DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengetahuan Metakognitif dan Problem Solving sebagai Dampak Process-Oriented Guided-Inquiry Learning (POGIL) dan Verifikasi pada Topik Asam-Basa.

Ivan Ashif Ardhana

Abstrak


ABSTRAK

 

Empat karakteristik topik asam-basa adalah: (1) terkoneksi secara historis dengan perkembangan teorinya; (2) melibatkan pemahaman konseptual dan algoritmik; (3) mencakup interelasi antar representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik; serta (4) bersifat aplikatif, integratif, dan kontekstual. Penguasaan karakter pertama membutuhkan pengetahuan deklaratif, yaitu pengetahuan dalam memberikan ketepatan definisi istilah, konsep, dan prinsip. Penguasaan karakter kedua membutuhkan pengetahuan prosedural, yaitu pengetahuan dalam mengeksekusi tugas terkait konsep dan perhitungan. Penguasaan karakter ketiga membutuhkan pengetahuan kondisional, yaitu pengetahuan dalam memadukan sejumlah informasi dan strategi dalam menyelesaikan soal. Penguasaan karakter keempat membutuhkan kemampuan problem solving, yaitu kemampuan menggunakan perolehan konsep untuk menyelesaikan permasalahan baru. Pengetahuan deklaratif, prosedural, dan kondisional merupakan komponen-komponen pengetahuan metakognitif. Dengan demikian, pengetahuan metakognitif dan kemampuan problem solving dibutuhkan siswa untuk memahami topik asam-basa secara komprehensif. Kesulitan siswa memahami topik asam-basa dapat disebabkan oleh pembelajaran di kelas yang belum mampu mengembangkan pengetahuan metakognitif dan kemampuan problem solving. Pembelajaran verifikasi yang masih sering digunakan untuk mengajarkan topik asam-basa memungkinkan perolehan konsep siswa menjadi kurang bermakna. Process-Oriented Guided-Inquiry Learning (POGIL) merupakan salah satu versi pembelajaran inkuiri terbimbing yang menghasilkan perolehan konsep bermakna, sehingga diduga efektif mengembangkan pengetahuan metakognitif dan kemampuan problem solving siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi: (1) adanya perbedaan pengetahuan metakognitif siswa pada topik asam-basa yang dibelajarkan menggunakan POGIL dan verifikasi; (2) adanya perbedaan kemampuan problem solving siswa pada topik asam-basa yang dibelajarkan menggunakan POGIL dan verifikasi; (3) adanya kemungkinan korelasi antara pengetahuan metakognitif dan kemampuan problem solvingsiswa pada topik asam-basa; dan (4) adanya interaksi antara jenis pembelajaran dan pengetahuan metakognitif terhadap kemampuan problem solving siswa pada topik asam-basa.

Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI program IPA SMAN 8 Malang tahun ajaran 2017/2018 yang terbagi menjadi 6 kelas. Subjek penelitian adalah 55 siswa pada dua kelas homogen yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling.Dua kelas tersebut dibagi menjadi kelas kontrol yang terdiri dari 28 siswa dan kelas eksperimen yang terdiri dari 27 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes pengetahuan metakognitif dan kemampuan problem solving yang dikembangkan peneliti. Tes pengetahuan metakognitif berupa 22 butir soal uraian yang terdiri dari 10 soal pengetahuan deklaratif, 7 soal pengetahuan prosedural, dan 5 soal pengetahuan kondisional. Instrumen tes pengetahuan metakognitif memiliki validitas isi sebesar 90,26% dengan kategori sangat tinggi dan koefisien reliabilitas Alpha Cronbachsebesar 0,67 dengan kategori tinggi. Tes kemampuan problem solving mengambil empat tema kontekstual dengan tipe problem yang bervariasi. Instrumen tes kemampuan problem solvingmemiliki validitas isi sebesar 93,50% dengan kategori sangat tinggi dan koefisien reliabilitas Alpha Cronbachsebesar 0,70 dengan kategori tinggi. Perolehan data skor posttes pengetahuan metakognitif dan kemampuan problem solvingdiolah menggunakan teknikIndependent Sample T-Test, Pearson product-moment correlation, dan two-way ANOVA dengan bantuan program SPSS Statistics 21.0.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pengetahuan metakognitif siswa pada topik asam-basa yang dibelajarkan menggunakan POGIL dan verifikasi; (2) terdapat perbedaan kemampuan problem solving siswa pada topik asam-basa yang dibelajarkan menggunakan POGIL dan verifikasi; (3) terdapat hubungan antara pengetahuan metakognitif dengan kemampuan problem solving siswa pada topik asam-basa dalam kategori kuat; serta (4) tidak terdapatinteraksi antara jenis pembelajaran dan pengetahuan metakognitif dengan kemampuan problem solving siswa pada topik asam-basa.