DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Argumentasi Ilmiah dan Pemecahan Masalah dalam Mempelajari Konsep Gaya dan Gerak dengan Pembelajaran Argument-Driven Inquiry

Adetya Dewi Wardani

Abstrak


ABSTRAK

 

Kemampuan argumentasi ilmiah dan pemecahan masalah pada konsep gaya dan gerak khususnya Hukum Newton merupakan kemampuan yang penting dimiliki siswa, namun pembelajaran di kelas saat ini masih belum mengembangkan kemampuan argumentasi ilmiah dan pemecahan masalah dengan baik. Hal ini menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan argumentasi ilmiah dan pemecahan masalah pada konsep gaya dan gerak. Argument-DrivenInquiry(ADI) merupakan salah satu model pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan argumentasi ilmiah dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan argumentasi ilmiah dan pemecahan masalah siswa pada konsep gaya dan gerak dengan pembelajaran ADI.

Penelitian ini menggunakan rancangan mixed method embedded design: embedded experimental model. Rancangan penelitian ini digunakan agar diperoleh gambaran mendalam tentang kemampuan argumentasi ilmiah dan pemecahan masalah. Subyek penelitian adalah 37 siswa kelas X MIA 1 MA Ma’arifUdanawu Tahun Pelajaran 2016/2017. Data kuantitatif diperoleh dari nilai pre-testdan post-testkemampuan argumentasi ilmiah dan pemecahan masalah yang dianalisis dengan uji-t sampel berpasangan. Data kualitatif berupa pola argumen dan wawancara diperlukan untuk mendukung hasil kuantitatif yang dianalisis dengan reduksi data. Peningkatan kualitas argumen dan argumentasi tertulis siswa diketahui dari N-gaindan kekuatan perbedaannya diketahui dari effectsize.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan jumlah pola argumen siswa dan terdapat perbedaan skor pre-test dan post-testyang signifikan pada kualitas argumentasi, argumentasi ilmiah, dan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah mempelajari gaya dan gerak dengan pembelajaran ADI. Peningkatan kualitas argumentasi dan pemecahan masalah termasuk ke dalam kategori sedang, namun argumentasi tertulis masih termasuk ke dalam kategori rendah. Pembelajaran ADI memberikan kekuatan perbedaan dengan efek yang sangat kuat. Analisis kualitatif juga menunjukkan hasil yang mendukung analisis kuantitatif. Temuan yang diperoleh pada penelitian ini adalah kurangnya kemampuan siswa dalam memahamiFree-body diagramkhususnya pada materi Hukum III Newton. Selain itu, instrumen pre-testdan post-testyang sama memiliki kemungkinan mengurangi validitas internal dalam penelitian. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah meneliti cara mengembangkan kemampuan siswa dalam memahamiFree-bodydiagram pada materi Hukum Newton untuk meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah dan pemecahan masalah, serta menggunakan soal isomorfik dalam mengukur kemampuan argumentasi ilmiah dan pemecahan masalah pada siswa.