DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Model Mental dan Keterampilan Berpikir Kreatif Fisika Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Elastisitas

John Rafafy Batlolona

Abstrak


ABSTRAK

 

Batlolona, John Rafafy. 2017. Model Mental dan Keterampilan Berpikir Kreatif Fisika Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Elastisitas. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wartono, M.Pd., dan (II) Dr. Markus Diantoro, M,Si.

 

Kata Kunci: PBL, model mental, keterampilan berpikir kreatif, elastisitas

 

Kajian model mental dan keterampilan berpikir kreatif fisika siswa melalui model PBL hingga saat ini masih terbatas.Oleh karena itu diperlukan kajian yang kompresensif dan mendalam mengenai proses perubahan atau perkembangan model mental dan keterampilan berpikir kreatif siswa.Kajian tentang model mental dan keterampilan berpikir kreatif telah diperkenalkan secara luas keseluruh dunia dalam kajian psikologi hingga saat ini belum ada penelitian model mental SMD dan keterampilan berpikir kreatifpada kajian fisika untuk elastisis suatu bahan, sehingga dengan keterbatasan yang ada maka dilakukan kajian yang lebih mendalam.

Penelitian mixed methodsini bertujuan untuk menganalisis: 1) model mental siswa fisika siswa pada materi elastisitas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan konvensional, 2) keterampilan berpikir kreatif siswa fisika siswa pada materi elastisitas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan konvensional. Mixed methods ini memberikan pemahaman yang lebih menarik terhadap masalah penelitian, daripada penggunaan metode kuantitatif dan kualitatif secara tersendiri. Penelitian yang dilakukan menggunakan desain embedded experimental model.

Penelitian ini menemukan bahwa setelah pembelajaran model PBL,siswa mulai berkembang pada setiap pertemuan, namun nilai perkembangan bervariasi. Data N-gain pretest dan posttest siswa pada model mental kelas eksperimen dan kontrol juga berbeda yaitu 0,64 dan 0,43. Begitu juga pada keterampilan berpikir kreatif siswa dengan nilai N-gain 0,70 dan 0,44. Hal ini membuktikan bahwa model PBL sangat efektif dalam meningkatkan model mental dan keterampilan berpikir kreatif siswa. Data model mental dan keterampilan berpikir kreatif siswa yang mengalami pembelajaran PBL lebih tinggi 140,79% dan 122,89, bila dibandingkan dengan konvesional 92,39% dan 199,19%.

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah model PBL menunjukan pengaruh sangat signifikan terhadap model mental dan keterampilan berpikir kreatif. Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa guru dapat mengaktifkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang berbasis konstruktivistik salah satunya adalah PBL, sehingga bermanfaat untuk mempersiapkan siswa pada era keterbukaan. Penelitian selanjutnya juga diharapkan untuk mengukur dan memperbaiki model mental dan keterampilan berpikir kreatif fisika siswa pada pembelajaran sains di SD, SMP, maupun perguruan tinggi agar menjadi SDM yang unggul pada masyarakat dan masa yang akan datang dan diiperlukan kajian mengenai hubungan model mental dan keterampilan berpikir kreatif dengan variabel-variabel pembelajaran lain.