DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan Strategi Pemodelan pada Siswa Kelas IV SD Negeri Sumbersari III Malang. (Tesis)

Anthonius Besan

Abstrak


Pembelajaran membaca pemahaman di kelas IV sekolah dasar bertujuan agar siswa mampu membaca teks bacaan dan memahami teks melalui membaca intensif, membaca nyaring, membaca pantun, dapat menemukan kalimat utama pada tiap paragraf, menemukan makna dan informasi secara tepat dalam bacaan melalui membaca memindai. Berdasarkan hasil pengamatan dan studi pendahuluan yang dilaksanakan di SD Negeri Sumbersari III Malang ditemukan kemampuan siswa kelas IV dalam pembelajaran membaca pemahaman masih rendah. Rendahnya kemampuan tersebut ditandai oleh adanya ketidakmampuan siswa dalam hal (1) menjawab pertanyaan bacaan, (2) menentukan ide pokok setiap paragraf bacaan, (3) meringkas isi bacaan, dan (4) membuat kesimpulan bacaan. Ketidakmampuan siswa itu disebabkan oleh (1) pelaksanaan pembelajaran di sekolah masih terkesan monoton, (2) tidak ada inovasi dalam pembelajaran, (3) penggunaan strategi belajar mengajar yang kurang tepat, dan (4) pembelajaran bahasa Indonesia belum optimal.

Untuk meningkatkan kemampuan siswa perlu digunakan strategi belajar yang tepat dan efektif. Salah satu strategi yang diduga dapat mengefektifkan pembelajaran membaca pemahaman adalah strategi pemodelan. Pemodelan adalah strategi pembelajaran kontekstual yang memiliki empat fase yaitu (1) fase perhatian, (2) fase retensi, (3) fase reproduksi, dan (4) fase motivasi. Pelaksanaan pembelajaran membaca dengan strategi ini ditempuh melalui tiga tahap (1) tahap prabaca, (2) tahap saatbaca, dan (3) tahap pascabaca.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sumber data penelitian ini adalah siswa dalam proses pembelajaran membaca pemahaman dengan strategi pemodelan. Data penelitian ini berupa data proses dan data hasil tindakan yang diperoleh dari hasil pengamatan, hasil wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes akhir. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri yang bertindak sebagai pengumpul data dengan menggunakan instrumen penunjang berupa pedoman pengamatan, format pengamatan, pedoman wawancara, dan lembaran tes. Analisis data dilaksanakan berdasarkan analisis data model mengalir yang meliputi (1) mereduksi data melalui kegiatan menyeleksi, memfokuskan dan menyederhanakan data yang diperoleh sesuai kebutuhan, mulai dari awal pengumpulan data sampai penyusunan laporan penelitian, (2) menyajikan data melalui penyampaian data hasil reduksi disajikan dengan cara mengorganisasikan data yang dievaluasi, dan (3) menyimpulkan data sebagai temuan penelitian.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa meningkat setelah dilakukan tindakan pembelajaran dengan strategi pemodelan dari siklus I sampai siklus III. Peningkatan tersebut meliputi peningkatan dalam proses pembelajaran membaca maupun hasil memahami bacaan dengan indikator peningkatan, yaitu siswa dapat (1) menjawab pertanyaan bacaan, (2) menentukan ide pokok paragraf, (3) meringkas isi bacaan, dan (4) membuat kesimpulan bacaan. Peningkatan dalam proses membaca terlihat pada setiap siklus, dan terutama yang menonjol pada siklus II dan III. Pada siklus I siswa mencapai kualifikasi baik, siklus II siswa mencapai kualifikasi baik, dan sisklus III siswa mencapai kualifikasi sangat baik.

Secara kuantitatif, peningkatan kemampuan membaca siswa dapat terlihat dari skor pada setiap tes formatif diakhir pembelajaran. Sesuai hasil tes formatif diperoleh hasil rata-rata kemampuan siswa sebagai berikut: pada siklus I skor yang diperoleh rata-rata 71,8% (kualifikasi baik), siklus II skor yang diperoleh rata-rata 83,6% (kualifikasi baik), dan siklus III skor yang diperoleh rata-rata 89,7% (kualifikasi sangat baik).

