DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Implementasi Sekolah Standar Nasional (SSN) di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 10 Kota Malang: Studi Multisitus di SMAN 1 Malang dan SMAN 10 Malang. (Tesis)

Anis Isrofin

Abstrak


Salah satu implementasi dari PP nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), pemerintah berkepentingan untuk melakukan pemetaan sekolah dengan melakukan pengkategorian sekolah khususnya di SMA berdasarkan tingkat terpenuhinya SNP.

Direktorat Pembinaan SMA melakukan penyelenggaraan SSN, dua di antaranya adalah SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 10 Kota Malang untuk mengembangkan konsep sekolah kategori mandiri dengan satuan kredit semester untuk SMA.

Penelitian ini difokuskan pada: (1) ciri-ciri kepemimpinan kepala sekolah dalam implementasi SSN, (2) strategi kepemimpinan kepala SMAN 1 Malang dan SMAN 10 Malang dalam implementasi SSN, (3) faktor-faktor yang mendukung keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dalam implementasi SSN, (4) faktor-faktor resistensi/kendala dalam implementasi SSN di SMAN 1 Malang dan SMAN 10 Malang, (5) upaya kepala sekolah dalam memberdayakan faktor-faktor pendukung dalam implementasi SSN, dan (6) upaya-upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam mengatasi kendala dalam implementasi SSN.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang dilakukan di SMAN 1 Malang dan SMAN 10 kota Malang sebagai sekolah berprestasi dengan rancangan penelitian multisitus pada metode komparatif konstan dan analisa induktif untuk menemukan makna dari fenomena pada latar penelitian. Penentuan informan dilakukan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, internal sampling, time sampling, dan teknik bola salju (snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara mendalam, (2) observasi partisipan, dan (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul dari ketiga teknik tersebut dianalisis secara berulang yang didalamnya melibatkan kegiatan reduksi data, sajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan baik melalui analisis dalam situs maupun analisis lintas situs guna menyusun konsep temuan lapangan. Kredibilitas data dicek dengan triangulasi sumber, triangulasi metode, member chek, diskusi teman sejawat, dan kecukupan referensi. Sedangkan dependabilitas dan konfirmabilitas diperoleh melalui pengauditan oleh dosen pembimbing.

Temuan penelitian ini adalah: Pertama, kepemimpinan kepala sekolah dalam implementasi SSN mempunyai karakteristik yang sama dengan kepemimpinan transformasional dengan tipologi the value-based juggler, yaitu mampu mempengaruhi komponen sekolah dalam proses perbaikan sekolah dengan tetap berorientasi pada kemajuan belajar siswa. Kepala sekolah mengkomunikasikan visi pribadi dan visi sekolah kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah. Kepala sekolah mempunyai nilai kepemimpinan yang menjadi landasan berfikir dan bertindak dalam memimpin sekolah yaitu (1) disiplin dalam bekerja, (2) bersikap demokratis, (3) bertanggung jawab, (4) inovatif, dan (5) jujur dan terbuka. Kepala sekolah juga mempunyai hubungan sosial yang terjalin baik dengan warga sekolah antara lain: (1) kesejawatan, (2) keteladanan, (3) penghargaan terhadap prestasi guru dan siswa, dan (4) kekeluargaan dan kesejahteraan.

Kedua, strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam implementasi SSN adalah: (1) membentuk teamwork yang kuat, (2) menjalin kerjasama dengan Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang dalam pelatihan pembelajaran inovatif, (3) meningkatkan mutu sumberdaya guru melalui kursus bahasa Inggris atau diklat kompetensi Guru, (4) siswa kelas X wajib mengikuti pembelajaran 5 bahasa asing selain bahasa Inggris yaitu bahasa Jerman, Perancis, Jepang, Mandarin, dan bahasa Arab, (5) peningkatan sarana ICT untuk siswa, guru dan karyawan dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam bidang IT, (6) pembelajaran dirancang dengan sistem moving class, (7) peningkatan kesejahteraan guru dan karyawan, (8) memberikan reward/penghargaan pada guru dan siswa yang berprestasi, dan (9) mendorong serta memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengembangkan potensinya baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler

Ketiga, faktor-faktor pendukung dalam implementasi SSN antara lain; (1) faktor tenaga pendidik dan kependidikan, (2) faktor sarana prasarana, (3) faktor keadaan siswa, (4) lingkungan dan aktifitas sekolah , (5) dan faktor kerjasama /kemitraan.

Keempat, faktor kendala dalam implementasi SSN antara lain: (1) belum semua guru menguasai ICT, (2) lahan sekolah yang kurang luas di SMAN 1 Malang, (3) kurangnya tenaga pelatih dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Kelima, Upaya kepala sekolah dalam memberdayakan faktor pendukung dalam implementasi SSN yakni dengan mengoptimalisasi faktor-faktor pendukung secara intensif yang meliputi: (1) faktor pendidik dan tenaga kependidikan, (2) faktor sarana prasarana, (3) faktor keadaan siswa,(4) faktor aktivitas sekolah, dan (5) faktor kerjasama/kemitraan.

