DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 Pada Pendidikan Dan Pelatihan di PPPPTK/VEDC Malang (Studi Kasus di PPPPTK/VEDC Malang). (Tesis)

Astu Widodo

Abstrak


Sistem Manajemen Mutu merupakan sarana untuk mencapai tujuan mutu dalam penerapan Total Quality Management. Beberapa faktor yang menjadi latarbelakang munculnya implementasi sistem mutu manajemen ISO 9001 adalah: (1) persaingan global yang memberikan pengaruh terhadap sekolah pendidikan kejuruan dalam mempersiapkan persaingan tenaga kerja, (2) Pola penyelenggaraan pendidikan dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan, (3) Kebijakan sekolah nasional dan internasional yang telah dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, termasuk Direktorat Pembinaan SMK.

Implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 yang mengacu pada ketentuan standar internasional diperlukan perhatian terhadap 8 prinsip sistem manajemen mutu, kesiapan dan implementasi sistem. Sistem dalam implementasi tersebut antara lain: ketersediaan dokumen yang digunakan oleh organisasi sesuai dengan ketentuan persyaratan SMM ISO 9001 dan penyediaan bukti-bukti implementasinya. Audit dan pengukuran kepuasan pelanggan merupakan suatu keharusan bagi organisasi untuk menemukan peluang-peluang perbaikan sebagai salah satu bukti bahwa evaluasi dilakukan termasuk upaya tindakan perbaikannya. Sehingga organisasi harus mengupayakan menuju pencapaian efektivitas dan efisiensi.

Tujuan penelitian ini untuk: (1) mendiskripsikan alasan penerapan SMM ISO 9001:2000 di PPPPTK/VEDC Malang dalam rangka pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan, (2) mendiskripsikan komponen-komponen dalam penerapan SMM ISO 9001:2000 di PPPPTK/VEDC Malang, (3) mendiskripsikan penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 di PPPPTK/VEDC Malang, (4) mendiskripsikan kepuasan pelanggan terhadap layanan jasa pendidikan dan pelatihan di PPPPTK/VEDC Malang, (5) mendiskripsikan hambatan yang dihadapi dalam upaya peningkatan mutu layanan jasa pendidikan dan pelatihan di PPPPTK/VEDC Malang, (6) mendiskripsikan upaya-upaya yang dilakukan untuk peningkatan mutu layanan jasa diklat di PPPPTK/VEDC Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam, obeservasi/ pengamatan, dan penelusuran dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan alur (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan.

Dari hasil analisis data diperoleh gambaran bahwa sistem manajemen mutu merupakan suatu sistem yang harmonis berkesinambungan dan tidak pernah berhenti. Oleh karena itu berbagai hal yang mendukung saling berinteraksi secara harmonis untuk mencapai tujuan organisasi, yang terdeskripsi pada komponen-komponen sebagai berikut: (1) alasan PPPPTK/VEDC Malang sebagai lembaga Diklat yang selalu mengarah pada pencapaian kinerja organisasi yang efektif dan efisien antara lain: sebagai unit pelaksana teknis pengembang pendidik dan tenaga kependidikan, investasi jangka panjang melalui wadah sebagai penggerak perubahan bagi pendidikan dan pelatihan kejuruan, pemenuhan standarisasi sistem manjemen mutu ISO, proses belajar bagi SDM di PPPPPTK/VEDC Malang, peningkatan kepuasan pelanggan dan stake holders, prototipe bagi sekolah yNg dibina; (2) Ketersediaan 4 tingkat dokumen yang ditetapkan oleh PPPPPTK/VEDC Malang, (3) implementasi sistem manajemen mutu dengan pendekatan proses PDCA (plan, do check, action) dan tersertifikasi (Certf.No:QEC21936 ISO 9001:2000); (4) Tingkat kepuasan peserta Diklat tinggi (hasil penilaian Baik), dampak Diklat tingkat kepuasan sangat tinggi (hasil penilaian Sangat Baik); (5) terdapat adanya beberapa hambatan yang diidentifikasi sebagai peluang perbaikan; (6) upaya perbaikan yang dilakukan antara lain: melakukan perawatan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 secara konsekuen dan berkelanjutan, melaksanakan trinial audit sertifikasi atau renual sertification, dan upaya untuk memenuhi standar kinerja PPPPTK.

