DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Hasil Pelatihan Tenaga Pengelola PKBM (Studi Kasus Pengelola PKBM Abdi Pratama di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang). (Tesis)

Soemarjono Soemarjono

Abstrak


Penyelenggara pelatihan seperti Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur dan SKB Kabupaten Malang telah menyelenggarakan pelatihan untuk pengelola PKBM yang secara umu bertujuan untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan konsep tentang pengelolaan PKBM. Aspek yang belum diketahui dari pelatihan yang dilaksanakan adalah bagaimana penerapan dari hasil pelatihan tersebut, karena dari penerapan itulah diketahui bagaimana perubahan terhadap kemampuan pengelola PKBM. Selain itu dengan penerapan hasil pelatihan dapat diketahui juga pelatihan mana yang efektif dan tidak, sehingga dapat dijadikan acuan pada penyelenggaraan pelatihan berikutnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) aktualisasi atau penerapan hasil belajar dari program pelatihan yang pernah diikuti para pengelola PKBM khususnya PKBM Abdi Pratama, (2) alasan sehingga implementasi hasil belajar dari pelatihan diterapkan demikian adanya, (3) pelatihan mana yang dirasa memberikan manfaat paling banyak dan mana yang tidak bermanfaat pada peningkatan kemampuan manajerial pengelola PKBM, dan (5) model pelatihan yang paling sesuai dalam mengembangkan kemampuan pengelola PKBM.

Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan dengan tiga teknik, yakni dengan: (1) wawancara mendalam, (2) observasi peran serta, dan (3) studi dokumentasi. Sumber data utama dari penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan subyek penelitian atau informan yakni dari Ketua, Sekretaris, Koordinator Program, tutor PKBM, serta Penilik Dikmas dan warga belajar. Sedangkan sebagai sumber pendukung adalah dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga cara agar data menjadi penuh makna yakni reduksi data, display data, kesimpulan/verifikasi.

Hasil penelitian ditemukan: (1) tidak semua hasil pelatihan dapat diterapkan oleh pengelola PKBM utamanya yang berkaitan dengan pengadaan sarana dan prasarana serta sebagian pengadministrasian, namun yang berkaitan dengan perbaikan pengelolaan organisasi secara keseluruhan diterapkan, (2) alasan hasil pelatihan tidak dapat diterapkan secara keseluruhan disamping karena terbatasnya dana yang dimiliki, kurangnya sumber daya manusia dari segi kualitas maupun kuantitas, dan lamanya waktu untuk mengaktualisasikan, (3) dari pelatihan yang telah diikuti yang paling bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan manajerial pengelola PKBM adalah pelatihan orientasi teknis, sedangkan pelatihan yang tidak memberikan manfaat adalah pelatihan berupa workshop, dan (4) model pelatihan yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan pengelola PKBM adalah perpaduan antara role model, person development model, dan organizational development model.

Berdasarkan temuan diatas, maka disarankan yaitu: (1) agar pengelola PKBM bersungguh-sungguh menerapkan atau mengaktualisasikan hasil pelatihan semaksimal mungkin, dengan jalan mengimbaskan kepada pengelola yang lain dalam satu PKBM sehingga dapat saling bantu membantu untuk melakukan pembenahan dan perbaikan organisasi, (2) instansi penyelenggara pelatihan dalam hal ini Dinas Pendidikan dan SKB agar benar-benar menyelenggarakan secara profesional, artinya dalam merancang suatu pelatihan dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kemampuan pengelola PKBM dan bukan hanya untuk memenuhi "kewajiban proyek" semata sehingga dilakukan dengan seadanya, namun pelatihan benar-benar dirancang dengan tujuan yang tepat, alokasi waktu yang efektif, narasumber yang berkualitas, materi yang padat berimbang dan berkualitas, (3) agar instansi penyelenggara dalam menggunakan model pelatihan benar-benar memilih model yang tepat disesuaikan dengan tujuan apa yang hendak dicapai serta karakteristik peserta pelatihan.

Abstract:

 

A general propose of trainings that have been held by holders such as Department of Education of East Java province and SKB of Malang regency for PKBM managers is to give knowledge, skills, attitudes, and concepts about PKBM management. The main aspect of the training held is how to apply the result of the trainings was not knew, so that not only the progress of PKBM managers can be found but also effective and ineffective trainings can be figure out. Hopefully, they can be as guidance for the next trainings.

The objectives of the research are to find out: (1) the actualization or application of the learning result from training program attended by PKBM managers especially PKBM Abdi Pratama, (2) the reasons so that the implementation of the training results can be done, (3) which trainings give the most benefits and which not give benefits to the progress of managerial abilities of PKBM managers, and (4) the most appropriate training model to develop and increase the ability of PKBM managers.

This research conducted a qualitative approach using a case study. The data collection was done by applying three techniques, namely: (1) intensive interview, (2) participation observation, and (3) documentaries study. The primary data sources were the words and the actions of the research subjects or the informants, they were the Head, the Secretary, the Program Coordinator, PKBM Tutor, the people learning, and Dikmas supervisor. The secondary data sources was documentations. The data analysis was carried out in three ways to get more meaningful data, namely data reduction, data display, and conclusion/verification.

The findings of the research are: (1) not all training results can be applied by PKBM managers especially dealing with equipments and facilities provision and also several administering, (2) the reasons of the whole training results cannot be applied because of the limited fund owned by PKBM organization, the limited human resources both quantitatively and qualitatively and the time length for the actualization, (3) the most beneficial trainings to increase a managerial ability of PKBM managers is the trainings oriented techniques, and trainings giving least advantages to increase managerial abilities are workshop, (4) the most suitable training to increase PKBM managerial abilities is a collaboration among role model, person development model, dan organizational development model.

Based on findings above, it is suggested that: (1) sharing the training result among PKBM managers in order to develop and improve their, (2) the institution holders, in this case, Department of Education and SKB hold the trainings seriously and professionally, meaning that in designing a training, it should be very beneficial and serious to increase managerial abilities of PKBM managers and not only to fulfill "a compulsory project". Therefore, it is essential that the training be designed with appropriate purposes, an effective time allotment, qualified source persons, and qualified and proper materials, (3) in order to get the most precise training model, the institution holders should select it based on the goals which are going to be achieved and the characteristics of the training's participants.