DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Identifikasi Pengaruh Lintas Linguistik Bahasa Arab Dalam Tulisan Bahasa Inggris

Fathur Rahman Machmud

Abstrak


ABSTRAK

 

Machmud, Fathur Rahman. 2017. Identifikasi Pengaruh Lintas Linguistik Bahasa Arab dalam Tulisan Bahasa Inggris. Tesis. Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr.Yazid Basthomi M.A., (II) Prof. Dr. Effendy Kadarisman, MA., Ph.D.

 

Kata kunci: Cross-linguistic influence, interference, intralingual error, interlingual error

 

Penelitian terkini mengenai cross-linguistic influence (CLI) saat ini beralih dari pengaruh bahasa pertama (L1) pada bahasa kedua (L2) ke dalam pengaruh bahasa tambahan lainnya (L3). Hal ini bisa dipastikan disebabkan oleh era globalisasi dimana orang belajar dan berinteraksi dengan berbagai bahasa. Isu ini kemudian dibawa ke dalam konteks pengajaran EFL untuk siswa jurusan bahasa Arab di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menyelidiki interferensi L2 (bahasa Arab) siswa terhadap produk tulisan bahasa Inggris (L3) mereka.

Penelitian ini dilakukan secara kualitatif, lebih tepatnya dalam bentuk fenomenologi. Data dikumpulkan melalui kuesioner, tes kemahiran bahasa Inggris, laporan akademik siswa, penulisan komposisi bebas dan tugas penerjemahan. Dari 24 siswa, 13 siswa memenuhi berdasarkan persyaratan urutan penguasaan bahasa dan diambil sebagai subyek penelitian. Data tersebut kemudian dikumpulkan dari tulisan bebas dan tugas penerjemahannya dalam bentuk error yang dihasilkan oleh siswa. Setelah itu, peneliti melakukan pendekatan contrastive analysis dengan membandingkan error dengan L1 dan L2 siswa untuk menentukan sumber interferensi. Akhirnya, kesalahan dianalisis dan diklasifikasikan dengan memperhatikan tingkat kemampuan L2 siswa.

Penelitian ini menemukan bahwa siswa menghasilkan kesalahan intralingual dan interlingual dalam tugas penulisan dan penerjemahannya. Error yang paling banyak ditemukan adalah intralingual error dan bukannya interlingual error. Hal itu juga mengungkapkan bahwa dari 72 kesalahan interlingual, hanya 7 di antaranya dikonfirmasi merupakan bentuk transfer negatif dari L2 (bahasa Arab) siswa. Kesalahan ini dihasilkan oleh siswa di tingkat kemahiran bahasa Arab yang menunjukkan bahwa faktor kemahiran bahasa tidak memainkan peran yang sangat penting dalam konteks mahasiswa jurusan bahasa di Indonesia. Selain itu, peneliti mengungkapkan bahwa kesalahan L2 yang dihasilkan oleh siswa semuanya terjadi pada domain leksikal dan bukan bahasa gramatikal. Salah satu alasan yang masuk akal dari gangguan ini adalah karena faktor psiko (tipologis) bahasa. Peneliti kemudian sampai pada kesimpulan bahwa, siswa L1 memiliki jarak tipologi bahasa yang lebih dekat dengan L2 mereka, oleh karena itu gangguan tata bahasa dan leksikal banyak ditemukan dari L1 mereka dan bukan dari L2 mereka.