DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Studi Kasus di SMK Negeri 3 Palu). (Tesis)

Arham Arham

Abstrak


Ada dua komponen penting dan sangat menentukan agar proses pendidikan di sekolah dapat terlaksana dengan baik dan berkualitas, pertama komponen kurikulum, merupakan rumusan ideal, sebagai landasan perencanaan proses pendidikan, dan kedua komponen guru yang merupakan pelaksana atau operasional dari kurikulum tersebut. Kedua komponen ini berkaitan erat dalam satu sistem proses pendidikan di sekolah yang senantiasa berubah dan berkembang sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi.

Digulirkannya era reformasi dengan otonominya, maka sistem pendidikan nasionalpun berubah ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kehadiran KTSP sebagai kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan diharapkan mempu menjawab perubahan dan mengatasi berbagai permasalahan pendidikan di tanah air. Secara khusus apakah KTSP dapat menjawab dan merubah sekolah beserta guru yang selama ini terbiasa mengunakan kurikulum sentralistik menjadi kurikulum desentralistik, dan bagaimana KTSP mengakomodir kepentingan daerah dan nasional dalam proses pembelajaran di sekolah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan sehingga peneliti memperoleh gambaran jelas tentang implementasi KTSP di SMK Negeri 3. Ada dua fokus penelitian ini yaitu, (1) bagaimana upaya SMK Negeri 3 Palu mengimplementasikan KTSP dalam proses pembelajaran?, dan (2) bagaimana upaya guru mengimplementasikan KTSP dalam proses pembelajaran?

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus, dengan dasar pertimbangan adalah (1) penelitian ini dilakukan pada latar alamiah, (2) penelitian ini menggunakan manusia sebagai instrumen utama, (3) penelitian ini lebih memperhatikan proses daripada hasil. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui (1) wawancaran mendalam, (2) studi dokumentasi, dan  (3) observasi partisipatif. Selanjutnya data yang terkumpul dilakukan uji kredibilitas, digunakan tiga teknik pengecekan keabsahan pengumpulan data yaitu, (1) triangulasi  baik sumber data maupun alat pengumpulan data, (2) pengecekan anggota/member cek, dan (3) diskusi rekan sejawat.

Dari penelitian ini diperoleh temuan-temuan. Pertama, upaya SMKN 3 Palu mengimplementasi KTSP dalam proses pembelajaran mencakup, (1) pengembangan dan pelaksanaan KTSP di sekolah, memberdaya porsonil sekolah dan keterlibatan stakeholders, (2) KTSP dikembangkan dan dilaksanakan sesuai kondisi sekolah dan daerah tetapi KTSP tetap mengacu pada standar pendidikan nasional, (3) implemen-tasi KTSP menuntut ketersediaan sarana dan prasarana yang cukup memadai, (4) implementasi KTSP menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, (5) implemen-tasi KTSP sekolah menyelenggarakan peningkatkan kualitas dan sumber daya guru, (6) implementasi KTSP SMKN 3 Palu menjalin kerja sama dengan DUDI. Kedua, upaya guru mengimplementasikan KTSP dalam proses pembelajaran adalah, (1) guru melakukan persiapan pembelajaran yaitu dalam bentuk RPP, (2) guru melakukan proses pembukaan atau langkah awal dalam proses pembelajaran, (3) guru melakukan proses pembentukan kompetensi siswa atau kegiatan inti dalam proses pembelajaran, dan (4) pada ahir proses pembelajaran guru melakukan kegiatan menutupan pelajaran.

