

            The aim of this study is to determine: (1) the contribution of teacher's comprehension of the OSH on the implementation of OSH in the learning practice in the automotive workshop at Vocational High School in  Malang, (2) the contribution of OSH teacher's attitudes toward the implementation of OSH on learning practices in automotive workshop at Vocational High School in Malang, and (3) the contribution of Comprehension and Attitudes of Teachers toward OSH as together with the Implementation OSH on Learning Practices in the automotive workshop atVocational High School in  Malang.

            Population in this study are 72 mechanic automotive teachers who are teaching in period 2008/2009 at Vocational High School in  Malang. Those are to  be the respondents of collecting data. The collecting data varibles are about the teacher's comprehension on OSH (X1) is done by using a test, teacher's attitudes on OSH (X2) using a questionnaire, and the implementation of OSH (Y) using the observation sheet. Data analysis are descriptive, partial correlation and double regressions.

            The descriptive data analysis shows that the comprehension of mechanic auto-motive teachers in Malang on the OSH is in enough category, teacher's attitudes on the OSH is in good category, and the implementation of the OSH on practice learning is in good  category. Correlational analysis results show that: (1) there is a significant rela-tionship between teacher's comprehensionon the OSH and the implementation of the OSH, (2) there is a significant relationship between teacher's attitudes on the OSH and the implementation of the OSH (Y), (3) there is a significant relationship teacher's comprehension, attitudes on the OSH toward the implementation of the OSH. Both variables together contributes 77% of the changing of OSH implementation. The contribution comes from teacher's comprehension of effective variables for 51.35% and the variables of teacher's attitudes contributes effectively OSH for 25.87%.

            Based on the results, suggesting to (1) the school may seek a special training for teachers to enhance comprehension of the OSH in Automotive Technics, and develop curriculum in order to make the OSH formulated and firmed to be the its own subject, (2) mechanic automotive teachers hopefully to be active in increasing the knowledge of the automotive OSH with finding and accessing to  relevant sources.


 


Teks Penuh: DOC PDF