DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Pengetahuan Awal, Kebiasaan Belajar Mandiri, Keterampilan Kerja, Dan Kesiapan Kerja Siswa SMK Program Keahlian Teknik Bangunan.

METSI DAUD

Abstrak


ABSTRAK

 

Kesiapan kerja merupakan kemampuan individu untuk menyelesaikan, melaksanakan pekerjaan yang diberikan dengan baik tanpa mengalami kesulitan dan hambatan. Kesiapan kerja dapat menunjukkan seseorang siap menggunakan kemampuannya dalam mengerjakan sesuatu dimanapun posisinya, untuk memenuhi kebutuhannya. Pengetahuan awal tentang mekanika teknik dan rencana anggaran biaya sangat penting dipahami oleh siswa untuk menunjang kesiapan kerja. Kebiasaan belajar mandiri merupakan suatu sikap yang memungkinkan seseorang memiliki sikap positif, pandangan yang realistis terhadap situasi yang dihadapinya. Adanya kebiasaan belajar mandiri siswa memungkinkan orang bersikap tegas, dan mampu secara umum mengidentifikasi keberadaan dirinya bahwa siap dan mampu melakukan apa yang dikerjakannya. Salah satu ukuran penting keberhasilan di tempat kerja adalah kemampuan siswa untuk menggunakan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya, dan memenuhi tuntutan jasa konstruksi.     

            Tujuan Penelitian ini untuk menguji signifikansi (1) hubungan antara pengetahuan awal dan kesiapan kerja siswa, (2) hubungan antara kabiasaan belajar mandiri dan kesiapan kerja siswa, (3) hubungan antara keterampilan kerja dan kesiapan kerja siswa, (4) hubungan antara pengetahuan awal, kebiasaan belajar mandiri, secara simultan dan keterampilan kerja, dan (5) hubungan antara pengetahuan awal, kebiasaan belajar mandiri, keterampilan kerja secara simultan dan kesiapan kerja siswa.

            Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian korelasional. Objek penelitian adalah siswa sekolah menengah kejuruan program keahlian teknik bangunan kompetensi teknik konstruksi batu dan beton di Sulawesi Utara dengan jumlah siswa adalah 138 siswa, dengan teknik menggunakan simple random sampling sehingga total sampel 103 siswa.  Validitas instrumen mengguanakan validitas korelasi biserial dan korelasi Product Moment Pearson, sedangkan uji reliabilitas instrumen digunakan teknik K-R 20 dan tekhnik Alpha Cronbach. Analisis data menggunakan analisis regresi untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan awal dan kesiapan kerja siswa. Kesiapan kerja ditentukan/dijelaskan oleh variat pengetahuan awal sebesar 13,84%. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika terjadi peningkatan pada pengetahuan awal, maka akan berakibat pada peningkatan  pada kesiapan kerja siswa atau sebaliknya, (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar mandiri dan kesiapan kerja siswa. Kesiapan kerja ditentukan/dijelaskan oleh variat kebiasaan belajar mandiri sebesar 17,39%. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika terjadi peningkatan pada kebiasaan belajar mandiri, maka akan berakibat pada peningkatan pada kesiapan kerja siswa atau sebaliknya, (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan kerja dan kesiapan kerja siswa. Kesiapan kerja ditentukan/dijelaskan oleh variat keterampilan kerja sebesar 25,00%. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika terjadi peningkatan pada keterampilan kerja, maka akan berakibat pada peningkatan pada kesiapan kerja siswa atau sebaliknya, (4) Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan awal, kebiasaan belajar mandiri secara simultan dan keterampilan kerja. Keterampilan kerja ditentukan/ dijelaskan oleh variat pengetahuan awal dan kebiasaan belajar mandiei sebesar 13,10%. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika terjadi peningkatan pada pengetahuan awal, kebiasaan belajar mandiri secara simultan, maka akan berakibat pada peningkatan pada keterampilan kerja atau sebaliknya, (5) Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan awal, kebiasaan belajar mandiri, dan keterampilan kerja secara simultan dengan kesiapan kerja siswa. Kesiapan kerja ditentukan/dijelaskan oleh variat keterampilan kerja sebesar 37,40%. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika terjadi peningkatan pada pengetahuan awal, kebiasaan belajar mandiri, keterampilan kerja secara simultan, maka akan berakibat pada peningkatan pada kesiapan kerja siswa..