DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) untuk Meningkatkan Kemampuan Kerjasama dan Hasil Belajar Tema Indahnya Kebersamaan Kelas IV SDN Sungai Lulut 2 Banjarmasin

Febriyani Ramadhana

Abstrak


ABSTRAK

 

Ramadhana, Febriyani. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) untuk Meningkatkan Kemampuan Kerjasama dan Hasil Belajar Tema Indahnya Kebersamaan Kelas IV SDN Sungai Lulut 2 Banjarmasin. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Edy Bambang Irawan, M. Pd, Pembimbing (II) Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M. Pd., M.A.

 

Kata kunci: Two Stay Two Stray (TSTS), kemampuan kerjasama, hasil belajar

 

Permasalahan yang terjadi adalah siswa belum mampu bekerjasama dengan baik dan hasil belajar yang rendah. Peneliti melakukan tes pra penelitian untuk memastikan bahwa pembelajaran pada tema indahnya kebersamaan memang bermasalah dan layak untuk diteliti, pada hari Selasa tanggal 17 Januari 2017 terhadap siswa kelas IV SDN Sungai Lulut 2 Banjarmasin tahun ajaran 2017/2018. Hasil pra penelitian menunjukkan bahwa dari 28 orang siswa yang di tes, hanya 7 orang siswa yang memperoleh nilai ≥70, sehingga ketuntasan klasikalnya hanya mencapai 25%.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan  model pembalajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) dapat meningkatkan kemampuan kerjasama dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Sungai Lulut 2 Banjarmasin tahun ajaran 2017/2018 semester 1 yang berjumlah 28 siswa. Tindakan dilakukan 2 siklus dengan 2 pertemuan setiap siklusnya, akan tetapi pada setiap pertemuan dilakukaan observasi dan refleksi duntuk mengetahui kekurangan dan kelemahan dalam setiap tindakan.

Hasil pembelajaran menunjukkan bahwa: 1) Terjadi peningkatan pada keterlaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) pada aktivitas guru yaitu pada siklus I skor 19 meningkat pada siklus II yaitu mencapai skor 26, yang telah memenuhi indikator keberhasilan telah ditentukan yaitu ≥25 dengan kriteria sangat baik. 2) Kemampuan kerjasama yaitu pada siklus I 39% meningkat pada siklus II persentase sebesar 86% yang berarti telah mencapai indikator keberhasilan yaitu 80% dengan kriteria tinggi. 3) Hasil belajar siswa pada siklus I nilai ketuntasan sebesar 68% meningkat pada siklus II menjadi 89%, yang berarti telah mencapai indikator keberhasilan yaitu ≥80% siswa tuntas.

Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) dapat meningkatkan kemampuan kerjasama dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, menyenangkan, meningkatkan kemampuan kerjasama siswa dalam belajar kelompok. Pemahaman siswa terhadap materi juga semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa