DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Materi Bilangan Dengan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Number Sense Siswa SMP Kelas VII

Anis Suraida Safitri

Abstrak


ABSTRAK

 

Safitri, Anis Suraida. 2017. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Materi Bilangan Dengan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Number Sense Siswa SMP Kelas VII. Tesis, Pendidikan Matematika. Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd., M.A, (2) Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D.

 

Kata kunci: lembar kegiatan siswa, bilangan, kontekstual, number sense

 

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, yaitu: (1) pentingnya penguasaan bilangan yang baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari, (2) kemampuan number sense siswa SMP kelas VII masih rendah, (3) kemampuan number sense siswa dapat dilatih dan ditingkatkan melalui proses pembelajaran yang baik, (4) siswa belum memahami dan menguasai konsep dari materi yang diajarkan, (5) pendekatan kontekstual dapat memfasilitasi siswa untuk menemukan dan membangun konsep mereka sendiri, dan (6) perlunya lembar kegiatan siswa dengan pendekatan kontekstual untuk melatih kemampuan number sense siswa melalui pembelajaran matematika di sekolah.

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan lembar kegiatan siswa dengan pendekatan kontekstual pada materi bilangan untuk meningkatkan kemampuan number sense yang valid, praktis dan efektif. Lembar kegiatan siswa dikembangkan sebagai upaya untuk membantu siswa melatih dan meningkatkan kemampuan number sense siswa melalui materi bilangan SMP kelas VII.

Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model pengembangan Plomp (2010) yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu : (1) penelitian awal, (2) tahap pengembangan, dan (3) tahap asesmen. Dalam penelitian ini digunakan instrumen penelitian yang telah divalidasi oleh dua dosen pendidikan matematika. Instrumen yang digunakan diantaranya adalah instrumen validasi lembar kegiatan siswa, instrumen validasi rencana pelaksanaan pembelajaran, angket respon siswa, tes kemampuan number sense 1, tes kemampuan number sense 2, dan kisi-kisi tes kemampuan number sense 1 dan 2.

Uji kepraktisan dilakukan untuk memperoleh data yang menggambarkan seberapa mudah produk yang dihasilkan digunakan oleh siswa sebagai sumber belajar dan meningkatkan kemampuan number sense siswa. Uji kepraktisan dilakukan oleh 2 orang praktisi dan 2 orang pengamat aktivitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Praktisi dan pengamat merupakan guru matematika.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji kevalidan LKS, RPP, tes kemampuan number sense , dan angket respon siswa secara berturut-turut: 3,395; 3,466; 3,33; dan 3,5 masing-masing pada kategori valid. Hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa IP = 3,684 dan IO = 3,62 masing-masing pada kategori praktis. Hasil uji keefektifan menunjukkan bahwa 81,08% siswa mengalami peningkatan kemampuan number sense dan RS=3,73. Apabila dikonversi ke interval kriteria respon siswa, maka berada pada kualifikasi respon positif. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan telah memenuhi kriteria produk yang berkualitas sehingga dapat digunakan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan kemampuan number sense siswa.