DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK BERORIENTASI LITERASI KREATIF BERMUATAN NILAI KEWIRAUSAHAAN

Sitti Rachmi Masie

Abstrak


ABSTRAK

 

Masie, Sitti Rachmi. 2017. Model Pembelajaran Menulis Cerita Pendek dengan Pendekatan Literasi Kreatif Bermuatan Nilai Kewirusahaan. Disertasi. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Wahyudi Siswanto, M.Pd., (2) Dr. Hj. Yuni Pratiwi, M.Pd., (3) Prof. Dr. H. Heri Suwignyo, M.Pd.

 

Kata Kunci: model pembelajaran, cerita pendek, literasi kreatif, nilai kewirausahaan

 

Penelitian dan pengembangan model menulis cerita pendek dengan pendekatan literasi kreatif bermuatan nilai kewirausahaan ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk membantu pengampu matakuliah menulis teks, khususnya menulis teks karya sastra. Hal ini dikarenakan mahasiswa (1) merasa kesulitan dalam pengembangan penulisan cerpen, (2) masih terikat pada pola unsur intrinsik, (3) masih kurang percaya diri dalam menulis cerpen, dan (4) belum adanya model yang sesuai dengan pembelajaran menulis cerpen.  Oleh karena itu, perlu pengkajian untuk mengembangkan sebuah model pembelajaran menulis cerita pendek. Dengan harapan mahasiswa memiliki kemampuan dalam menciptakan karya, khususnya cerita pendek.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah (1) menghasilkan model pembelajaran menulis cerita pendek dengan pendekatan literasi kreatif bermuatan nilai kewirausahaan, (2) mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran menulis cerita pendek dengan pendekatan literasi kreatif bermuatan nilai kewirausahaan.

Model pembelajaran menulis cerita dilakukan melalui pendekatan literasi kreatif. Literasi kreatif merupakan pengembangan literasi dalam hal menggali kompetensi dalam memahami wacana, baik sebagai pembaca maupun sebagai penulis. Pengertian pendekatan literasi kreatif dalam penelitian ini adalah penggabungan dari proses membaca teks dan menulis kreatif. Proses membaca teks adalah proses menginterpretasi makna dari beragam jenis teks melalui tahapan memahami, mengasosiasi, menganalisis, dan menyajikan. Proses selanjutnya mengonversi makna teks menjadi cerpen melalui pemodelan dan strategi imajinasi yang memiliki nilai kewirausahaan, yaitu nilai percaya diri, optimistis, kreatif dan inovatif, disiplin, keberanian, serta ketegaran.

Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam mengembangkan pembelajaran menulis cerita pendek dengan pendekatan literasi kreatif bermuatan nilai kewirausahaan adalah model Borg and Gall (R&D). Empat ciri utama dalam penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall (1989) adalah berikut ini. (1) Melakukan studi atau penelitian awal untuk mencari temuan-temuan penelitian terkait dengan produk yang akan dikembangkan, (2) mengembangkan produk berdasarkan temuan penelitian, (3) melakukan uji coba lapangan dalam latar situasi yang nyata berdasarkan produk tersebut digunakan, dan (4) melakukan revisi untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam tahap-tahap uji lapangan.

Deskripsi produk model pembelajaran menulis cerita pendek berdasarkan pendekatan literasi kreatif bermuatan nilai kewirausahaan, yang dipaparkan dalam model-model berikut ini; 1) pengantar, 2) model piramida-menulis cerita pendek bertema percaya diri dan optimistis, 3) model mozaik jurnalistik-menulis cerita pendek bertema kreatif dan inovatif, 4) model kipas-menulis cerita pendek bertema disiplin, 5) model saronde-menulis cerita pendek bertema keberanian, dan 6) blogroll-menulis cerita pendek bertema ketegaran.

Data dalam penelitian ini berupa data verbal dan data numerik. Data verbal diperoleh dari hasil saran penilaian validator, praktisi, dan proses uji lapangan, dan data  numerik diperoleh dari hasil penilaian terhadap produk dan uji efektifitas produk. Data yang telah dihimpun, dianalisis secara kualitatif, analisis data numerik dilakukan secara kuantitatif. Cara kuantitatif dilakukan dengan membandingkan hasil pretes dan postes.

Hasil uji t menggambarkan bahwa selisih rata-rata antara skor kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 11.38923 dan skor kelas eksperimen lebih tinggi. Standar error mean adalah 0.85540 dan pada tingkat keyakinan  95%  selisih rata-rata terendah adalah 8.76464 dan selisih rata-rata tertinggi adalah 14.01382. Di samping itu hasil uji t diperoleh nilai hitung sebanyak 8.720 dengan df= 49 dan signifikan pada level 0.000.

Hasil pengolahan data tersebut dipaparkan berikut ini. (1) Apabila sig ≤ 0.05 maka mean kedua kelompok berbeda secara signifikan. Dari data diketahui sig (2tailed) = 0.000 maka 0.000 ≤ 0.05, jadi dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata kelas eksperimen dan skor kelas kontrol berbeda secara signifikan. (2) Berdasarkan uji homogenitas, jika sig ≥0.05 maka kedua kelompok dianggap homogen. Data tersebut diketahui bahwa sig= 0.308. Jadi dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok termasuk kelompok yang homogen. (3) Jadi, mahasiswa kelas eksperimen 3B memiliki rata-rata skor yang lebih tinggi dari mahasiswa kelas kontrol 3C. Sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan produk Model Pembelajaran Menulis Cerita Pendek Berdasarkan Pendekatan Literasi Kreatif Bermuatan Nilai Kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menulis teks cerita pendek.