DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penjenjangan Perkembangan Struktural Siswa Sekolah Menengah Pertama Pada Masalah Pola

Khomsatun Ni'mah

Abstrak


ABSTRAK

 

Khomsatun Ni’mah. 2017. Penjenjangan Perkembangan Struktural Siswa Sekolah Menengah  Pertama Pada Masalah Pola. Disertasi, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Promotor: Prof. Drs. Purwanto, Ph.D, Ko-Promotor (I): Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd, Ko-Promotor (II): Dr. Erry Hidayanto, M.Si

 

Setiap representasi siswa dalam memecahkan masalah menunjukkan tingkat perkembangan struktural tertentu, tetapi tingkat perkembangan strukturalnya yang berbeda-beda. Ide tentang tingkat perkembangan struktural (terdiri dari lima tingkat perkembangan struktural, diantaranya: prestructural, emergent structural, partial structural, structural, dan advance structural. Namun tingkat perkembangan struktural tersebut berlaku untuk siswa prasekolah, masih bersifat umum dan tidak tegas memperlihatkan karakteristik-karakteristik tingkat perkembangan struktural dalam matematika. Karakteristik-karateristik yang tegas dapat membedakan secara jelas dan rinci antara tingkat yang satu dengan tingkat yang lain.  

 Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk merekonstruksi tingkat perkembangan struktural siswa prasekolah ke siswa sekolah menengah dalam memecahkan masalah pola yang valid dan reliabel. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berbasis tugas. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII yang terdiri dari dua belas orang dari SMP Negeri 1 Nganjuk. Proses penelitiannya mengikuti tahap-tahap: (a) merumuskan teori hipotetik awal berdasar kajian teori dan didukung dengan data empiris awal , (b) menvalidasikan draf tingkat perkembangan struktural pada ahli, (c) melakukan prapenelitian, (d) merevisi draf tingkat perkembangan struktural, (e) melakukan pengambilan data, (f) melakukan analisis dengan metode perbandingan tetap, dan (g) menuliskan penjenjangan perkembangan struktural siswa dalam memecahkan masalah pola.

Penelitian ini akhirnya menghasilkan penjenjangan perkembangan struktural dalam matematika yang valid dan reliabel sebagai berikut:

TPS 1 (prestructural)

Subjek-subjek yang memenuhi ciri dari karakteristik tersebut adalah sebagai berikut: pengorganisasian struktur spasial dan struktur numerik masih mengacu pendapat subjektif, serta kemampuan mengubah konteks soal mangacu pendapat subjektif.

TPS 2 (emergent structural)

Subjek-subjek yang memenuhi ciri dari  karakteristik tersebut adalah sebagai berikut: pengorganisasian struktur spasial dan struktur numerik masih belum tepat, serta ketidakonsistenan mengajukan pendapat secara subjektif pada pemecahan masalah.

 TPS 3 (partial structural)

Subjek-subjek yang memenuhi ciri dari karakteristik tersebut adalah sebagai berikut: pengorganisasian struktur spasial dan struktur numerik secara tidak konsisten, serta ketidakonsistenan mengaitkan antara beberapa karakteristik dari bangun datar.

TPS 4 (structural)

Subjek-subjek yang memenuhi ciri karakteristik tersebut adalah sebagai berikut: pengorganisasian struktur spasial dan struktur numerik secara tepat, serta kemampuan mengaitkan antara beberapa karakteristik dari bangun datar.

TPS 5 (quasi structural)

Subjek-subjek yang memenuhi ciri karakteristik tersebut adalah sebagai berikut: pengorganisasian struktur spasial dan struktur numerik secara tepat, kemampuan menyusun konjektur pola suku ke-n secara tepat, kemampuan mengaitkan antara beberapa karakteristik dari bangun datar, ketidakonsistenan mengaitkan antara gambar dengan konsep matematika, serta kemampuan memanipulasi bilangan dalam memecahkan masalah.

TPS 6 (advance structural)

Subjek-subjek yang memenuhi ciri dari karakteristik tersebut adalah sebagai berikut: pengorganisasian struktur spasial dan struktur numerik secara tepat. Kemampuan menyusun konjektur pola suku ke-n dengan tepat. Kemampuan membuat generalisasi pola suku ke-n. Kemampuan mengaitkan antara beberapa karakteristik dari bangun datar. Kemampuan memanipulasi aljabar dari beberapa konsep matematika secara logis.