DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Scaffolding untuk Memperbaiki Berpikir Kreatif Konsep Geometri Siswa Impulsif

Anis Nur Khamida

Abstrak


ABSTRAK

 

Siswa impulsif mempunyai karakteristik cepat dalam merespon informasi tanpa memikirkannya secara cermat, sehingga cenderung lebih banyak membuat kesalahan ketika memproses informasi. Hal ini membuat berpikir kreatif konsep geometri siswa impulsif cenderung rendah. Salah satu alternatif untuk membantu siswa impulsif dalam memperbaiki berpikir kreatifnya adalah scaffolding. Scaffolding sangat tepat digunakan terutama siswa yang cenderung melakukan kesalahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan scaffolding yang dapat memperbaiki berpikir kreatif konsep geometri siswa impulsif.

Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua siswa impulsif kelas VII-B di salah satu SMP Swasta di Kabupaten Malang. Terdapat tiga macam tes dalam penelitian ini yaitu MFFT, tes berpikir kreatif konsep geometri I, dan tes berpikir kreatif konsep geometri II. MFFT digunakan untuk mengetahui gaya kognitif siswa. Setelah diperoleh siswa dengan gaya kognitif impulsif, selanjutnya siswa impulsif diberikan tes berpikir kreatif konsep geometri I. Tes ini digunakan untuk mengetahui berpikir kreatif konsep geometri siswa impulsif. Hasil tes tersebut juga digunakan untuk pemilihan subjek penelitian. Hasil analisis pekerjaan subjek pada tes berpikir konsep geometri I subjek akan digunakan untuk menentukan scaffolding yang diberikan. Sementara itu, tes berpikir kreatif konsep geometri II digunakan untuk mengetahui apakah scaffolding dapat membantu siswa impulsif dalam memperbaiki berpikir kreatif konsep geometrinya.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh subjek dalam penelitian ini adalah dua siswa impulsif dengan berpikir kreatif tingkat I yaitu siswa NW dan SM. Sebelum diberikan scaffolding, siswa impulsif mengalami beberapa kendala dalam berpikir kreatif yaitu kesalahan dalam memahami maksud soal, kesalahan dalam menentukan keliling bangun datar, kesalahan dalam membuat beberapa macam bangun datar, tidak mampu membuat kombinasi bangun datar, dan kesalahan dalam memperjelas bangun datar yang dibuat. Jadi, siswa impulsif tidak mampu memenuhi keempat karakteristik berpikir kreatif konsep geometri. Scaffolding yang diberikan pada siswa impulsif antara lain meminta siswa mengidentifikasi informasi yang relevan dan mengutarakan apa yang dipahami dan apa yang tidak dipahami, memberikan pemahaman ulang bagaimana menentukan keliling bangun datar melalui konteks yang lebih bermakna, dan meminta siswa membuat bangun datar sesuai kriteria soal. Selanjutnya, menggunakan pertanyaan yang menggali pemahaman siswa untuk mengidentifikasi luas daerah beberapa bangun datar, memberikan pemahaman ulang dengan menemukan luas daerah bangun datar, dan mengarahkan siswa untuk membuat beragam bangun datar sesuai kriteria soal. Setelah itu, untuk membantu siswa menunjukkan keaslian dalam berpikir kreatif, digunakan parallel modelling agar siswa mampu membuat kombinasi bangun datar. Sedangkan untuk membantu siswa memperjelas bangun datar yang diperoleh, siswa impulsif diminta untuk mencermati semua bangun datar yang diperoleh sehingga dapat menemukan kekurangan dan kesalahan pada bangun datar tersebut serta melakukan pembenaran (reviewing). Setelah diberikan scaffolding, siswa impulsif mampu memperbaiki berpikir kreatif konsep geometrinya.