Berdasarkan temuan di atas, peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut, (1) implementasi KTSP membutuhkan keterlibatan semua pihak oleh karena itu perkembangan paradigma ini harus dipahami oleh segenap stakeholdes, bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah tetapi adalah tanggung jawab bersama, untuk bersama-sama proaktif  mengambil posisi masing-masing demi mempersiapkan generasi bangsa yang lebih baik di masa depan, (2) implementasi KTSP membutuhkan sarana dan prasarana yang cukup memadai, oleh karena itu patut menjadi perhatian bersama baik dari pihak sekolah, pemerintah, maupun masyarakat, sehingga proses implementasi KTSP benar-benar terlaksana dan berkualitas, (3) implementasi KTSP bersifat pemberdayaan dan membutuhkan SDM yang baik, sehingga peningkatkan SDM seluruh personil sekolah khususnya guru perlu menjadi perhatian guru itu sendiri, pemerintah dan sekolah, dan (4) implement-tasi KTSP adalah masalah yang cukup luas dan mendalam. Oleh karena itu masalah ini masih perlu diadakan kajian ilmiah dan penelitian lebih lanjut.

Abstract:

 

There are two important components determining the educational process at a school: Firstly, the curriculum component as an ideal formulation is the base of education process planning, and secondly, teacher component is the actor of curriculum operation. Both of these components interconnected  one with the  others in one system of the educational process at a school which changes  and develops  in reference of development of  science and technology.

The raising of reform era with autonomy, then the National Education System changed  by appearing the  Indonesia Law no 20, 2003 about system of National Education. The existence of the KTSP as the operational curriculum constructed and conducted at each education unit is expected to be able to answer the changing, and to solve the various problems of education in Indonesia.  The KTSP can hopefully answer and change the school and its teachers which have been usually using the centralistic curriculum to be de-centralistic one, and how the KTSP accommodates the regency and national's   needs in the learning process in the school.

This study aims at exposing and describing the implementation of  Curriculum on Educational Unit Level at SMK Negeri 3 Palu. The two main focuses scrutinized  in this study are: (1) How does SMK Negeri 3 Palu have been implementing the  KTSP in the learning process? (2) How the teachers' attempt have been  carrying out the implementation of KTSP at SMK Negeri 3 Palu?

This study exerts the qualitative approach through the case study plan in the basis of the considerations: (1) the study was  conducted naturally, (2) the study uses humans as the key instruments,  (3) the  study  concentrates on more process than the output. The data collection technique was  done through: (1) deep interviews, (2) documentation study, and (3) participated observation. Further, the credibility of collected data was  examined by  three checking techniques of the data collection validity, namely: (a) triangulation in either data source or data collection, (b) member checking, and (c) colleague discussions.

The findings of the study are concerned with: Firstly, How SMK Negeri 3 Palu have been implementing  the  KTSP in the learning process. (1) the development and implementation of KTSP at the school, empowering  the school staffs and the involvement of the stakeholders, (2) The KTSP was  developed and carried out according to the conditions of the school and regency in which the KTSP always refers to the national education standard, (3) The implementation of the KTSP demands the adequate availabilities of the equipments and infrastructures, (4) The implementation of the KTSP in creating school environment conductively, (5) The implementation of the KTSP  in conducting improvement of teachers' quality and  resource, (6) The implementation of the KTSP in  SMKN 3 Palu as the vocational school collaborates with the trade and industry (Dunia Usaha dan Dunia Industri = DUDI).  Secondly,  the teachers' attempts in implementing the KTSP for  the teaching process including  (1) they conducted  the planning process in the form of RPP, (2) they  do the opening process  of  the initial step in the teaching, (3) they built process of the student competition as the core in the teaching, and (4) carried  out the teaching close at the end of the teaching.

Based on the above findings, some suggestions are proposed: (1) the implementation of  the KTSP needs the involvement of all related stakeholders, therefore, the paradigm development should be understood by all stakeholders that education is not only the school's responsibility but our own responsibility as well to be proactive to take part in preparing better the nation generation for the future, (2) the  implementation of the KTSP requires the adequate enough equipment and infrastructures which are respectable to be paid much attention by either schools, government, and society in order that the process of the  implementation of the  KTSP is running well and qualifiedly,  (3) the  implementation of  the KTSP in empowering  good human resource  so that improvement of the human resource of all school's staffs can get pay of attention from their self, government and the school, and (4) the implementation of the KTSP is a large and deep enough case. Therefore, this case still need to be investigated scientifically and needed  by furthermore  researches.