DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Asesmen Otentik dalam Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia Lisan di SMA.

Sri - Wahyuni

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahyuni, Sri. 2009. Pengembangan Model Asesmen Otentik dalam Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia Lisan di SMA. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Univerisitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Ah. Rofi’uddin, M.Pd, (II) Prof. Dr. H. Imam Syafi’ie, dan (III) Dr. H. Sumadi, M.Pd.

 

Kata-kata kunci: pengembangan, asesmen otentik, keterampilan berbahasa Indonesia lisan

           

Asesmen otentik adalah penilaian yang dilakukan secara komprehensif berkenaan dengan seluruh aktivitas pembelajaran, meliputi proses dan produk belajar sehingga seluruh usaha peserta didik yang telah dilakukannya mendapat penilaian. Asesmen otentik menuntut peserta didik untuk berunjuk kerja dalam situasi yang konkret dan sekaligus bermakna. Asesmen otentik dalam penelitian ini diterapkan untuk mengukur keterampilan berbahasa Indonesia lisan di SMA. Keterampilan ini dijadikan fokus karena evaluasi pembelajaran terhadap keterampilan berbahasa lisan selama ini masih belum maksimal, belum sepenuhnya mampu menggambarkan kemampuan berbahasa lisan perserta didik secara nyata.

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengembangkan model asesmen otentik dalam pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia lisan di SMA. Secara khusus, tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah (1) mengembangkan perangkat model asesmen otentik dalam pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia lisan di SMA dan  (2) menguji ketepatan dan efektivitas perangkat yang mendukung model asesmen otentik melalui uji ahli, telaah guru, tanggapan siswa, dan uji lapangan.

Model pengembangan penelitian ini diadaptasi dari Model Pengembangan R2D2 (Reflective, Recursive Design and Development)  Willis dan Model Asesmen Bahasa Lisan O’malley & Pierce. Produk ini dikembangkan melalui langkah (1) pembentukan tim kolaboratif, (2) studi pendahuluan (tahap pemfokusan), (3) merencanakan asesmen, mendesain dan mengembangkan produk asesmen, mengadakan uji coba produk, merevisi produk (tahap perenca-naan dan pengembangan), dan (4) pemaketan akhir dan penyebaran (tahap diseminasi). Uji coba produk dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan  quasi eksperimen untuk uji lapangan. Subjek uji pengembangan produk dalam penelitian ini adalah ahli psikologi pendidikan, ahli teknologi pendidikan, ahli perancang pembelajaran bahasa, ahli evaluasi pembelajaran bahasa, ahli bahasa, guru dan siswa SMA Negeri 01, SMA Negeri 4, dan SMA Wahid Hasyim Malang. Data dalam penelitian ini terdiri dari dua macam, yaitu data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik (1) dokumentasi, (2) angket, (3) observasi, dan (4) asesmen otentik. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif untuk melihat persentase jawaban dari para ahli, guru, dan siswa. Khusus untuk data hasil uji lapangan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis uji-t sampel berpasangan.

Hasil pengembangan produk penelitian ini berupa Perangkat Asesmen Otentik dalam Keterampilan Berbahasa Indonesia Lisan di SMA, yang meliputi (a) perencanaan asesmen, (b) pemetaan asesmen, (c) instrumen dan rubrik asesmen, (d) standar penilaian, dan (e) kesimpulan nilai. Untuk memudahkan guru dalam melaksanakan asesmen otentik, produk penelitian ini dilengkapi dengan VCD model penerapannya.

Berdasarkan hasil uji pengembangan produk, secara umum model asesmen otentik yang dikembangkan sudah sangat memadai. Hasil uji ahli secara umum sangat memadai. Dari hasil uji ahli tersebut ditemukan kelebihan produk seperti keunggulan asesmen yang dikembangkan selain juga ditemukan beberapa kelemahan. Beberapa kelemahan misalnya kejelasan suatu konsep, kebenaran isi pada kompetensi tertentu, dan sebagainya. Beberapa kelemahan yang ditemukan para ahli ini selanjutnya dijadikan pijakan untuk merevisi produk penelitian ini. Hasil telaah guru secara umum menunjukkan hasil sangat baik, dalam arti produk secara umum sangat mudah diterapkan. Hasil tanggapan siswa terhadap model asesmen yang diterapkan secara umum menunjukkan hasil cukup baik, dalam arti mereka cukup senang dengan model asesmen tersebut. Dari sepuluh kategori, mayoritas persentase tanggapan menunjukkan mereka cukup senang dengan model asesmen ini. Uji lapangan melalui panelitian quasi eksperimen menunjukkan hasil yang efektif. Dari kelima analisis data statistik di lima kelas uji coba, keseluruhannya menunjukkan hasil yang sama, yaitu terdapat  perbedaan yang signifikan antara nilai prates dan postes. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model asesmen otentik yang dikembangkan efektif digunakan dalam mengevaluasi pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia lisan siswa SMA.

Revisi produk dilakukan berdasarkan simpulan yang diperoleh dari kegiatan analisis data uji coba produk. Komentar dan saran dari ahli psikologi pendidikan, ahli perancang pembelajaran, ahli evaluasi pembelajaran bahasa, ahli bahasa, dan guru dijadikan acuan untuk keperluan revisi produk pengembangan. Revisi produk tidak hanya dilakukan pada bagian produk yang dinilai kurang memadai saja, tetapi juga pada bagian produk yang dinilai cukup/sangat memadai tetapi ada saran yang memang membuat produk ini menjadi lebih baik lagi.