DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Number Sense Siswa Kelas VII B SMP Al-Izzah Batu Menggunakan Pendekatan Open-Ended

Mahfudz Reza Fahlevi

Abstrak


ABSTRACT

 

Fahlevi, Mahfudz Reza. 2017. Meningkatkan Number Sense Siswa Kelas VII B SMP Al-Izzah Batu Menggunakan Pendekatan Open-Ended. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc., (2) Dr. Abadyo M.Si.

 

Kata kunci: Number sense, pendekatan open-ended

Berdasarkan hasil penelitian, didapat fakta di lapangan yang menunjukkan number sense siswa masih berada pada kategori rendah. Adapun penyebabnya adalah karena kurangnya dukungan bagi siswa untuk mengembangkan number sense. Selain itu, rendahnya number sense siswa terlihat dari hasil observasi peneliti ketika memberikan tes bilangan kepada siswa SMP kelas VII.Hasil tes masih menunjukkan number sense siswa berada pada kategori kurang, observasi awal juga dilengkapi dengan catatan wawancara terhadap guru matematika SMP Al-Izzah Batu kelas VII yang menyatakan bahwa pembelajaran yang ada untuk mengembangkan number sense jarang dilakukan. Pembelajaran yang dilaksanakan hanya mengacu pada buku teks dan belum menggunakan pembelajaran dengan pendekatan open-ended. Dalam proses pembelajaran aktifitas guru lebih banyak daripada aktifitas siswa. Oleh karena itu diperlukan suatu tindakan yang dapat meningkatkan number sense siswa. Peneliti menawarkan solusi berupa tindakan berbentuk pembelajaran dengan menggunakan pendekatan open-ended yang mampu meningkatkan number sense siswa.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindakan berupa langkah- langkah pembelajaran yang dapat meningkatkan number sense siswa dengan pendekatan open-ended. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif eksploratif. Subjek penelitian adalah  siswi SMP kelas VII B SMP Al-Izzah Batu. PTK dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus, yaitu siklus I (tiga pertemuan), dan siklus II (dua pertemuan). Adapun kegiatan penelitian berupa hasil analisis tindakan yang dilengkapi dengan hasil observasi aktivitas pembelajaran, analisis jawaban tes, dan hasil wawancara. Pelaksanaan kegiatan selama satu minggu, yakni minggu ke dua bulan Juni 2017.

Hasil penelitian berupa deskripsi langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan open-ended sesuai pandangan Shimizu (2009) yang memiliki lima tahapan yakni: (1) Reviewing the previous lesson, yakni meninjau ulang materi melalui tanya jawab. Pertanyaan dalam tahapan ini harus mampu mendeskripsikan kemampuan awal siswa. (2)Presenting the problems for the day, yakni menyajikan masalah hari ini melalui LKS. LKS yang digunakan disesuaikan dengan tahapan open-ended terutama petunjuk tentang waktu agar siswa dapat memperkirakan pekerjaannya selesai tepat waktu. (3) Students working individually or in groups, yaitu penyelesaian soal (dalam LKS) secara individu dan kelompok. Selama tahap ini berlangsung terdapat dua hal penting yang harus guru lakukan, yaitu mengamati siswa dengan cara mengelilingi serta berusaha memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan kelas dan selalu mengingatkan siswa tentang waktu yang mereka gunakan untuk menyelesaikan pekerjaannya. (4) Discussing solution methods, yakni mendiskusikan solusi-solusi yang didapat melalui presentasi. Ketika melakukan presentasi, arahkan siswa agar dapat aktif dalam berdiskusi. Keaktifan tidak hanya pada kelompok presenter namun juga pada siswa yang lain, penekanan ini dapat dilakukan melalui cara mewajibkan siswa untuk memberikan minimal satu tanggapa pada kelompok presenter. (5) Highlighting and summarizing the main point, yakni menyimpulkan bersama, arahkan siswa agar menulis kesimpulan yang diadapat pada akhir pembelajaran.Penggunaan pendekatan open-ended ini berpengaruh pada peningkatan number sense siswa yang ditandai dengan peningkatan ketercapaian number  sense yang awalnya hanya berada pada pada kategori number sense cukup baik  pada siklus I menjadi number sense dengan kategori sangat baik pada siklus II. Hal ini berarti kriteria keberhasilan yang telah penelti tetapkan telah terpenuhi, sehingga berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa tindakan berupa pembelajaran dengan pendekatan open-ended dapat meningkatkan number sense siswa.