DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Keefektifan Pelatihan Self-Regulated Learning Untuk Mengurangi Prokrastinasi Akademik Siswa SMK

Amalia Fitriana

Abstrak


ABSTRAK

 

Fitriana, Amalia. 2017. Keefektifan Pelatihan Self-Regulated Learning Untuk Mengurangi Prokrastinasi Akademik Siswa SMK. Tesis, Pascasarjana, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A dan (II) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes.

 

Kata Kunci: prokrastinasi akademik, pelatihan self-regulated learning, siswa SMK.

Siswa SMK berada pada fase perkembangan masa remaja akhir. Kematangan emosi merupakan tugas perkembangan yang sulit dicapai pada masa ini. Menghadapi ketidaknyamanan emosi, remaja umumnya bereaksi secara defensif. Salah satu reaksi tersebut adalah melarikan diri dari kenyataan yang salah satunya ditunjukkan dengan perilaku menghindar dari tugas-tugas akademiknya yang lazim disebut dengan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku yang seharusnya dihindari oleh siswa karena akan memberikan dampak yang buruk terutama pada prestasi belajarnya dan menjadikan siswa tidak produktif. Salah satu faktor yang menyebabkan siswa melakukan prokrastinasi akademik adalah rendahnya pengaturan diri dalam belajar.  Oleh karena itu perlu bagi siswa memiliki regulasi belajar yang baik agar dapat mengurangi prokrastinasi akademik yang dialami. Untuk itu diperlukan bantuan khusus berupa layanan responsif dari bimbingan dan konseling berupa pelatihan self-regulated learning untuk mengurangi prokrastinasi akademik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pelatihan self-regulated learning untuk mengurangi prokrastinasi akademik siswa SMK. Desain penelitian yang digunakan adalah single group pre-test post-test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMKN 13 Malang yang teridentifikasi memiliki tingkat prokrastinasi akademik tinggi berdasarkan analisis skala prokrastinasi akademik. Subjek berjumlah 6 orang siswa yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen pengumpul data berupa skala prokrastinasi akademik dan jurnal refleksi dan instrumen bahan perlakuan berupa panduan pelatihan self-regulated learning.  Berdasarkan nilai anti-image correlation  tidak ada nilai validitas butir pernyataan skala prokrastinasi akademik yang kurang dari 0,5 dan memiliki nilai Crobanch’s Alpha if item deleted terbesar sebesar 0,949 yang berarti instrumen layak dan reliabel digunakan sebagai alat pengumpul data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon Match Pairs Test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan self-regulated learning efektif untuk mengurangi prokrastinasi akademik siswa. Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil analisis deskriptif dan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan.  Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata (mean) peringkat skor post-test lebih baik dari pre-test. Hasil uji hipotesis membuktikan bahwa ada perbedaan mean peringkat skor yang signifikan pada data ­pre-test dan post-test.

 

Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan peneliti mengajukan saran bagi konselor untuk menggunakan pelatihan self-regulated learning untuk mengurangi prokrastinasi akademik siswa yang mana telah teruji efektif dalam