DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pengembangan perangkat pembelajaran bersetting kooperatif tipe think pair share dengan talking stick pada materi fungsi

rohmatul wahidah

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahidah, Rohmatul. 2017. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bersetting Kooperatif Tipe Think Pair Share Dengan Talking Stick Pada Materi Fungsi. Tesis, jurusan Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing. (1) Dr. rer. nat. I Made Sulandra, M.Si, (2) Dr. Abd. Qohar, M.T.

 

Kata Kunci : perangkat pembelajaran, think pair share, talking stick, fungsi.

 

Perangkat pembelajaran yang sudah beredar di sekolah SMK Prajnaparamita sudah bagus, tetapi dalam pelaksanaan dikelas masih terdapat kendala yakni kurang melibatkan peserta didik aktif dalam pembelajaran, sehingga penulis menawarkan model pembelajaran kooperatif yang mewajibkan peserta didik belajar dalam kelompok kecil. Model yang dipilih adalah tipe think pair share dengan talking stick. Pemilihan tersebut diharapkan dapat membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan hasil belajar. Diharapkan dengan adanya perangkat pembelajaran yang dikembangkanyang memiliki kriteria valid, praktis dan efektif, dapat menjadi salah satu alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran yang dapat meningkatkan komunikasi matematis peserta didik.

Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahap yakni tahap investigasi awal, tahap prototipe, dan tahap asesmen. Tahap investigasi awal adalah tahap observasi bagaimana keadaan disekolah SMK Prajnaparamitadidapatkanbahwa pembelajaran di sekolah masih menggunakan pembelajaran konvensional, hasil belajar masih rendah, dan peserta didik kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran.Kegiatan yang dilakukan pada tahap prototipe adalah merealisasikan pembuatan RPP dan LKPD yang bersetting think pair share dengan talkingstick, tes hasil belajar, dan membuat instrumen penelitian dalam mendukung keterlaksanaan penelitian pengembangan ini. Setelah selesai membuat prototipe dilanjutkan pada tahap assesmen. Perangkat pembelajaran divalidasi oleh dua validator  sampai menghasilkan prototipe final yang diujicoba di sekolah. Proses ujicoba di sekolah dilaksanakan untuk menilai kepraktisan dan keefektifan dari perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan. Subjek uji coba adalah peserta didik kelas X Farmasi SMK Prajnaparamita tahun pelajaran 2017/2018.

Hasilujicoba di sekolah untuk data keefektifan didapatkan dari hasil pengerjaan kuis peserta didik untuk setiap pertemuan dan hasil pre test dan post test peserta didik. Hasil kuis peserta didik untuk ketiga pertemuan semua di atas 60. Hasil Pre testpeserta didik mendapatkan rata-rata 64,4, dan post test peserta didik menunjukkan nilai sebesar 80,56 secara klasikal, sehingga perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki kriteria efektif.Untuk data kepraktisan didapatkan dari keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan, dan respon serta saran dari peserta didik.  Dari respon peserta didik didapatkan rata-rata sebesar 3,123 dengan kriteria praktis, sedangkan untuk saran yang diberikan oleh peserta didik sebesar 80 % peserta didik memberikan kesan positif seperti “dapat meningkatkan pemahaman saya bu.. saya lebih termotivasi belajar matematika”. Data keterlaksanaan pembelajaran mendapatkan nilai lebih dari 3 untuk setiap pertemuan, sehingga pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan RPP yang dikembangkan.  Berdasarkan respon dan keterlaksanaan pembelajaran maka perangkat pembelajaran yang dihasilkan sudah memenuhi nilai praktis.

Berdasarkan hasil uji validitas dan ujicoba perangkat pembelajaran di sekolah, maka hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran bersetting kooperatif tipe think pair share dengan talking stick pada materi fungsi yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, efektif dan praktis. Maka, perangkat yang dikembangkan dapat disebarluaskan ke sekolah umumnya.Saran untuk peneliti selanjutnya yakni diperlukan validator ahli (dosen sastra) untuk memeriksa tata bahasa dan penulisan yang baik dan benar, dan melakukan ujicoba pada lebih dari satu kelas agar didapatkan nilai keefektifan dan kepraktisan yang lebih signifikan.