DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Defragmentasi Struktur Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Analogi

Masithoh Yessi Rochayati

Abstrak


ABSTRAK

Rochayati, Masithoh Yessi. 2017. Defragmentasi Struktur Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Analogi. Tesis, Jurusan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Subanji, S.Pd, M.Si., (2) Prof. Drs. Akbar Sutawidjaja, M.Ed, Ph.D.

 

Kata kunci: kesalahan, fragmentasi struktur berpikir, defragmentasi struktur berpikir, masalah analogi

 

Salah satu jenis penalaran dalam matematika adalah penalaran analogi. Keistimewaan dari penalaran analogi adalah dapat digunakan untuk mereduksi kompleksitas masalah matematika. Dalam penelitian ini, masalah matematika yang dapat diselesaikan dengan menggunakan penalaran analogi disebut sebagai masalah analogi. Masalah analogi dapat muncul pada berbagai topik matematika. Meskipun demikian, tidak semua siswa dapat menyelesaikan masalah analogi dengan baik. Ketidakmampuan siswa dalam menyelesaikan masalah analogi dapat terjadi karena adanya fragmentasi struktur berpikir. Fragmentasi struktur berpikir dapat diatasi melalui defragmentasi struktur berpikir.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif karena bertujuan mendeskripsikan proses defragmentasi struktur berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah analogi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malamg. Subjek penelitian merupakan siswa XI yang terdiri dari 6 siswa dengan rincian 2 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 2 siswa berkemampuan rendah. Instrumen penelitian terdiri atas instrumen utama, yaitu peneliti, dan instrumen pendukung, yaitu soal persamaan kuadrat, soal persamaan logaritma, serta pedoman wawancara. Soal persamaan kuadrat berfungsi sebagai sumber analogi, sedangkan soal persamaan logaritma berfungsi sebagai masalah analogi.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa kesalahan subjek dalam menyelesaikan masalah analogi meliputi kesalahan memahami, kesalahan transformasi, dan kesalahan keterampilan proses. Kesalahan memahami menunjukkan fragmentasi lubang konstruksi dan fragmentasi konstruksi pseudo salah. Fragmentasi lubang konstruksi diatasi dengan defragmentasi dalam bentuk scaffolding, sedangkan fragmentasi konstruksi pseudo salah diatasi dengan defragmentasi dalam bentuk scaffolding dan pengondisian disequilibrasi. Sementara itu kesalahan transformasi dan kesalahan keterampilan  proses menunjukkan fragmentasi ketiadaan struktur berpikir analogi. Fragmentasi tersebut diatasi peneliti dengan defragmentasi dalam bentuk scaffolding.