DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pendayagunaan Hotel Training di SMK: Studi Multisitus di SMK Negeri 2 Malang dan SMK Negeri 3 Malang

Suyitno . .

Abstrak


ABSTRAK

 

Suyitno. 2010. Pendayagunaan Hotel Training di SMK: Studi Multisitus di SMK Negeri 2 Malang dan SMK Negeri 3 Malang. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, MPd, dan            (2) Prof. Dr. H. Salladien.

 

Kata kunci:  pendayagunaan, hotel training, SMK

 

               Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan satuan pendidikan menengah kejuruan yang diselenggarakan pada jalur pendidikan.  SMK memberikan bekal kepada peserta didik untuk terjun ke masyarakat sebagai tenaga kerja dan wirausaha pada level menengah sesuai dengan karakteristik kompetensi yang diminati.  Lulusan SMK didorong untuk siap kerja, memiliki kecerdasan serta siap bersaing.  Dalam rangka mewujudkan harapan tersebut maka dilakukanlah berbagai kegiatan pengembangan, salah satunya adalah program hotel training pada SMK. Program tersebut dirintis sejak tahun 2003 dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran guna lebih mempersiapkan siswa menghadapi kondisi di dunia usaha dan industri, baik di dalam maupun di luar negeri.  Tujuan program hotel training secara rinci adalah: (1) pemenuhan fasilitas pembelajaran  bidang perhotelan pada SMK, (2) menyediakan sarana praktik industri perhotelan bagi SMK, yang dikelola sesuai sistem dan standar prosedur yang berlaku di hotel berbintang, (3) mendorong terwujudnya teaching factory perhotelan yang memberikan keuntungan secara bisnis, (4) menyediakan fasilitas diklat bagi siswa SMK lain yang akan melaksanakan prakerin perhotelan di luar negeri. Dua diantara 55 SMK yang mengembangkan program hotel training di Indonesia adalah SMK Negeri 2 Malang dan SMK Negeri 3 Malang.  Kedua sekolah termasuk juga termasuk kelompok pengembangan hotel training yang dianggap dapat dijadikan model sesuai dengan karakteristiknya. Sebagai sebuah program baru, maka keberadaan hotel training di SMK perlu dikembangkan secara terus-menerus guna mewujudkan tujuan pokoknya yaitu sebagai sarana praktik siswa yang sekaligus dapat memberikan keuntungan secara bisnis belum banyak dikaji secara mendalam.  Hal inilah yang mendorong dilakukannya penelitian ini.

               Penelitian ini difokuskan pada tiga hal, yang terdiri dari: (1) sumber daya yang diperlukan dalam pendayagunaan hotel training di SMK; (2) proses pendayagunaan hotel training di SMK; dan (3) pihak-pihak yang terkait dalam proses pendayagunaan hotel training di SMK.

               Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif atau juga dikenal dengan pendekatan naturalistik.  Rancangan penelitian menggunakan studi multi situs dengan metode komparatif konstan.  Latar penelitian terdiri dari dua SMK yang menyelenggarakan program hotel training, yaitu SMK Negeri 2 Malang dan SMK Negeri 3 Malang.  Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik, yaitu: (1) wawancara mendalam; (2) observasi berperan serta; dan (3) studi dokumentasi.  Data yang terkumpul dan telah selesai diperiksa, dianalisis dalam dua tahap, yaitu: (1) analisis dalam situs; dan (2) analisis lintas situs.  Untuk menjamin kesahihan temuan, maka dilakukan uji keabsahan data, yang teridiri dari: (1) pengecekan kredibilitas data; (2) transferabilitas; (3) kebergantungan; dan (4) kepastian.

               Temuan-temuan yang diperoleh melalui penelitian ini dirumuskan dalam tiga temuan teoritik. Pertama, sumber daya yang diperlukan dalam pendayagunaan hotel training di SMK terdiri dari: (1) sumber daya manusia, (2) dana,                (3) peralatan, (4) bahan, (5) standard operating procedure (SOP), dan (6) tamu. Kedua, proses pendayagunaan hotel training di SMK meliputi: (1) perencanaan pembelajaran dan usaha; (2) pengorganisasian sumber daya; (3) penggerakan sumber daya; dan (4) pengawasan pembelajaran dan usaha. Ketiga, pihak-pihak yang terkait dalam pendayagunaan hotel training dapat dikategorikan kedalam dua kelompok, yaitu (1) pada tataran pengembangan meliputi: Direktorat Pembinaan SMK, sementara dalam realisasi pelaksanaan program maka pihak-pihak yang terkait adalah Komite Sekolah, Dinas Pendidikan Kota, dan Dinas Pendidikan Propinsi; dan (2) pada tataran operasional, meliputi Dinas Perijinan,  Kantor Pajak, JHTD, LSP, dan PHRI.

               Berdasarkan temuan-temuan tersebut maka peneliti menyarankan beberapa hal, yaitu: (1) Bagi SMK Negeri 2 Malang dan SMK Negeri 3 Malang, perlu meningkatkan pelibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran di hotel training; (2) SMK – SMK lainnya yang menyelenggarakan program hotel training disarankan untuk meningkatkan jalinan kerjasama melalui Jaringan Hotel Training Dikmenjur (JHTD); (3) Dinas Pendidikan Kota agar mendukung dan mengawasi melalui pemberian dana pendamping untuk pengembangan, promosi keberadaan hotel training kepada tamu dinas pendidikan maupun pemerintah kota, serta pembinaan sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan dan optimalisasi peran pengawas.  ; (4) Direktorat Pembinaan SMK disarankan untuk menindaklanjuti pengembangan fisik hotel training di SMK dengan melakukan kegiatan monitoring secara berkala, menerbitkan panduan pengelolaan hotel training, dan melakukan bimbingan teknis inovasi pengembangan hotel training kepada kepala SMK pengembang hotel training; (5) Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga K ependidikan, hendaknya melakukan kegiatan untuk peningkatan kualitas kepala sekolah dan guru pengembang hotel training agar pendayagunaan sesuai dengan tujuan yang diharapkan; (6) sebagai saran terakhir, sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut tentang manajemen serta kontribusi hotel training dalam peningkatan kualitas lulusan SMK kompetensi keahlian Akomodasi Perhotelan.