DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Teknik Restrukturisasi Kognitif untuk Meningkatkan Efikasi Diri Pengambilan Keputusan Karier Siswa Sekolah Menengah Atas

Kade Sathya Gita Rismawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Rismawan, K.  S. G. 2017. Keefektifan Teknik Restrukturisasi Kognitif untuk Meningkatkan Efikasi Diri Pengambilan Keputusan Karier Siswa Sekolah Menengah Atas. Tesis, Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd. (2) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si.

 

Kata Kunci: Efikasi Diri Pengambilan Keputusan Karier, Restrukturisasi Kognitif, SSD

 

Efikasi diri pengambilan keputusan karier merupakan hasil belajar berupa keyakinan terhadap kemampuan diri dalam melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan eksplorasi dan pilihan karier. Rendahnya efikasi diri pengambilan keputusan karier individu disebabkan oleh kesalahan berpikir dan respon yang salah terhadap pengalaman. Efikasi diri pengambilan keputusan karier dapat ditingkatkan melalui teknik restrukturisasi kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan teknik restrukturisasi kognititf untuk meningkatkan efikasi diri pengambilan keputusan karier siswa sekolah menengah atas.

Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan desain Single Subject Reasearch. Bentuk desain yang digunakan adalah Multiple Baseline Across Subject. Populasi penelitian ini berjumlah 144 siswa SMA kelas XII di SMA Lab Undiksha Singaraja. Subjek penelitian berjumlah 3 siswa yang dijaring menggunakan skala efikasi diri pengambilan keputusan karier. Instrumen perlakukan dalam penelitian ini berupa buku panduan teknik restrukturisasi kognitif untuk meningkatkan efikasi diri pengambilan keputusan karier. Data dikumpulkan menggunakan skala efikasi diri pengambilan keputusan karier dengan nilai validitas Alpha Croanbach ≥ 0,3 dan nilai reliabilitas sebesar 0,953. Analisis data dilakukan dengan analisis data visual yang terdiri dari analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.

Hasil penelitian menunjukan tingkat efikasi diri pengambilan keputusan karier siswa meningkat pada fase intervensi. Hasil analisis dalam kondisi pada subjek 1 skor menunjukan hasil stabil menurun pada kondisi baseline sedangkan skor menunjukan hasil stabil meningkat pada kondisi intervensi. Hasil analisis antar kondisi menunjukan skor efikasi diri pengambilan keputusan karier meningkat sebanyak 48 poin dimana pada fase baseline skor pada akhir sesi sebesar 108 dan pada fase intervensi skor yang diperoleh sebesar 156. Secara visual peningkatan tersebut termasuk peningkatan yang signifikan dan menandakan bahwa teknik restrukturisasi kognitif efektif untuk meningkatakan efikasi diri pengambilan keputusan karier Subjek 1. Peningkatan efikasi diri pengambilan keputusan karier Subjek 1 ditandai juga dengan penetapan pilihan karier setelah lulus SMA yaitu melanjutkan ke salah satu perguruan tinggi dan bekerja paruh waktu.

Hasil analisis dalam kondisi pada subjek 2 skor menunjukan hasil stabil menurun pada kondisi baseline sedangkan skor menunjukan hasil stabil meningkat pada kondisi intervensi. Hasil analisis antar kondisi menunjukan skor efikasi diri pengambilan keputusan karier meningkat sebanyak 40 poin dimana pada fase baseline skor pada akhir sesi sebesar 104 dan pada fase intervensi skor yang diperoleh sebesar 154. Secara visual peningkatan tersebut termasuk peningkatan yang signifikan dan menandakan bahwa teknik restrukturisasi kognitif efektif untuk meningkatakan efikasi diri pengambilan keputusan karier Subjek 2. Peningkatan efikasi diri pengambilan keputusan karier Subjek 2 ditandai juga dengan adanya tindakan nyata eksplorasi informasi perguruan tinggi dan penyusunan beberapa alternatif pilihan jurusan di perguruan tinggi yang diminati oleh Subjek 2.

Hasil analisis dalam kondisi pada subjek 3 skor menunjukan hasil stabil menurun pada kondisi baseline sedangkan skor menunjukan hasil stabil meningkat pada kondisi intervensi. Hasil analisis antar kondisi menunjukan skor efikasi diri pengambilan keputusan karier meningkat sebanyak 24 poin dimana pada fase baseline skor pada akhir sesi sebesar 115 dan pada fase intervensi skor yang diperoleh sebesar 139. Secara visual peningkatan tersebut termasuk peningkatan yang signifikan dan menandakan bahwa teknik restrukturisasi kognitif efektif untuk meningkatakan efikasi diri pengambilan keputusan karier Subjek 3. Peningkatan efikasi diri pengambilan keputusan karier Subjek 3 ditandai juga dengan adanya tindakan nyata eksplorasi informasi terkait dengan pilihan karier, membuat perencanaan karier, menyeleksi dan menentukan tujuan, serta menyelesaikan setiap masalah yang berkaitan dengan penetapan kariernya.

Berdasarkan hasil penelitian, diajukan beberapa saran, (1) untuk konselor sekolah sebaiknya menggunakan teknik restrukturisasi kognitif untuk meningkatkan efikasi diri pengambilan keputusan karier siswa, (2) untuk peneliti selanjutnya disarankan agar meneliti aspek kognitif siswa dalam penggunaan teknik restrukturisasi kognitif dan lebih memperdalam bahasan mengenai aspek-aspek efikasi diri pengambilan keputusan karier, (3) untuk siswa agar menggunakan teknik restrukturisasi kognitif dalam meningkatkan efikasi diri pengambilan keputusan karier, (4) untuk mahasiswa disarankan agar menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk menunjang perkuliahan maupun melakukan penelitian lanjutan.