Berdasarkan dari kesimpulan hasil penelitian, dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: (1) bagi kepala Pusat PPPPTK/VEDC Malang untuk mengendalikan dan meningkatkan pemantauan terhadap konsistensi penerapan sistem manajemen mutu secara kontinyu melalui agenda pembahasan dalam rapat Manajemen untuk meningkatkan keefektifan sistem, sedangkan bagi karyawan PPPPTK/VEDC Malang untuk lebih meningkatkan komitmen atau konsisten terhadap penerapan sistem manajemen mutu di area kerja (tingkat suborganisasi) masing-masing dengan penuh rasa tanggungjawab dengan memperhatikan instruksi kerja yang telah ditetapkan oleh pimpinan unit kerja masing-masing, serta menyediakan bukti keterlaksanaan penyelesaian (2) bagi para kepala sekolah, guru, termasuk pimpinan lembaga pendidikan yang lain disarankan melaksanakan studi banding dalam implementasi sistem manajemen mutu ISO, (3) bagi masyarakat termasuk dunia usaha dan dunia industri untuk dapat memberikan masukan yang obyektif terhadap output pendidikan dan pelatihan khususnya dalam meningkatkan hubungan kerja dengan lembaga pendidikan kejuruan yang saling memberikan sumbangan baik dalam pemanfaatan produk tamatan, keberadaan sumber daya manusia handal (khususnya instruktur),maupun program, (4) bagi Direktorat Jenderal PMPTK dan Direktorat Jenderal Mandikdasmen sebagai pihak pengambil keputusan yang lebih tinggi untuk dapat memberikan umpan balik bagi keberlangsungan peran dan fungsi PPPPTK/VEDC Malang dalam membuat kebijakan yang lebih tepat berkaitan dengan peningkatan layanan mutu pendidikan, (5) bagi peneliti berikutnya dapat melakukan studi yang lebih mendalam sehubungan dengan implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001 terhadap upaya peningkatan pendidikan khususnya bagi pendidikan kejuruan.

Abstract:

 The quality management system means to achieve the quality objectives  of the implementation of total quality management. Some factors that caused the implementation of quality system ISO 9001 management are; (1) the influence of global competition to vocational school in preparing the competitive labor, (2) the changing of education system, (3) the national and international education policy of the Directorate General of Quality Improvement and Educator and Educational Staff (DGQIEES), include the Directorate Technical Vocational Education (DTVE).

The implementation of quality management system ISO 9001:2000 as a means of international standards need more pay attention to the 8 principles of quality management system, readiness and implementation system. Implementing system consist of the available document which used by the organization based on the provisions of QMS ISO 9001 requisites and providing the evidence of implementation. Auditing and customer satisfaction measurement is needed by the organization to identify continual improvement action. So the organization try to get  the performance effectively and efficiency.

The research aim to; (1) describe the application reason of ISO 9001:2000 at VEDC Malang for education services and training context, (2) describe the components of SMM ISO 9001:2000 application, (3) describe the implementation of QMS, (4) describe the customer satisfaction of education services and training, (5) describe the obstacles in improving the quality of education services and training, (6) describe the effort to improve education services and training. The research uses case study design that refer to qualitative approach. The data selected based on interviews, observation, and document investigated. The data collected is analyzed descriptively by using flow; (a) data reduction, (b) data presentation, (c) conclusion.

The data result shows that the quality management system is continuous and harmonious. Therefore, the factors to achieve the organization goals must be harmonies and continuous. The factors are; (1) Development and Empowerment of Educators and Educational Staff Center / Vocational Education Development Center (DEEESC/VEDC) Malang is training provider that always lead to achieve effective organization performance and efficiency cover technical and operational unit of education development, investment as the activation in education changing for the education and vocational training, quality management system, staff learning process, the satisfaction of customer and stake holder, school prototype. (2) Document which consist four levels, (3) the implementation of quality management system through PDCA process (plan, do, check, action), ISO certified (Certf.No: QEC21936 ISO 9001:2000), (4) level of trainee satisfaction (good), training impact (very good), (5) obstacles is as a change for improvement, (6) effort to improve are; continuously for QMS ISO 9001:2000, apply renewal audit certification or renewal certification..

Based on the conclusion the researcher recommend that; (1) the director of DEEESC/VEDC Malang manage and monitor more intensively to the consistency and effectively of QMS applied through the discussion in the meeting's agenda to improve management effectiveness of the system, and the staff are able to improve the commitment at workplace relate to the job descriptions, (2) headmaster, teachers, head of education institutions are recommended to have work visit of the application of QMS, (3) community, industries give comment or input to the education training output especially for networking improvement in order to use the graduation product, HRD (instructor) or program. (4) Directorate General of Quality Improvement of Educators and Educational Staff (DGQIEES) and Directorate General of Management of Primary and Secondary Education (DGMPSE) as the decision maker give feedback to the sustainable of VEDC to conduct its job description, (5) for the next researcher is able to research deeply refer to the implementation of QMS ISO 9001 through the educational improvement especially vocational education.