DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EVALUASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL CIPP PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF KOMPETENSI KEAHLIAN MULTIMEDIA DI SMK

AMIDATUS SHOLIHAT JAMIL

Abstrak


ABSTRAK

 

Evaluasi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran produktif kompetensi multimedia di SMK, ditinjau dari aspek context, input, proses, dan product. Penjabaran masing-masing komponen antara lain: (1) latar belakang didirikannya kompetensi keahlian multimedia, kondisi geografis social ekonomi siswa dan daya dukung masyarakat terhadap adanya kompetensi keahlian multimedia, (2) input SDM (guru, siswa) dan sumber daya lain (dana, peralatan, perlengkapan, bahan) kompetensi keahlian multimedia, (3) pelaksanaan pembelajaran (meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi), serta penciptaan lingkungan kelas pada pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran produktif kompetensi keahlian multimedia, (4) hasil belajar mata pelajaran produktif multimedia yang bersifat akademik, masalah serta hambatan yang dihadapi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran produktif kompetensi keahlian multimedia di SMK Negeri Kabupaten Pasuruan.

Evaluasi menggunakan rancangan penelitian multi situs dengan menggunakan model CIPP yang beroientasi pada analisis berdasarkan pendekatan evaluasi program. Evaluasi dilakukan mengacu pada komponen yang ada pada model CIPP dengan subjek penelitian yang ditentukan dengan teknik purposive sampling dan menetapkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarpras dan kurikulum, kepala kompetensi keahlian, guru produktif multimedia, dan siswa kelas XI kompetensi keahlian multimedia di SMKN 1 Gratidan SMKN 1 Purwosari sebagai subjek penelitian. Instrumenevaluasiyang digunakan adalah lembar observasi yang didukung dengan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan secara analisis deskriptif kualitatif dengan rancangan multi situs, karena penelitian ini dilakukan di dua lokasi penelitian yang berbeda namun memiliki persamaan dalam penelitian.

Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa : 1) Proses pendirian kompetensi keahlian multimedia diawali dengan, (a) mempelajari rencana strategi kabupaten Pasuruan, (b) Analisis SWOT dan kebutuhan pasar, (c) Melakukan studi kelayakan wilayah mulai dari lingkup sekitar sekolah setempat, meluas ke wilayah kabupaten hingga lingkup nasional, (d) Daya dukung masyarakat terhadap adanya kompetensi keahlian multimedia di SMK menjadi salah satu nilai tambah bagi keberadaan kompetensi keahlian multimedia di SMK, 2) Input –an guru produktif dan siswa kompetensi kehalian multimedia akan menjadi lebih terjaga kualitasnya ketika ada sebuah tes untuk mengukur hal tersebut, (3) Tes untuk calon siswa kompetensi keahlian multimedia difokuskan pada bidang multimedia sehingga pihak sekolah dapat mengetahui focus minat calon siswa, (4) Sumber daya lain sangat diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran produktif multimedia di SMK, sepeti dana yang cukup untuk melengkapi sarana prasarana dan sarana prasarana itu sendiri, 5) Sebuah pelaksanaan pembelajaran terdiri dari 3 tahap, (a) perencanaan yang diaplikasikan dengan pembuatan RPP oleh setiap guru produktif dan dilaksanakan tiap awal tahun pelajaran, (b) proses pembelajaran dikatakan efektif ketika sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dan dituliskan pada RPP masing-masing guru produktif, (c) evaluasi dilaksanakan ketika hingga setelah proses pembelajaran berlangsung, setelah itu, diadakan remedial yang sesuai dengan ketidak tuntasan masing-masing siswa, 6) Hambatan belajar siswa di masing-masing sekolah kemungkinan besar memiliki perbedaan sesuai dengan berbagai kondidsi yang ada di sekolah, 7) hasil belajar  mata pelajaran produktif multimedia idealnya adalah diatas nilai kriteria ketuntasan minimum (KKM), maka dari itu jika rata-rata nilai siswa masih berada pada pres nilai KKM maka perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem belajar yang diterapkan pada tiap-tiap sekolah.

Setelah diketahui hasil evaluasi, maka dapatdisarankan kepada SMK yang ada di Kabupaten Pasuruan bahwa perlu adanya musyawarah antar kepala SMK di Kabupaten Pasuruan secara periodik untuk membahas proses pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran produktif multimedia, sehingga ada satu acuan garis besar yang sudah disesuaikan dengan kearifan lokal serta melibatkan semua komponen yang ada terutama pihak DUDI untuk melakukan sinkronisasi kurikulum dalam hal pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran produktif multimedia. Selanjutnya dapat disarankan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan bahwa hendaknya ada acuan secara garis besar dalam pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran produktif multimedia yang secara sah dikeluarkan oleh dinas pendidikan