DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan MindMapping untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Siswa Kelas V pada Pembelajaran IPA di SDN Kejawan Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso

Weldy Nugroho Detagory

Abstrak


ABSTRAK

 

Detagory, Weldy Nugroho. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan MindMapping untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Siswa Kelas V pada Pembelajaran IPA di SDN Kejawan Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso. Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (II) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd.

 

Kata Kunci:inkuiri terbimbing, mind mapping, berpikir kreatif, hasil belajar.

Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk menemukan kemungkinan banyak jawaban terhadap suatu masalah. Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di kelas V SDN Kejawan Grujugan Bondowoso, proses pembelajaran belum melibatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, pembelajaran terfokus pada guru mengakibatkan kejenuhan dan hasil belajar siswa rendah. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping. Model pembelajaran inkuiri terbimbing melibatkan interaksi siswa dengan berbagai sumber dalam memperoleh pengetahuan untuk memecahkan permasalahan, sedangkan mind mapping membantu siswa untuk mencatat secara kreatif, efektif dan menarik sehingga informasi dapat diringkas secara teratur, mudah diingat dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas V pada pembelajaran IPA di SDN Kejawan Grujugan Bondowoso.

Jenis penelitian ini adalah PTK yang terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari empat pertemuan. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Kejawan Grujugan Bondowoso tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 24 siswa. Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, wawancara, dan dokumen.

Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping telah terlaksana dengan baik dan kondusif. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru mencapai 78,95% dengan kriteria baik pada siklus I dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 90% dengan kriteria sangat baik. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa juga mengalami peningkatan, pada siklus I mencapai 74,56% dengan kriteria baik menjadi 85,83% dengan kriteria sangat baik pada siklus II. Hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa menunjukkan adanya peningkatan, siklus I terdapat 50% siswa yang berada di atas kriteria cukup kreatif dan secara klasikal kemampuan berpikir kreatif siswa tergolong ke dalam kriteria cukup kreatif, siklus II menjadi 79,17% siswa yang berada di atas cukup kreatif dan secara klasikal kemampuan berpikir kreatif siswa tergolong ke dalam kriteria kreatif. Hasil tes belajar siswa juga mengalami peningkatan, ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada pra tindakan sebesar 37,5% menjadi 58,33% pada siklus I dan meningkat kembali menjadi 79,17% pada siklus II. Selain itu berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri berbantuan mind mapping dapat membantu siswa dalam belajar, siswa lebih mudah dalam mengingat dan memahami materi serta pembelajaran menjadi menyenangkan.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Saran yang dapat diajukan yaitu: 1)guru dapat menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa; 2) sekolah hendaknya mensosialisasikan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping untuk menambah referensi guru terhadap model-model pembelajaran; 3) peneliti lain diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan maupun sebagai sumber informasi dalam pelaksanaan penelitian sejenis.