DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Metode Pembelajaran Komunikatif Dalam Kursus Bahasa Inggris. (Studi Kasus Pada Lembaga Kursus Bhs Inggris di New Surabaya College (NSC) Cabang Pandaan Kab. Pasuruan). (Tesis)

Ahmad Taufiq

Abstrak


Penelitian ini didasarkan atas fenomena penggunaan metode pembelajaran komunikatif, yang kerap kali dipakai oleh para instruktur dalam kursus bahasa Inggris. Pada umumnya metode ini dianggap dapat memenuhi kebutuhan warga belajar, karena sangat membantu warga belajar dalam mempelajari dan menguasai bahasa Inggris. Ketertarikan warga belajar mengikuti kursus salah satunya yaitu karena dengan metode tersebut keinginan mereka untuk mahir berbahasa Inggris dapat terwujud.

Sesuai dengan fenomena tersebut, penelitian ini difokuskan pada pertanyaan dasar, apa betul keberlangsungan kursus NSC Pandaan karena penerapan metode komunikatif. Untuk itu penelitian ini bertujuan mendiskripsikan tentang: 1) Alasan atau latar belakang warga belajar memilih kursus NSC sebagai agensi pendidikan luar sekolah, 2) Alasan NSC menerapkan metode komunikatif dalam pembelajaran bahasa Inggris, 3) Gambaran penerapan metode komunikatif dalam pembelajaran bahasa Inggris di NSC, dan 4) Persepsi warga belajar kursus terhadap penerapan metode komunikatif dalam kursus bahasa Inggris di NSC

Berdasarkan fokus penelitian maka secara keseluruhan masalah penelitian ini diselesaikan dengan pendekatan kualitatif berupa studi kasus untuk mengungkapkan fenomena-fenomena yang terjadi secara menyeluruh dan mendalam pada lembaga kursus Bahasa Inggris NSC Pandaan. Hal ini dilakukan untuk menemukan perspektif baru tentang hal-hal yang sudah banyak diketahui atau fenomena yang sampai sekarang belum banyak diketahui dari segi program, peristiwa, dan proses (kegiatan). Sumber data dalam penelitian dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu person, place dan activity. Semua sumber data tersebut digali melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi.

Dari analisis data, diperoleh temuan-temuan sebagai berikut: Pertama, penerapan metode komunikatif pembelajaran bahasa dilakukan secara interaktif, yaitu dengan tanya jawab, diskusi, presentasi, percakapan, dialog, dan simulasi yaitu bermain peran, dan juga dilakukan secara monolog yaitu bercerita (story telling). Kedua, alasan menerapkan metode komunikatif yaitu: a) membiasakan diri untuk selalu berbahasa Inggris, b) mendukung tercapainya empat kemampuan berbahasa, c) sesuai bagi pebelajar orang dewasa. Ketiga, persepsi warga belajar kursus NSC terhadap penerapan metode komunikatif yaitu:  a) merasa tertekan dengan kondisi di awal pembelajaran, b) suasana kelas yang aktif, humanis dan saling mendukung dalam pembelajaran, c) merasa senang, antusias karena tujuan belajar bahasa dapat dicapai dengan cepat. Keempat,  alasan warga belajar memilih kursus di NSC yaitu: a) NSC dianggap kursus yang sudah lama berdiri dan berpengalaman, b) NSC fleksibel terhadap calon warga belajar, c) instruktur yang kompeten, bersahabat, baik dan terbuka, serta d) NSC mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kelima, terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan dari metode komunikatif, kelebihanya adalah suasana kelas menjadi semakin aktif, kompetitif, tidak membosankan, dan bisa memotivasi diri warga belajar untuk selalu menggunakan bahasa Inggris. Sedangkan kelemahanya yaitu tidak bisa diterapkan pada tingkat awal, tertekan, kemampuan gramatikal rendah, sulit dalam mengevaluasi, dan meteri yang sudah direncanakan tidak sepenuhnya tuntas.  