Dari hasil penelitian ini disarankan: (1) bagi penyelenggara pendidikan, penelitian ini memberikan gambaran SSN beserta kegiatan aktif dari para guru dan siswa sehingga dapat dijadikan model dalam pengelolaan SSN, (2) Bagi kepala SMAN 1 Malang dan SMAN 10 Malang, disarankan meningkatkan status SSN menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), (3) bagi kepala sekolah lain, kepemimpinan kepala sekolah pada SMAN 1 Malang dan SMAN 10 Malang dapat dijadikan model kepemimpinan kepala sekolah dalam implementasi SSN, dan (4) bagi pemerintah dijadikan pedoman pelaksnaan SSN, sesuai dengan amanah UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Abstract:

 

One of implementation of PP number 20 year 2005 about National Education Standard (SNP), the government has tendency to conduct school mapping by school categorizing especially senior high school based on the level fulfillment of SNP.

Government of advicesory of SMA based conduct SSN two which are SMAN 1 Malang and SMA 10 Malang to develop concept of SSN for SMA.

This research focus on: (1) characteristics leadership of principal's of SMA 1 and SMAN 10 Malang in implementation of SSN, (2) strategy of leadership principals in implementation SSN, (3) factors which support success of leadership principals in implementation SSN, (4) obstacles factors in implementation SSN, (5) principals effort in empowering supporting factor in implementation on SSN, and (6) principals' efforts done to solve obstacles in implementing SSN.

            This research uses qualitative approaches, which are conducted at SMAN 1 Malang and SMAN 10 Malang as achieved school with design of multicity research of constant comparative method and inductive analysis to find meaning of phenomenon on research background. Determinations of informant is done with technique sample taking by purposive sampling, internal sampling, time sampling, and snowball sampling technique. Technique of data collecting used are(1) deep interview, (2) participant' observation, and (3) study of documentation study. Data collected from three techniques are analyzed again and again which the constant involves activity of data reduction, data presented and verification of conclusion through analysis within cite or analysis crossing cites in order compose the concept of research finding. Data credibility is cross checked by source triangulation, method triangulation, member check, colleague discussion, and enough references. While dependence and conformability are obtained through auditing by advisor.

            This research findings of are: Firstly, leadership of principals in implementation of SSN has the same characteristics with transformational leadership by the value based juggler typology, that is enable to influence school component in school improvement process which is still oriented on student learning progress. The principals communicate personal and school visions to parent, society and government. Principals have leadership value which becomes thinking and doing in leading school, these are (a) discipline on working, (b) democratic behavior, (c) responsible, (d) innovative, and (e) honest and opened attitude. Principals also have good relationship with school community such as; (1) colleague, (2) modeling, (3) reward to students' and teachers' achievement, and (4) familiarity and prosperity.

Secondly, the strategies which conducted by principals on implementation of SSN are: (1) build of solid teamwork, (2) cooperate with MIPA faculty State University of Malang on guidance in instructional innovative , (3) improve professionalism of teachers' resources by joining English course or teachers' competency workshop, (4) ten grade students must join five foreign languages except English, they are: Germany, France, Japanese, Chinese and Arabic, (5) improvement of ICT facilities and competence for students and teachers,(6) instruction is design by moving class system, (7) improvement of prosperity for teachers and employees, (8) reward giving for teachers and students who are achieved, (9) encouraging students in improving their talent in intra curricular and extracurricular

Thirdly, supporting factors in implementation of SSN such as: (1) facility factors, (2) students condition, (3) teacher and employees factors, (4) school activity and environment, (5) supporting factors, and (6) cooperation and partnership among parent, society, government agency, private sector business, and international education institute.

Fourthly, obstacles factors in implementation of SSN such as (1) not all of the teacher master of ICT, (2) schoolyard is less wide in SMAN 1 Malang, (3) lack of instructor extracurricular.

Fifthly, principals' efforts to empowering supporting factor on facility implementation of SSN, that is by optimalyzing supporting factor intensively, including (1) teachers and employees, (2) facilites factor, (3) students' condition, (4) school activity factor, (5) supporting factor, and (6) partnership factor.

            From the result of this research, it is suggested: (1) for education manager, this research gives description of SSN with active activity from teachers and students so that can become a model in SSN management, (2) for principals of SMAN 1 and SMAN 10 Malang, it suggested to improve SSN status to pioneer of international standard school (RSBI), (3) for other principals, this kind of principals' leadership of SMAN 1 Malang and SMAN 10 leadership of SMAN 1 Malang and SMAN 10 can become a model of principals leadership of SSN implementation,(4) for the government as guidance in implementing of SSN such as according to UU no 20 2003 about National Education System.