DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi tentang Kepribadian dan Kemandirian Pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing di Indonesia Dilihat dari Perbedaan Gender.

Luluk Ahadiyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Kemandirian menjadi dimensi penting dalam pembelajaran yang diyakini sebagai salah satu faktor dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif serta dapat mendorong pembelajaran jangka panjang. Kepribadian sebagai salah satu perbedaan individu diyakini dapat mempengaruhi perkembangan kemandirian pembelajar. Penelitian ini fokus pada hubungan antara kepribadian dan kemandirian dilihat dari perbedaan gender. Penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan dimensi kepribadian yang menjadi prediktor terbaik bagi kemandirian pembelajar. Oleh karena itu, penelitian korelasi ekplanatori digunakan sebagai desain penelitian.

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Lumajang dengan melibatkan 149 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner BFI (Big Five Inventory) dan kuesioner kemandirian. Data penelitian ini dianalisis melalui dua tahap. Tahap pertama merupakan analisis deskriptif.  Tahap kedua merupakan analisis inferensial. Pada tahap ini, analisis Pearson Product Moment dilakukan untuk mengetahui signifikansi dari hubungan antara dimensi kepribadian dan kemandirian. Kemudian, uji regresi berganda menggunakan ANOVA dilakukan untuk mengetahui kontribusi masing-masing dimensi kepribadian. Tahap berikutnya, merupakan uji t / uji signifikansi korelasi yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan kepribadian dan kemandirian antara pembelajar laki-laki dan pembelajar perempuan.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kemandirian berhubungan positif dan signifikan dengan kemandirian pembelajar. Hal ini dibuktikan dengan nilai korelasi 0.466 lebih tinggi dari 0.05. Hasil dari uji regresi menunjukkan bahwa kelima dimensi kepribadian yang meliputi extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism dan openness to experience mempunyai hubungan yang signifikan dengan kemandirian. Berdasarkan hasil penelitain, dimensi extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness to experience berhubungan positif dengan kemandirian dengan nilai korelasi sebesar 190, .213, .372 and .530. Sebaliknya, dimensi neuroticism berhubungan negatif dengan kemandirian dengan nilai korelasi sebesar -.184. Diantara kelima dimensi kepribadian, dimensi openness to experience merupakan prediktor terbaik bagi kemandirian pembelajar. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada kepribadian pembelajar ditinjau dari perbedaan gender. Perbedaan yang signifikan hanya ditunjukkan pada dimensi openness to experience dengan nilai signifikansi sebesar 0.014 yang lebih rendah dari .05.  Hasil yang terakhir menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada kemandirian antara pembelajar laki-laki dan perempuan dengan perbedaan rata-rata sebesar 4.9.

Beberapa saran ditujukan untuk guru Bahasa Inggris mengenai pentingnya peran mereka dalam meningkatkan kemandirian pembelajar. Saran juga ditujukan pada peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian pada fokus yang sama.uji coba kelompok besar mendapatkan rata-rata persentase 94,5%.

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan produk bahan ajar analisa gerak kualitatif dan kuantitatif teknik dasar futsal untuk mahasiswa pendidikan jasmani dan kesehatan Universitas Negeri Malang dinyatakan layak dan valid untuk digunakan dalam perkuliahan mata kuliah futsal. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat mempermudah proses pembelajaran mata kuliah futsal.