DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Identifikasi Miskonsepsi dan Efektifitas Strategi Predict,Observe,Explain (POE) dalam Memperbaiki Miskonsepsi Neraca Massa pada Siswa SMK Kimia Industri.

Ragil Sugeng Dewantoro

Abstrak


ABSTRAK

 

Dewantoro, Ragil S, 2017. Identifikasi Miskonsepsi dan Efektifitas Strategi Predict,Observe,Explain (POE) dalam Memperbaiki Miskonsepsi Neraca Massa pada Siswa SMK Kimia Industri. Tesis, Jurusan Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr Subandi M.Si, (2) Dr.Fauziatul Fajaroh, M S

 

Kata kunci :kimia industri, miskonsepsi, neraca massa, POE, tes two tier

 

Neraca massa merupakan sub materi yang membahas perhitungan yang tepat dari semua bahan-bahan yang masuk ke dalam sistem, yang terakumulasi dan yang keluar darisistem dalam waktu tertentu. Hal tersebut sesuai dengan hukum kekekalan massa, bahwa massa tak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Neraca massa yang disusun juga menggambarkan komponen – komponen apa saja yang terdapat dalam  aliran massa baik yang masuk dan keluar. Neraca massa juga akan menjadi dasar perhitungan perhitungan lain dalam kimia industri, seperti untuk menghitung spesifikasi alat, menghitung neraca energi , dan sebagainya. Neraca massa menjadi hal yang penting dan wajib dikuasai oleh siswa SMK Kimia Industri, sebagai landasan untuk mempelajari proses perubahan bahan baku menjadi produk, selain itu juga dipelajari desain dan perhitungan alat alat yang digunakan dalam proses industri. Sementara itu juga ada indikasi  miskonsepsi siswa dalam sub materi ini, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi dan uji coba strategi Predict–Observe-Explain(POE) untuk memperbaiki miskonsepsi yang terjadi.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan pra eksperimental. Rancangan penelitian deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa dalam materi neraca massa. Sedangkan rancangan pra eksperimental bertujuan untuk memperbaiki miskonsepsi yang ditemukan dengan menggunakan strategi POE.Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen pengukuran dan instrumen perlakuan. Instrumen pengukuran yang digunakan yaitu Instrumen Diagnostik Materi Neraca Massa  (IDNM) untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi neraca massa yang berbentuk soal ­tipe two-tier, sedangkan instrumen perlakuan berupa RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Neraca Massa menggunakan strategi POE.Kedua instrumen tersebut telah divalidasi oleh dua validator ahli.  Hasil validasi menunjukkan bahwa kedua instrumen tersebut sudah valid dan layak. Dimana IDNM mendapatkan skor validitas rata-rata 87,77% dengan kategori layak dan valid dengan t hitung 0,543 serta reliabel dengan skor Cronbach's Alpha 0,881. RPP mendapatkan skor validitas 93,69% dengan kategori sangat baik.

Ada tiga temuan dalam penelitian ini. Pertama, hasil tes diagnostik menggunakan IDNM menunjukkan adanya miskonsepsi dan kesulitan siswa yang cukup signifikan pada materi neraca massa, dimana hal tersebut terjadi pada lebih dari 20% subjek penelitian, miskonsepsi tersebut adalah, , 1) siswa menganggap  gula yang dilarutkan akan hilang, sehingga massa larutan sama dengan massa pelarut, 2) bahwa ketika dilarutkan, gula akan bereaksi dengan air, sehingga massanya akan bertambah, , 3) perbandingan angka koefisien dalam persamaan reaksi tidak harus dinyatakan dalam perbandingan yang paling sederhana, 4) diperbolehkan menuliskan koefiesien persamaan reaksi dalam bentuk pecahan, 5)   perbandingan  koefisien dalam persamaan reaksi sama dengan perbandingan massa, 6) perbandingan mol sama dengan perbandingan massa, 7) meskipun tidak dalam fase gas, siswa menganggap perbandingan volume sama dengan perbandingan massa atau mol, 8) bahwa pereaksi dengan jumlah mol terkecil atau koefisien terkecil akan menjadi pereaksi pembatas. Sedangkan kesulitan yang dialami siswa adalah, 1) siswa sulit dalam menghitung volume ruang benda padahal sudah diktahui sisi - sisinya , 2) siswa tidak mengetahui perbedaan antara molekul dan atom. Kedua, strategi POE yang digunakan untuk memperbaiki miskonsepsi pada neraca massa tersebut menunjukkan efektifitas yang tinggi, karena mampu mengurangi miskonsepsi sebesar 76,02%  dari semula. Ketiga,dua minggu setelah perbaikan, konsep yang benar yang dimiliki siswa bertahan sebesar  91.27% yang menunjukkan bahwa retensi remidi tersebut sangat baik.