DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Menggunakan Model Countenance di Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah pada Yayasan An-Nur Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang

Ainnur Adi Dhuhary

Abstrak


ABSTRAK

 

dth: 0px; "> Pada mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan diperlukan adanya suatu evaluasi dalam pelaksanaan pembelajaran. Evaluasi dalam pelaksanaan pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting, karena dengan adanya evaluasi maka guru dapat mengetahui kekurangan dan kendala apa saja yang menjadi masalah dalam pelaksanaan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dengan menggunakan model

countenance yang terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap antecedent (konteks awal); tahap transaction (proses) dan tahap outcomes (hasil). Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan menggunakan metode deskriptif yang dilakukan pada model countenance. Subyek penelitian di lakukan di SMP dan MTs pada Yayasan An-Nur Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Data penelitian diperoleh dari angket guru serta persera didik, observasi sarana dan prasarana serta proses pembelajaran, wawancara guru serta peserta didik, studi dokumen guru, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil analisis data pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SMP dan MTs pada Yayasan An-Nur Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang pada tahap antecedent memperoleh skor rata-rata 441 dengan persentase 61,38% termasuk dalam kategori “Cukup Baik”, pada transaction memperoleh skor rata-rata 27 dengan persentase 61,12% termasuk dalam kategori “Cukup Baik” dan pada tahap outcomes memperoleh skor rata-rata 8 dengan persentase 45,31% termasuk dalam kategori “Kurang Baik”. Rekomendasi pada setiap tahap yaitu: (1) antecedent, perlu adanya penindakan yang tegas dari kepala sekolah terhadap guru, kedisiplinan dan ketegasan guru dalam pembelajaran perlu ditingkatkan serta sarana dan prasaran perlu dilakukan perawatan, pengawasan dan kekreatifan guru dalam memodifikasi sarana dan prasarana dalam pembelajaran; (2) transaction, perlunya peningkatan pengetahuan guru dalam memotivasi peserta didik, melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tujuan untuk mencapai KD serta peranan guru dalam memberikan kesimpulan dan penilaian dari pembelajaran; (3) outcomes, guru perlu melakukan penilaian otentik dalam pembelajaran.