DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Menggunakan Think Aloud Pair Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIPA 5 MAN Tambakberas Jombang

Sufinda Aliyaharini

Abstrak


ABSTRAK

 

Aliyaharini, Sufinda. 2017. Pembelajaran Menggunakan Think Aloud Pair Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIPA 5 MAN Tambakberas Jombang. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sudirman, M.Si, (2) Dr. Abd. Qohar, M.T.

 

Kata kunci: think aloud pair problem solving­, kemampuan representasi matematis, hasil belajar

 

Dalam pembelajaran matematika, siswa diharapkan dapat membuat dan menggunakan representasi matematis untuk mendukung siswa dalam memahami konsep-konsep matematis serta mengungkapkan ide matematis dalam upaya menyelesaikan suatu masalah. Rendahnya kemampuan representasi matematis dan hasil belajar siswa kelas XI MIPA 5 MAN Tambakberas Jombang disebabkan suasana pembelajaran di kelas kurang melibatkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Guru hanya menjelaskan materi dan contoh soal kemudian siswa diminta untuk mengerjakan latihan soal. Selain itu, soal latihan yang diberikan tidak melibatkan siswa dalam menuangkan ide-ide matematisnya dan membuat berbagai bentuk representasi. Siswa hanya perlu mengerjakan soal seperti yang sudah dicontohkan guru. Di sisi lain, representasi banyak digunakan dalam menyelesaikan masalah matematika. Oleh sebab itu, melalui pembelajaran Think

Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) yang didalamnya terdapat aktivitas menyelesaikan masalah diharapkan dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menggunakan TAPPS untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis dan hasil belajar siswa. Adapun metode penelitian yang digunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan jenis penelitian PTK model Lewin. PTK model Lewin memiliki empat tahapan yang berbentuk siklus yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Setiap siklusnya terdiri dari tiga pertemuan pembelajaran dan satu pertemuan untuk melaksankan tes akhir siklus. Adapun data yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu data hasil validasi perangkat dan instrumen, data hasil observasi aktivitas siswa dan guru, data hasil wawancara, dan data hasil tes akhir siklus siswa berupa jawaban dan skor yang diperoleh siswa. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian ini, dibutuhkan dua siklus untuk bisa mencapai kriteria keberhasilan tindakan. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembelajaran menggunakan TAPPS meningkatkan kemampuan representasi matematis dan hasil belajar siswa. Sesuai dengan hasil keterlaksanaan pembelajaran TAPPS yang dilihat dari aktivitas guru dan siswa mencapai kategori, berturut-turut, sangat baik dan baik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa 4 siswa dari 6 siswa yang diwawancarai dapat mengklarifikasi jawaban tesnya secara lisan dan skor hasil tes akhir siklus siswa menunjukan bahwa 75,8% siswa memiliki skor lebih dari atau sama dengan 75. Selain itu, terjadi peningkatan kemampuan representasi siswa dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 57,6% siswa menuliskan informasi yang terdapat pada masalah, sebesar 18,6% siswa dapat membuat representasi yang sesuai dengan masalah, dan sebesar 4,6% siswa dapat menerapkan antar representasi untuk menyelesaikan masalah. Adapun tahapan pembelajaran menggunakan TAPPS adalah: (1) pembentukan kelompok heterogen yang terdiri dari 4 siswa dalam setiap kelompoknya; (2) pembagian peran sebagai explainer dan listener; (3) memahami masalah yang diberikan; (4) merencanakan strategi penyelesaian masalah; (5) melaksanakan strategi; (6) melakukan pengecekan; (7) presentasi di kelompok yakni melaksakan tugas explainer dan listener; (8) presentasi di depan kelas, dan (9) menyelesaikan masalah beikutnya dengan bertukar peran.