 Berdasarkan hasil penelitian baik dari segi proses maupun hasil, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran membaca pemahaman dengan strategi pemodelan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam memahami isi bacaan. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan beberapa saran kepada guru dan kepala sekolah. Pertama, kepada guru-guru bahasa Indonesia di sekolah dasar agar dapat melakukan inovasi dalam proses belajar mengajar di kelas dengan strategi pembelajaran yang baik dan menyenangkan siswa di antaranya strategi pemodelan. Kedua, kepada kepala sekolah agar mendorong para guru untuk menggunakan strategi pemodelan sebagai salah satu strategi yang dapat mengembangkan potensi siswa dalam pembelajaran membaca pemahaman.

Abstract:

 

            Reading comprehension learning for the fourth graders is addressed to achieve student's improvement in reading textbook and comprehending the text intensively, reading aloud, reading quatrin, finding main sentence/idea from each paragraph of the text, determining meaning and specific information accurately through scanning technique. Based on the results of the research and the previous study that was conducted in SD Negeri Sumbersari III Malang, it is shown that there are some obstacles appeared to be problems througout the learning process. One of which is that student has low comprehension level towards the reading. It is proven by their inability in comprehending the reading text provided in the research by these several indicators: student has inability in (1) answering reading questions, (2) finding main idea of each paragraph, (3) summarizing the reading paragraphs, and (4) dragging conclusion of the text.

            These inabilities are caused by several factors such as; (1) monotoneus learning process conducted at school, (2) no new inovation in teaching learning process, (3) inapproprite learning strategy, and (4) unoptimum learning steps of Indonesian Language learning. Thus, to improve student competence, the researcher needs  to apply an appropriate and effective learning strategy. One of the strategies which is assuned to be well conducted is "Modelling Strategy". Modelling is a contextual learning approach with four outstanding phases, (1) attention phase, (2) retention phase, (3) reproduction phase, and (4) motivation phase. The learning of this strategy is conducted by using these following three phases, that will be actualized in (1) pre-reading phase, (2) whilst reading phase, and (3) post-reading phase.

            By then, this research applies qualitative method by using classroom action research design. This design comprises introduction, planning, action, observation, and reflection. The data sources of this study are students and teacher in the comprehensive reading learning process by modelling strategy. The data in this study are process data, the result of the action observation data, interview data, field note, documentation and final test. The major research instrument is the researcher himself who is acting as data collector by using supporting instruments such as observation guide, observtion form, interview guide, and test sheet. Data analysis is carried out based on the flow model data analysis covering; (1) data reduction is the processes of  selecting, focusing, and simplifying data as necessary from the beginning process of data collection up to the designing of research report; (2) data presentation is the presentation of data as the result of the reduced data by organizing; afterwards, the data will be evaluated, and given as the tentative conclusion.; the last (4) data conclusion aims to draw a final conclusion of the research result.

            The result of the study shows that the student comprehensive reading competence is improving after the treatment by using modelling strategy action research from the first up to the third cycle. The improvement comprises the improvement of learning process as well as the result of comprehending the reading text. The indicator applied to measure the success consists of the student's ability; (1) to answer the reading questions, (2) to find the main idea of each paragraph, (3) to summarize the content, and (4) to draw conclusion from the text. By the treatment, the student competence improvement can be identified in every cycle conducted in the research, especially those that are quite appealing in the cycles II and III. In the first cycle, student reaches a good qualification; in the second cycle, student also get a good qualification; and for the third cycle, student achieves an excellent qualification.

            From the result point of view, the improvement can be observed from the scores obtained in every formative test conducted in every end of the learning process. In line with the result of the formative tests, the average student's competence is as follows; cycle I-the average score is 71.8% with a good qualification, cycle II-the average score is 83.6% with a good qualification, and the last cycle III-the average score is 89.7% with an excellent qualification.

            Based on the research result, both from process and result, it can be concluded that the comprehensive reading learning process by modelling strategy can improve the student's learning result in comprehending reading. Therefore, the researcher conveys several suggestions to teachers and head master for the betterment of the school strategy; First, the Indonesian language teacher in the elementary school shall explore inovation in the teaching and learning process by using a well-organized and fun teaching strategy-one of which is modelling strategy. Second, the school head master ought to support teachers to apply modelling strategy as one of the strategies to improve student's potention in the comprehensive reading learning process.