DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kemampuan berpikir Kritis dan Pemahaman Konsep siswa Dalam Materi Hukum Newton Pada Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dengan Multirepresentasi

Ayu Lingga Ratna Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Ayu Lingga Ratna. 2017. Analisis Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemahaman Konsep Siswa dalam Materi Hukum Newton Pada Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Multirepresentasi. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Parno, M.Si., (II) Dr. Ahmad Taufiq, M.Si.

 

Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, hukum newton, inkuiri terbimbing, multirepresentasi

 

Hukum Newton merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran fisika yang menjelaskan konsep gaya dan interaksinya. Saat ini dalam pembelajaran fisika, hukum Newton merupakan salah satu materi yang masih dianggap sulit oleh siswa. Kesulitan yang dialami oleh siswa disebabkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis yang masih rendah. Pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis sangat penting dikembangkan dalam pembelajaran, sehingga dibutuhkan pembelajaran untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut dan sesuai dengan karakteristik materi, salah satunya dengan menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing. Namun pembelajaran inkuiri terbimbing memiliki kekurangan, yaitu siswa mengalami kesulitan dalam membuat hipotesis dan merumuskan masalah karena penyajian masalah kurang representatif, sehingga dalam penelitian ini pembelajaran inkuiri terbimbing diintegrasikan dengan multirepresentasi untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa dalam materi hukum Newton.

Penelitian ini menggunakan desain Mixed Methods embedded experimental. Subjek penelitian ini sebanyak 34 siswa kelas X-MIPA SMA Negeri 1 Kandangan. Instrumen tes terdiri dari 10 soal essay untuk kemampuan berpikir kritis dengan reliabelitas 0,773 dan 25 soal two-tier untuk pemahaman konsep dengan reliabilitas 0,660. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan paired sample t-test dan dilanjutkan dengan N-gain dan effect size dan analisis kualitatif dilakukan berdasarkan hasil jawaban siswa yang kemudian dikategorikan pada level sistem berpikir dan level pemahaman.

Hasil analisis menunjukkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemahaman Konsep mengalami peningkatan nilai rata-rata dari 38,24 menjadi 69,93 pada kemampuan berpikir kritis dan dari 45,18 dan menjadi 78,35 pada pemahaman konsep. Kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dengan nilai N-Gain 0,5 dengan peningkatan sistem berpikir siswa pada sistem berpikir 02 yaitu siswa mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah fisika. Sedangkan pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan dengan nilai N-Gain 0,61 dan ditunjukkan dengan peningkatan level pemahaman siswa dari level 1-2 yaitu tidak memiliki pemahaman dan terjadi miskonsepsi dan meningkat pada level 3-4 yaitu level memiliki pemahaman sebagian dan bahkan sampai level memiliki pemahaman utuh.