DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PROFIL DEFINISI DIRI DAN DEFINISI SITUASI REMAJA AKHIR SERTA IMPLIKASI KONSELINGNYA: Studi Fenomenologi Perjalanan Hidup Seseorang Pemuda dalam Penjajakan Karier.

Fitriana .

Abstrak


ABSTRAK

 

Kajian ini didasarkan pada pentingnya definisi diri dan definisi situasi dalam kehidupan manusia. Salah satunya dalam hal perjalanan karir, setiap orang memiliki pertimbangan sebelum memutuskan untuk menjadi apa, mau kerja apa, siapa saya dan pekerjaan apa yang cocok untuk saya selalu diawali oleh proses evaluasi yang ditentukan sendiri oleh pelaku karier yang disebut sebagai definisi diri. Begitu pula dengan faktor situasi yang akan berpengaruh terhadap pilihan karier orang yang bersangkutan. Subjek akan dihadapkan pada situasi yang berbeda ketika berhadapan dengan dunia kerja. Pada intinya definisi diri dan definisi situasi merupakan hal konkret yang menjadi pertimbangan sendiri ketika orang dihadapkan pada situasi-situasi pilihan untuk berbuat atau tidak. Hal itu tentu saja ketika dikembangkan akan sangat berperan dalam hal pengambilan keputusan, salah satunya dalam pilihan-pilihan pekerjaan.

Fokus penelitian ini untuk mengungkap pola definisi diri dan definisi situasi subjek berdasarkan pengalaman hidup yang dilalui serta konsekuensi fluktuasi kedua aspek tersebut terhadap konstruksi pemikiran subjek tentang dunia kerja. Selanjutnya penelitian ini mengungkapkan tipe konseling yang cocok untuk karakter seperti subjek.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi, yaitu peneliti berusaha untuk masuk ke dalam dunia konseptual subjek yang diteliti, yaitu remaja sehingga peneliti mengerti apa dan bagaimana pandangan/pemikiran remaja dalam memandang pekerjaan yang baik. Subjek penelitian adalah seseorang remaja di Kab. Sinjai, Sulawesi Selatan. Teknik pengumpulan data menggunakan empat cara yaitu life story, wawancara mendalam, observasi, dalam pemanfaatan media sosial. Metode validasi menggunakan dua cara yaitu ketekunan pengamatan dan triangulasi data. Tahap-tahap penelitian adalah tahap pra lapangan, pekerjaan lapangan, analisis data, penarikan kesimpulan, dan tahap penyelesaian.

Adapun hasil dari penelitian ini adalah pertama, ditemukan beberapa aspek definisi diri yaitu kesederhanaan, rendah diri, pekerja keras, kemandirian, malu ketika tidak bekerja, petualang/ petarung, keterampilan, motivasi yang tinggi, nomaden dan kemampuan beradaptasi. Fluktuasi aspek-aspek yang terjadi dalam diri subjek  terbentuk dalam pola yang dikategorikan menjadi dua bagian yaitu definisi diri superior dan definisi diri inferior. Kedua, ditemukan beberapa aspek definisi situasi subjek yaitu pekerjaan adalah tempat belajar, pekerjaan adalah tempat aktualisasi diri, pekerjaan adalah wadah evaluasi diri, pekerjaan yang baik adalah yang bebas, dukungan orang tua (tidak sejalan), pekerjaan adalah jalan rejeki, dan bekerja dibawah tekanan mengurangi performa kerja. Adapun fluktuasi definisi situasi yang terjadi terbentuk dalam pola yang dikategorikan dalam dua aspek, yaitu definisi situasi sebagai enabling factor dan definisi situasi sebagai constraining factor. Ketiga, tipe konseling yang cocok untuk subjek adalah tipe konseling postmodern.