DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku Cerita Fantasi Berbasis Literasi Sains p ada Siswa SMP Kelas VII di Kota Malang

Anita Puspitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Pada tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia mulai menggiatkan program Gerakan Literasi Sekolah atau GLS. Penggiatan program GLS disebabkan pada abad 21 siswa dituntut untuk memiliki keterampilan membaca yang baik sehingga mampu memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Akan tetapi, kompetensi peserta didik tergolong rendah dalam memahami bacaan. Hal ini ditunjukkan oleh data hasil tes Progress International Reading Literacy Study (PIRLS) tahun 2011 dan survey dari Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2015. Berdasarkan hasil tes tersebut kemampuan membaca siswa Indonesia masih berada di bawah skor rata-rata tingkat  internasional. Selain keterampilan membaca yang rendah, minat baca orang Indonesia pun rendah. Hal ini berdasarkan data temuan dari Unesco tahun 2012 terkait kebiasaan membaca masyarakat Indonesia bahwa hanya satu dari 1.000 orang masyarakat Indonesia yang membaca. Oleh karena itu, program GLS bertujuan memperkuat pembiasaan membaca dengan melakukan kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Hal ini disebabkan terdapat hubungan antara minta baca dengan keterampilan memahami bacaan.

Upaya yang dilakukan untuk mendukung program GLS adalah mengembangkan suatu bahan bacaan yang menarik bagi siswa. Salah satu bacaan yang dapat dikembangkan adalah buku cerita fantasi. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa cerita fantasi merupakan salah satu karya sastra yang paling banyak dijadikan film oleh industri hiburan seperti Hollywood. Pada tahun 2016 saja lebih dari lima film animasi bertokoh dan bercerita tentang kehidupan hewan yang memanfaatkan fakta-fakta sains. Fenomena ini membuktikan bahwa cerita fantasi yang disisipi dengan ilmu pengetahuan masih digemari oleh anak-anak. Konsep ilmu pengetahuan yang diangkat adalah materi IPA siswa SMP kelas VII yaitu mengenai pencemaran lingkungan berupa pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran udara. Oleh sebab itu, buku cerita yang akan dikembangkan ini memberikan perhatian terhadap pelestarian lingkungan dengan cara menyisipkan muatan ilmu pengetahuan dengan ancangan literasi sains. Literasi sains memungkinkan siswa menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari untuk menjawab tantangan dan memenuhi kebutuhan yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan sains dan teknologi.

 

Upaya yang dilakukan untuk mendukung program GLS adalah mengembangkan suatu bahan bacaan yang menarik bagi siswa. Salah satu bacaan yang dapat dikembangkan adalah buku cerita fantasi. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa cerita fantasi merupakan salah satu karya sastra yang paling banyak dijadikan film oleh industri hiburan seperti Hollywood. Pada tahun 2016 saja lebih dari lima film animasi bertokoh dan bercerita tentang kehidupan hewan yang memanfaatkan fakta-fakta sains. Fenomena ini membuktikan bahwa cerita fantasi yang disisipi dengan ilmu pengetahuan masih digemari oleh anak-anak. Konsep ilmu pengetahuan yang diangkat adalah materi IPA siswa SMP kelas VII yaitu mengenai pencemaran lingkungan berupa pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran udara. Oleh sebab itu, buku cerita yang akan dikembangkan ini memberikan perhatian terhadap pelestarian lingkungan dengan cara menyisipkan muatan ilmu pengetahuan dengan ancangan literasi sains. Literasi sains memungkinkan siswa menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari untuk menjawab tantangan dan memenuhi kebutuhan yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan sains dan teknologi.