DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan bahan ajar geografi bencana berbasis spatial-ecologycal

Hilda Ayu Karina

Abstrak


ABSTRAK

 

Karina, Ayu Hilda. 2017 . Pengembangan  Bahan Ajar Geografi Bencana Alam Berbasis Spasial-Ecologycal. Tesis. Jurusan Pendidikan Geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M. Pd  (II) Dr.Budi Handoyo, M.Si

 

Kata Kunci: bahan ajar geografi bencana, spasial-ecologycal

 

Geografi Bencana merupakan matakuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Hasil wawancara dengan mahasiswa yang sudah menempuh matakuliah Geografi Bencana bahwa diperlukan bahan ajar berupa buku Geografi Bencana. Mahasiswa belum bisa memahami keterkaitan bencana dengan lingkungan secara nyata dan menyeluruh. Mahasiswa membutuhkan bahan ajar Geografi Bencana yang berkaitan dengan lingkungan dan keruangan. Kondisi tersebut disebabkan bahan ajar yang ada kurang memenuhi kebutuhan mahasiswa. Berdasarkan kondisi tersebut perlu mengembangkan bahan ajar Geografi Bencana untuk menambah referensi mahasiswa dan menunjang perkuliahan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Geografi Bencana pada matakuliah Geografi Bencana ataupun Pendidikan Kebencanaan. Pengembangan bahan ajar menggunakan langkah-langkah Borg & Gall yang telah disederhanakan. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan yang terdiri analisis kebutuhan mahasiswa menunjukkan bahwa bahan ajar Geografi Bencana perlu dikembangkan.

Hasil validasi ahli dinyatakan bahwa bahan ajar sangat layak digunakan untuk proses pembelajaran dengan nilai 82,25%. Setelah uji coba kelompok kecil dan besar diperoleh fakta sebagai berikut: 1) diperlukan revisi desain pada sampul untuk menambah gambar agar menarik.2) materi  bahan ajar ditambah dengan jurnal-jurnal. 3) Hasil angket tanggapan mahasiswa disimpulkan bahwa bahan ajar layak digunakan untuk proses pembelajaran dengan nilai 78,4% pada uji coba kelompok kecil dan 81,43% pada uji coba kelompok besar.

Keunggulan modul ini adalah: (1) contoh pada bahan ajar merupakan hasil penelitian yang diambil langsung dari lokasi kejadian, (2) meningkatkan pemahaman dan pembelajaran lebih bermakna,(3) mahasiswa lebih memahami penanggulangan bencana berbasis spasial-ecologycal , (4) prosedur pembelajaran disusun secara sistematis, (5) bahan ajar disusun secara menarik dengan kasus-kasus up to date. Kelemahan modul ini adalah: (1) materi yang dikembangkan hanya bencana lokal Jawa Timur, (2) uji coba produk ini hanya pada lingkungan mahasiswa UM.