DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Identifikasi Posisi Diri dan Sikap Dasar Konselor serta Strategi Modifikasi Perilaku dalam Konseling(Kajian Hermeneutika terhadap Tokoh KresnadalamSeratBagawad Gita).

Novia Damayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Damayanti, Novia. 2017. Identifikasi Posisi Diri dan Sikap Dasar Konselor serta Strategi Modifikasi Perilaku dalam Konseling (Kajian Hermeneutika terhadap Tokoh Kresna dalam Serat Bagawad Gita). Tesis. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.H. IM. Hambali, M.Pd., (II) Prof. Dr. H. Andi Mappiare-AT., M.Pd.

 

Kata Kunci: posisi diri, sikap dasar, strategi modifikasi perilaku, serat Bagawad

Gita

 

Kresna adalah salah satu tokoh dalam pewayangan yang dikenal banyak orang sebagai penasehat Pandhawa. Namun yang paling ketahui oleh banyak orang adalah perannya sebagai penasehat Arjuna ketika akan terjadinya perang baratayuda. Sehingga peran Kresna dapat digambarkan sebagai pemberi bantuan kepada Arjuna yang sedang bersedih seperti hubungan antara konselor dan konseli. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan posisi diri dan sikap dasar konselor serta strategi modifikasi perilaku yang dapat diserap berdasarkan Tokoh Kresna dalam Serat Bagawad Gita.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutik Gadamerian untuk menemukan makna di dalam teks. Penelitian ini melewati beberapa tahapan dimulai dari persiapan, merumuskan fokus masalah penelitian, kemudian mengumpulkan sumber data yaitu berupa serat yang berkaitan dengan fokus penelitian, selanjutnya melakukan pengorganisasian data dan melakukan analisis data hingga kepada penulisan laporan.Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Serat Bagawad Gita karya Hudoyo (1990) yang telah digubah menggunakan bahasa Jawa. Penelitian ini berupaya untuk memfokuskan pada penginterpretasian terhadap serat Bagawad Gita yang di dalamnya memuat percakapan antara Kresna dan Arjuna. Analisis data yang dilakukan berpedoman kepada pola lingkaran part and whole.Parts and Whole adalah sebuah cara untuk mndapatkan interpretasi teks . Parts and Whole keduanya saling berhubungan, karena Whole diperoleh setelah melihat Parts. Kedua Parts and Whole saling berhubungan sehingga membentuk sbuah lingkaran yng disebut dengan Hermeneutics Cycle. Dalam pola Hermeneutics Cycle, Whole bisa diperoleh dngan mengamati Parts secara terus menerus sampai membentuk sebuah pemahaman terhadap teks.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi diri konselor yang diadopsi dari teks Kresna yaitu (1) penyemangat, (2) sahabat, dan(3) pamong. Sikap dasar konselor yang diadopsi dari teks Kresna yaitu (1) sumeh, (2) altruis, (3) penerimaan positif tanpasyarat, dan(4) adil. Strategi modifikasi perilaku yang dapat diadopsi dari teks Kresna adalah mengubah cara berpikir yang keliru terlebih dahulu, sebab cara berpikir atau memandang sesuatu dapat memunculkan perasaan yang kemudian menentukan cara berperilaku. Strategi modifikasi perilaku yang digunakan adalah(1) reframing, (2) analogi, (3) metafora, dan (4) modeling. Teknik yang digunakan untuk mengkomunikasikan strategi pengubahan adalah (1) sarkasme, (2) reassurance,dan (3) advice.

Hasil penelitian ini disarankan agar konsep yang telah ditemukan dijadikan sebagai acuan oleh pendidik konselor dengan menerapkan hasil temuan yang sesuai dengan budaya lokal. Hal ini patut dilakukan agar para pendidik tidak melulu hanya memperkenalkan teori dari barat, namun alangkah baiknya apabila disisipkan ajaran-ajaran yang berbasis budaya lokal. Bagi konselor tidak ada salahnya jika menerapkan atau mencampurkan antara teori yang berasal dari barat dengan hasil temuan penelitian asli Indonesia. Hal ini agar konselor terlihat tidak memaksakan diri dalam melayani siswanya. Bagi peneliti penelitian ini berguna sebagai bahan referensi untuk melaksanakan penelitian lanjutan menyangkut kearifan lokal yang ada di Indonesia yang berimplikasi terhadap bimbingan dan konseling.