DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Membaca Cerita Fiksi Realistik melalui Booktalk Siswa Kelas 5 SDN Arjowinangun Malang. (Tesis)

Dewi Pusposari

Abstrak


Peningkatan kemampuan membaca cerita fiksi realistik (CFR) melalui booktalk (BT) sebagai fokus penelitian bertolak dari kenyataan di lapangan bahwa pembelajaran membaca sastra belum tergarap dengan sempurna, terutama di SDN Arjowinangun Malang. Penelitian ini berfokus pada pemaparan proses dan hasil peningkatan pemahaman membaca CFR melalui BT. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman membaca CFR melalui BT untuk pemahaman struktur cerita yang meliputi    (1) pelaku, (2) latar, (3) rangkaian, dan   (4) tema cerita.

BT dipilih karena terbukti dapat mempermudah siswa dalam memahami cerita. BT merupakan lembar kerja yang berisi beberapa pertanyaan tentang bacaan yang dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa terhdap bacaan.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian disusun dengan satuan siklus yang dilaksanakan sebanyak tiga siklus secara berdaur ulang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan perefleksian. Kegiatan refleksi dilakukan pada akhir siklus sebagai dasar penyusunan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Pelaksanaan tindakan dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan praktisi (guru) sehingga guru dapat merasakan manfaat dan implikasi penelitian secara langsung. 

Data penelitian meliputi data proses dan hasil tindakan berupa perilaku yang bersumber dari interaksi (guru-siswa dan siswa-siswa) dan hasil pekerjaan siswa. Data diperoleh dari subjek terteliti kelas 5 SDN Arjowinangun Malang. Data diperoleh peneliti sebagai instrumen utama dengan memanfaatkan instrumen catatan lapangan, wawancara, kajian dokumen, dan rekaman foto kegiatan. Analisis data menggunakan model mengalir yang di dalamnya melibatkan reduksi data, sajian data, verifikasi, serta penarikan simpulan (Miles dan Huberman, 1984).

Proses pembelajaran membaca CFR melalui BT dari siklus 1 hingga siklus 3 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Secara runtut prosedur tindakan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yakni (1) menje-laskan tujuan pembelajaran; (2)  membangkitkan skemata siswa; (3)  memahamkan unsur-unsur pembangun cerita melalui BT yaitu dengan cara: membaca cerita, menjelaskan pelaku, latar, rangkaian, dan tema cerita, memperagakan BT yang belum maupun yang telah ditanggapi, menjelaskan dan memodelkan penggarapan BT; (4)  membagi kelompok; (5) berbagi  hasil; (6) merevisi pekerjaan yang belum sempurna; dan (7) penguatan oleh guru.

Hasil peningkatan kemampuan membaca CFR melalui BT tampak bahwa siswa dapat: (a) memahami pelaku cerita dengan dapat: (1) menyebutkan nama-nama pelaku dengan jumlah nilai: siklus 1:76 (kualifikasi baik), siklus 2:90 (kualifikasi sangat baik), siklus 3:100 (kualifikasi sangat baik), (2) menentukan pelaku yang disukai dan alasannya dengan jumlah nilai: siklus 1:69,5 (kualifikasi cukup), siklus 2:85 (kualifikasi sangat baik), siklus 3:90 (kualifikasi sangat baik), (3) menentukan pelaku yang tidak disukai dan alasannya dengan jumlah nilai siklus 1:69,5 (kualifikasi cukup), siklus 2:85 (kualifikasi sangat baik), siklus 3:88 (kualifikasi sangat baik); (b) memahami latar cerita dengan dapat: (1) menentukan latar tempat dengan jumlah nilai siklus 1:74 (kualifikasi baik), siklus 2:92 (kualifikasi sangat baik), siklus 3:90 (kualifikasi sangat baik), dan (2)  menentukan latar waktu dengan jumlah nilai siklus 1:53 (kualifikasi kurang), siklus 2:89 ((kualifikasi sangat baik), siklus 3:89 (kualifikasi sangat baik); (c) memahami rangkaian cerita dengan jumlah nilai siklus 1:10,5 (kualifikasi sangat kurang), siklus 2:79 (kualifikasi baik), siklus 3:95,6 (kualifikasi sangat baik); serta (d) memahami tema cerita dengan dapat merumuskan gagasan utama yang melandasi terbentuknya cerita dengan jumlah nilai siklus 1:11 (kualifikasi sangat kurang), siklus 2:77 (kualifikasi baik) , siklus 3:89 (kualifikasi sangat baik).

Peningkatan per aspek adalah: (a) pelaku cerita dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan 15%, dari siklus 2 ke siklus 3 mengalami peningkatan 6%; (b) latar cerita dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan 36%, sedangkan siklus 2 ke siklus 3 tidak mengalami peningkatan; (c) rangkaian cerita dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan 69%, dari siklus 2 ke siklus 3 mengalami peningkatan 16, 6%; sedangkan    (d) tema cerita dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan 66%, dari siklus 2 ke siklus 3 mengalami peningkatan 12%. Masing-masing aspek mengalami peningkatan yang cukup signifikan sehingga dapat dikatakan pemanfaatan BT sebagai alat bantu untuk meningkatkan pemahaman membaca CFR dikatakan berhasil.

Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah (a) agar guru bahasa Indonesia menggunakan BT sebagai media pembelajaran membaca secara umum, bukan hanya membaca CFR, (b) agar guru bahasa Indonesia  memodelkan dan menyosialisasikan strategi pemanfaatan BT sebagai alat bantu pemahaman membaca CFR kepada guru lain, (c) agar guru BI dapat mengaplikasikan pembelajaran membaca CFR melalui BT yang diintegrasikan dengan aspek keterampilan berbahasa lainnya, dan (d) agar guru BI memanfaatkan buku cerita sebagai bahan pembelajaran membaca, tidak hanya mengambil bahan pembelajaran dari buku paket saja.

Abstract:

Enhancing reading ability of realistic fiction story (RFS) through booktalk (BT) as a study focus due to the fact that learning of literature reading has not been done well, especially in SDN Arjowinangun Malang. This research focuses on describing of the process and the result of reading ability enhancement of RFS through BT. In particular, this research has a purpose to enhance reading ability of RFS through BT to understand the story structure which covers (1) character, (2) background, (3) structure, and (4) story theme.

BT is chosen because of the evidence that BT could ease the students to comprehend a story. BT is a worksheet which contains some reading questions that is able to help enhancing students understanding of a reading text.

The approach used in this study is qualitative with class action as a research design. The research design was made with cycle unit which was implemented three recyclable cycles; those are planning, implementing, monitoring, and reflecting. Reflection activity was done in the end of cycles as a base of making improvement action on the next cycle. The implementation of the action was done collaboratively between a researcher and a practitioner (a teacher) so that this teacher is able to feel the use and the implication of this study directly.

The data of this study are process data and action result in the form of habit from the interaction (teacher-student and student-student) and students' work result. The data is taken from research subjects, fifth grade students SDN Arjowinangun Malang. The data is used as a main instrument by using field-note instrument, interview, document study, and activity photo record. Data analysis used flow model which involves data reduction, data exposure, verification, and drawing conclusion (Kemmis and Mc Taggart, 1998).

There is a studying process improvement from cycle 1 to cycle 3. Studying action procedure was done step by step according to studying steps that are (1) explaining purpose of study; (2) generating student's schemata; (3) comprehending story building aspects through BT by: story reading, explaining character, background, structure, and story theme, practicing BT which is not responded and has been responded, explaining and modelize making of BT; (4) group division; (5) result distribution; (6) revising unfinished work; and (7) teacher empowerment.

The result of reading ability of CFR enhancement through BT was appeared that students are able to: (a) understand the character of the story by being able to: (1) mention character names (cycle 1:76, cycle 2:90, cycle 3:100), (2) the favourite character and the reasons (cycle 1:69,5, cycle 2:85, cycle 3:90), (3) the unfavourite character and the reasons (cycle 1:69,5, cycle 2:85, cycle 3:88); (b) mention the background of place (cycle 1:74, cycle 2:92, cycle 3:90), and mention the background of time (cycle 1:53, cycle 2:89, cycle 3:89; (c) understand the structure of the story (cycle 1:10,5, cycle 2:79, cycle 3:95,6); and (d) understand the story theme by being able to conclude the main idea which is underlying the form of a story (cycle 1:11, cycle 2:77, cycle 3:89).

The enhancement of each aspect is that (a) the character of the story from cycle 1 to cycle 2 has enhacement of 15%, from cycle 2 to cycle 3 has 6%; (b) the background of the sory from cycle 1 to cycle 2 has enhancement of 36%, on the other hand cycle 2 to cycle 3 does not have any improvement; (c) the structure of the story from cycle 1 to cycle 2 has enhacement of 69%, from cycle 2 to cycle 3 has enhancement of 16,6%; while (d) the theme of the story from cycle 1 to cycle 2 has enhancement of 66%, from cycle 2 to cycle 3 has enhancement of 12%. Each aspect has significantly enhancement so that we can say that the use of BT as an assistance device to enhance reading ability of CFR is successfully done.

The suggestion which can be shared from this study is that (a) in order that a Bahasa Indonesia teacher uses BT as a generally learning media of reading, not only reading of CFR, (b) in order that a Bahasa Indonesia teacher modelizes and socializes the strategies of BT use as an assistance device of studying of reading CFR to another teacher, (c) in order that a Bahasa Indonesia teacher is able to apply the tudy of reading CFR through BT which is integrated to the other aspects of language skill, and (d) in order that Bahasa Indonesia teacher utilizes a story book as a reading lesson material, not only taking lesson materials from the textbook.