Bertitik tolak dari hasil temuan-temuan penelitian ini, disarankan agar 1) Penerapn metode komunikatif bisa maksimal, maka perlu bagi instruktur untuk mempelajari teknik-teknik dari beberapa kegiatan interaktif, serta pemilihan tema/topik harus disesuaikan dengan kebutuhan dan manfaat warga belajar kursus. 2) Pola pembelajaran metode ini lebih mengarahkan pebelajar pada konteks atau situasi. Maka perlu kiranaya bagi instruktur dalam satu kesempatan mengajak warga belajarnya untuk belajar di luar kelas dengan melihat/praktik secara langsung dan berdarmawisata (excursion) atau studi tour agar mereka bisa memperaktikkan bahasa secara langsung dengan penutur asli bahasa (native speaker). 3) Bagi para instruktur kursus bahasa Inggris perlu mengetahui karakteristik dan prinsip-prinsip pembelajaran Andragogi, 4) Perlu adanya pengakajian dan perbaikan/revisi terhadap bahan ajar yang digunakan pada lembaga kursus bahasa asing, yang mana bahan ajar tersebut kurang kontekstual. Sehingga dikhawatirkan bahan ajar tersebut tidak memberikan manfaat bagi warga belajar, 5) Bagi pemerhati masalah pengembangan lembaga pembelajaran hendaknya terus mengkaji konsep-konsep pengelolaan lembaga dan pembelajaran kursus yang kontekstual sehingga lembaga tersebut nantinya mampu menjawab tantangan pendidikan di masa yang akan datang, 6) Peran pro-aktif dari pemerintah sangat diupayakan demi peningkatan mutu dan kualitas lulusan kursus, yaitu dengan melakukan standarisasi secara merata bagi semua pengelola kursus dan pelatihan sehingga keberlangsungan lembaga kursus di daerah bisa tetap bertahan.

Abstract:

This research is based on the phenomenon of application communicative learning method that frequently used by instructors in English courses. In general this method is assumed can fulfill the learners need, because it's really helpful the learners to learn and command of English. One of the learners' interests to participate in course because of using the method their hope or willingness to be skillful of English can be reached.

From the phenomenon, this research is focused on the basic question; is it true that NSC course sustainability because of communicative method application. So this research aims to describe about: 1) The learner reasons choose NSC English course as out of school education agency, 2) NSC English course reason applies communicative method in learning English, 3) The application of communicative method in learning English in NSC, and 4) The learners' course perceptions about application of communicative method in NSC English course.

Based on the research focus, so the whole research problems accomplished by qualitative approach that is case study to reveal the phenomenon that happened deeply in NSC English course institution of Pandaan. It is conducted to know new perspective about familiar matter or the phenomenon that had been known from program, event, and process/activity aspects. The sources of data in this research are classified into three parts, namely person, place and activity. All sources of data are looked for through participant observation technique, deep interview, and documentation.

From the analyses data, some findings are found as follows: first, application of communicative method in learning English is conducted interactively, those are asking and respond, discussion, presentation, dialogue, and simulation; role-play and also conducted by monologue (story telling). Second, reasons of applying the communicative method are a) it creates self habit to the learners to always use English, b) it supports to achieve four language skills, c) it's suitable to adult learners. Third, learner's perception of NSC course to the communicative method application those are: a) feel stressful with the condition in early learning, b) active class atmosphere, humanist and supporting each other in learning, c) feel happy, enthusiastic because the aim of learning language can be achieved quickly. Fourth, learners reason choose NSC as course place are: a) NSC is assumed as an English course had been existed long enough and experienced, b) NSC has flexibility toward the learners, c) competent instructor, friendly, kind and extroverted, d) NSC is able to fulfill the society' need. Fifth, there are some advantages and disadvantages from the communicative method; its advantages are class atmosphere becomes so active, competitive, it's not boring and also it can be self motivation to the learners to always use English. While the weaknesses are it can not be applied at the beginner level, stressed, low grammatical skill, it's difficult to evaluate, and planned material can not be finished well.

 The contrary from this research findings result, the researcher suggests that 1) application of communicative method can run well, so it needs to instructors to learn the techniques of interactive activities, and also in selecting theme or topic should be appropriated with the need and the benefit of the learners, 2) the pattern of this learning method more aimed learners to contextual or situation. So it's important to the instructor in one chance invite their learners to learn outside classroom, excursion, or study tour so that they can practice their language directly with native speaker, 3) for English course instructors should know the characteristic and principle of adult learners, 4) it needs to analyze and improve/revision toward the material that's used in foreign course institution which it's not contextual material. So it can not give benefit to the learners, 5) for observers of learning institution development issue should continuously review concept of managing an institution and contextual course learning so that able to answer the challenge of education in the future, 6) proactive role from the government is really needed to quality improvement and learners, that is by standardize for all course ownership and training so that the sustainability of course institution in an area can survive.