DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hambatan dan Faktor Penyebabnya Praktik Kerja Industri Ditinjau dari Tahap Persiapan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Siswa SMK Kompetensi KeahlianTeknik Pemesinan

Fajar Satriya Hadi

Abstrak


ABSTRAK

 

Dalam pelaksanaan Prakerin dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi terdapat hambatan dan faktor penyebabnya yang dialami siswa. Jika hambatan prakerin yang dialami siswa banyak maka hasil Prakerin siswa tidak optimal ini bertentangan dengan tujuan pendidikan kejuruan dan tujuan prakerin. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan memerikan hambatan dan faktor penyebab praktik kerja industry ditinjau dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi siswa SMK kompetensi keahlian Teknik Pemesinan.

 

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian ditentukan dengan proporsional random sampling sebesar 82 siswa, untuk guru dengan diambil semua 10 guru, untuk instruktur dengan purposive sampling 6 instruktur industri. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, kuesioner,dan wawancara. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif.

Hasil penelitian ini ditinjau dari hambatan persiapan(1)kesulitan pada mencari tempat Prakerin yang sesuai dengan bakat, minatdanprogram keahlianya faktor penyebabnya kurangnya informasi tempat prakerin; (2) kesulitan mencari tempat tinggal sementara/kos faktor penyebabnya pihak sekolah dan DU/DI tidak menyediakan kos namun guru dan DU/DI membantu mencarikan kos. Ditinjau dari hambatan pelaksaan(1)kesulitan tidak relevannya keahlian dengan pekerjaan dan tugas yang di kerjakan siswa di tempat prakerin faktor penyebabnyasiswa menganggap prakerin syarat formalitas kelulusan, mesin di industri berbeda dengan disekolahdankurangnyakomunikasiantara guru pembimbing dengan pihak industri, DU/DI tidak terlibat dalam penyusunan kurikulum prakerin;(2) kedisiplinan siswa yang rendah faktor penyebabnya dari siswa sendiri memiliki sikap kedisiplinan rendah;(3) penerapan K3 yang tidak sesuai SOP dan peralatan K3/ Safety tool tidak lengkap faktor penyebabnya industri memilki keterbatasan sarana dan prasarana;(4) Kurang intensifnya bimbingan instruktur pada siswa prakerin faktor penyebabnya banyaknya pekerjaan instruktur Prakerin sehingga bimbingan kurang intensif. Ditinjau dari hambatan evaluasi(1) kesulitan pada perencanaan karir siswa factor penyebabnya kurang relevan pekerjaan yang kerjakan siswa sehingga kurang sesuai dengan minat dan keahlian siswa.Tindak lanjut penelitian ini sebaiknya (1) pihak sekolah dan industri membuat MoU Prakerin; (2)pihak sekolah menyediakan pusat informasi prakerin dan bimbingan karir siswa;(3) pihak sekolah dan DU/DI membantu menyediakan akomodasi siswa;(4) guru dan instruktur meningkatkan intensitas bimbingan dan kedisiplinan siswa;(5) penentuan kurikulum Prakerin melibatkan pihak industri;(6)pihak sekolah dan industri menerapan K3 sesuai SOP.