DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PeningkatanHigher Order Thinking Skills (HOTS) Menggunakan Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) di Kelas X IPS1 SMAN 1 PulauLaut Tengah

Misna Marliana

Abstrak


ABSTRAK

 

Hasil kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS) siswa yang rendah merupakan permasalahan di Kelas X IPS1 SMAN 1 Pulau Laut Tengah. Siswa kesulitan dalam menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi terhadap soal-soal HOTS yang diberikan guru sehingga persentase siswa lebih banyak berada pada klasifikasi sangat kurang (E). HOTS siswa yang rendah di Kelas X IPS1 disebabkan oleh salah satu faktor yaitu model pembelajaran yang digunakan guru secara konvensional berupa ceramah.

Model PBL merupakan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan HOTS siswa. Model PBL melalui permasalahan kehidupan nyata memberikan kesempatan siswa dalam memilih dan melakukan pemecahan masalah. Siswa dapat meningkatkan HOTS dalam pemecahan masalah dari soal-soal yang diberikan guru. Masalah-masalah yang disajikan guru melalui soal-soal menuntut siswa berpikir tingkat tinggi (HOTS). Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Penelitian dilaksanakan di Kelas X IPS1 SMAN 1 Pulau Laut Tengah sebanyak 26 siswa pada materi Pencemaran dan Konservasi Air Laut. Data penelitian ini berupa aktifitas guru dan siswa serta HOTS.

Penelitian menghasilkan keterlaksanaan aktifitas guru menggunakan model pembelajaran PBL meningkat dari 82,13% dari Siklus 1 menjadi 90,47% di Siklus 1. Aktifitas siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan dari 75,87% pada Siklus I meningkat menjadi 81,43% pada Siklus II. HOTS siswa Kelas X IPS1 SMAN 1 Pulau Laut Tengah dominan klasifikasi Baik (B) di Siklus I meningkat jadiS angatBaik (A) di Siklus II sehingga tidak perlu dilakukan perbaikan pada siklus selanjutnya. Guru sebaiknya menggunakan model PBL sebagai model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa. Guru perlu mengatur waktu agar efektif dalam menerapkan setiap tahapan pembelajaran serta mengaitkan permasalahan dengan pengalaman siswa sehingga relevan dan sesuai dengan kapasitas siswa dalam menyelesaikan permasalahan.