DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kontribusi Sikap Ekonomi, Hubungan Sosial, Kesejahteraan, Motivasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Perilaku Produktif Karyawan Pada UKM Industri Tenun Ikat Di Jawa Timur

Hariyono .

Abstrak


Hariyono, 2017. Kontribusi Sikap Ekonomi, Hubungan Sosial, Kesejahteraan, Motivasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Perilaku Produktif Karyawan Pada UKM Industri Tenun Ikat Di Jawa Timur. Disertasi, Program Studi pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika R. W. W., MA., M.Si., (II) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed.,M.Si., (III) Dr. Hari Wahyono, M.Pd.

 

Kata Kunci :      Sikap Ekonomi, Hubungan Sosial, Kesejahteraan, Motivasi, Kepuasan Kerja, Perilaku Produktif.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis kontribusi: (1) sikap ekonomi terhadap kepuasan kerja karyawan, (2) sikap ekonomi terhadap perilaku produktif, (3) hubungan sosial dengan kepuasan kerja, (4) hubungan sosial dengan perilaku produktif, (5) kesejahteraan dengan kepuasan kerja, (6) kesejahteraan dengan perilaku produktif, (7) motivasi kerja dengan kepuasan kerja, (8) motivasi kerja dengan perilaku produktif dan (9) kepuasan kerja dengan perilaku produktif karyawan pada Sentra Tenun Ikat di Jawa Timur.

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan explanatory. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 394 orang. Sampel ditetapkan sebesar 197 orang menggunakan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode kuisioner, diukur dengan menggunakan skala likert (nilai 1= sangat tidak setuju, nilai 2 = tidak setuju, nilai 3 = ragu-ragu, nilai 4 = setuju, dan nilai 5 = sangat setuju). Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) dengan menggunakan program LISREL 8.80., kemudian di lakun uji analisis faktor konfirmatori (confirmatory factor analysis) dan Uji Structur Equation Model (SEM).

Hasil penelitian membuktikan terdapat kontribusi positif  sikap ekonomi terhadap kepuasan kerja karyawan, dengan R2  sebesar 0,36 ,  T-value sebesar 5,09 dengan tingkat kesalahan α = 0,05. Dan terdapat kontribusi positif antara hubungan sosial terhadap kepuasan kerja,  dengan R2  sebesar 0,21 , T-value sebesar 3,07 dengan tingkat kesalahan α = 0,05. Selain itu terdapat kontribusi positif antara kesejahteraan karyawan terhadap kepuasan kerja, dengan R2  sebesar 0,16 dengan T-value sebesar 2,22 dengan tingkat kesalahan α = 0,05. Terdapat kontribusi positif antara motivasi kerja terhadap kepuasan kerja, koefisien kontribusi sebesar 0,22, T-value sebesar 3,08 dengan tingkat kesalahan α = 0,05. Terdapat kontribusi positif antara sikap ekonomi terhadap perilaku produktif karyawan, dengan R2  sebesar 0,16 ,T-value sebesar 2,54 dengan tingkat kesalahan α = 0,05. Terdapat kontribusi positif antara hubungan sosial terhadap perilaku produktif karyawan, dengan R2  sebesar 0,13 , T-value sebesar 2,10, dengan tingkat kesalahan α = 0,05. Terdapat kontribusi positif namun tidak signifikan antara kesejahteraan karyawan terhadap perilaku produktif karyawan, dengan R2  sebesar 0,05 , T-value sebesar 0,80 dengan tingkat kesalahan α = 0,05. Terdapat kontribusi negatif signifikan antara motivasi kerja terhadap perilaku produktif karyawan. dengan R2  sebesar -0,42, T-value sebesar 6,36 dengan tingkat kesalahan α = 0,05. Terdapat kontribusi positif antara kepuasan kerja terhadap perilaku produktif karyawan, dengan R2  sebesar 0,52 , T-value sebesar 6,87 dengan tingkat kesalahan α = 0,05.  Terdapat kontribusi positif antara sikap ekonomi terhadap perilaku produktif karyawan melalui kepuasan kinerja, dengan R2  sebesar 0,19 , T-value sebesar 4,05 dengan tingkat kesalahan α = 0,05.Terdapat kontribusi positif antara hubungan sosial terhadap perilaku produktif karyawan melalui kepuasan kinerja, sebesar 0,11, T-value sebesar 2,72 dengan tingkat kesalahan α = 0,05. Terdapat kontribusi positif antara kesejahteraan karyawan terhadap perilaku produktif karyawan melalui kepuasan kinerja, dengan R2  sebesar 0,08, T-value sebesar 2,15 dengan tingkat kesalahan α = 0,05,Terdapat kontribusi positif antara motivasi kerja terhadap perilaku produktif karyawan melalui kepuasan kinerja, dengan R2  sebesar 0,11, T-value sebesar 2,83 dengan tingkat kesalahan α = 0,05.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan semakin baik sikap ekonomi yang dilakukan maka akan semakin tinggi kepuasan kerja karyawan, semakin baik hubungan sosial yang dilakukan maka akan semakin tinggi kepuasan kerja karyawan, semakin baik kesejahteraan karyawan yang dilakukan maka akan semakin tinggi kepuasan kerja karyawan, semakin baik motivasi kerja yang dilakukan maka akan semakin tinggi kepuasan kerja karyawan, semakin baik sikap ekonomi yang dilakukan maka akan semakin tinggi perilaku produktif karyawan,  semakin baik hubungan sosial yang dilakukan maka akan semakin tinggi perilaku produktif karyawan, semakin baik kesejahteraan karyawan yang dilakukan belum tentu adanya peningkatan perilaku produktif karyawan, semakin baik motivasi kerja yang dilakukan maka belum tentu adanya peningkatan perilaku produktif karyawan, semakin baik kepuasan kerja yang dilakukan maka akan semakin tinggi perilaku produktif karyawan, semakin baik sikap ekonomi yang dilakukan maka akan semakin tinggi perilaku produktif karyawan seiring dengan semakin tingginya kepuasan kerja karyawan, semakin baik hubungan sosial yang dilakukan maka akan semakin tinggi perilaku produktif karyawan seiring dengan semakin tingginya kepuasan kerja karyawan, semakin baik kesejahteraan karyawan yang dilakukan maka akan semakin tinggi perilaku produktif karyawan seiring dengan semakin tingginya kepuasan kerja karyawan, semakin baik motivasi kerja yang dilakukan maka akan semakin tinggi perilaku produktif karyawan seiring dengan semakin tingginya kepuasan kerja karyawan.