DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Group Investigation (GI) Berbasis Pendekatan Kontekstual Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPS (Studi Pada Siswa Kelas IV SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin)

Dini Hastuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Hastuti, Dini. 2017. Pengaruh Model Group Investigation (GI) Berbasis Pendekatan Kontekstual Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPS (Studi Pada Siswa Kelas IV SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin). Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sudarmiatin, M. Si., (2) Prof. Dra. Hj. Utami Widiati, M. A., Ph. D.

 

Kata kunci: Model Group Investigation (GI), pendekatan kontekstual, motivasi, hasil belajar

 

Proses belajar mengajar IPS di sekolah yang disampaikan hanya melalui ceramah dan diskusi biasa dianggap tidak menarik atau hanya siswa tertentu saja yang aktif bekerja dalam diskusi kelompok. Untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS, maka diperlukan suatu model pembelajaran inovatif, salah satunya yaitu model Group Investigation (GI) berbasis pendekatan kontekstual. Dengan penggunaan pendekatan kontekstual ini siswa membangun sendiri pengetahuan yang ada pada dirinya sendiri dan membuat siswa berlatih berpikir secara kritis dengan lingkungan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model GI berbasis pendekatan kontekstual terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV pada muatan IPS di SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin.

Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan rancangan penelitian Posttest Only Group Design untuk motivasi belajar dan Pretest-Posttest Control Group Design untuk tes hasil belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 82 siswa, sampel diambil menggunakan teknik Cluster Random Sampling berjumlah 54 siswa, 27 siswa  untuk kelas eksperimen dan 27 siswa untuk kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberikan 3 kali perlakuan. Pada pertemuan pertama guru memberikan apersepsi, tes tertulis awal (pretest) untuk hasil belajar. Pada pertemuan kedua, guru bersama siswa melakukan proses pembelajaran menggunakan model GI berbasis pendekatan kontekstual. Pada pertemuan ketiga, guru memberikan posttest berupa angket untuk mengukur motivasi belajar siswa dan tes tertulis akhir untuk hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Sedangkan pada kelas kontrol dilaksanakan pembelajaran yang biasa dilaksanakan di sekolah, yaitu pendekatan saintifik kurikulum 2013. Data dianalisis menggunakan statistik parametrik Independent sample t-test dengan bantuan Program SPSS 21 for window’s.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model GI berbasis pendekatan kontekstual tidak jauh berbeda dengan pembelajaran secara konvensional, sehingga tidak terdapat pengaruh secara signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terhadap motivasi belajar, hal ini disebabkan karena masalah waktu pelaksanaan yang tidak terlalu lama dan perlakuan hanya sekali dilakukan. Sedangkan untuk hasil belajar IPS siswa yang pembelajarannya dengan model GI mengalami peningkatan lebih tinggi secara signifikan dari pada pembelajaran secara konvensional (diskusi). Dengan demikian model GI berbasis pendekatan kontekstual terbukti memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPS siswa.