DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN Cindai Alus 1

EVI KARTIKA

Abstrak


ABSTRAK

 

Kartika, Evi. 2017. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN Cindai Alus 1. Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Pd., M.Ed., (2) Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd.

 

Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Keterlibatan Siswa, Berpikir Kritis

 

Telaah hasil observasi pada tahap pra tindakan di kelas IV SDN Cindai Alus 1 menunjukkan bahwa keterlibatan siswa masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan masih terbiasanya sebagian besar siswa terhadap pola pembelajaran lama pada tingkatan kelas sebelumnya yang terbatas pada aktivitas mendengarkan dan mencatat penjelasan guru saja, menganggap aktivitas-aktivitas saintifik dalam proses pembelajaran kurikulum 2013 sulit, dan belum mampu memberikan tanggapan ataupun pertanyaan terhadap kompetensi yang diajarkan saat diberikan kesempatan. Tinjauan dari hasil analisis tes juga menunjukkan bahwa berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis tes siswa yang hanya memperoleh persentase sebesar 61,90% pada indikator memberikan penjelasan dasar, 52,38% pada indikator menentukan dasar pengambilan keputusan dan menarik kesimpulan, 42,85% pada indikator memberikan penjelasan lebih lanjut, serta 38,09% pada indikator memperkirakan dan menggabungkan pendapat. Pemecahan kedua masalah tersebut diupayakan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah yang berlandaskan pada teori konstruktiviseme. Tujuan penelitian ini yaitu  untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis masalah yang dapat meningkatkan keterlibatan dan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Cindai Alus 1.

Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart, meliputi tahap perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi yang dilaksanakan bersiklus secara sistematis dan terkait satu sama lain. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus dan terdiri dari empat pertemuan di setiap siklusnya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Cindai Alus 1 yang berjumlah 30 orang, terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan dengan kemampuan akademik yang heterogen. Pengumpulan data diperoleh dari rekap hasil observasi keterlaksanaan aktivitas guru, keterlibatan siswa, berpikir kritis, dan evaluasi berpikir kritis berdasarkan rubrik penilaian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keterlibatan dan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Cindai Alus 1. Secara terperinci, hasil penelitian berupa keterlaksanaan aktivitas guru dalam menggunakan pembelajaran berbasis masalah pada siklus I sebesar 60 menjadi 71 pada kategori sangat baik di akhir siklus II, keterlibatan siswa secara klasikal dari  siklus I sebanyak 20 siswa tergolong sangat aktif dan aktif menjadi 27 siswa tergolong sangat aktif dan aktif di akhir siklus II, berpikir kritis siswa secara klasikal dari siklus I sebanyak 5 siswa tergolong berpikir kritis sangat tinggi dan tinggi menjadi 27 siswa tergolong berpikir kritis sangat tinggi dan tinggi di akhir siklus II.