DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Making Use of Secret Topic Game to Improve the Speaking Ability of the Third Year Students MA Zainul Anwar Kraksaan Probolinggo. (Thesis)

Jamaludin Jamaludin

Abstrak


The speaking ability of the third year students at MA Zainul Anwar still needed improvement. Based on the teacher's experience and the results of preliminary study, it was revealed that the students were reluctant to express their ideas in English verbally. They lacked confidence to communicate in English because they were afraid of being underestimated when they made mistakes, meaning that they could not make a spontaneous conversation, therefore they were hardly involved actively in the teaching and learning process.

A collaborative classroom action research was employed in this study and was done in three Cycles. The study used three instruments in the forms of observation form, field notes, and students' self assessment to collect the data. The implementation of Secret Topic Game to teach speaking hopefully could overcome the problems stated above so that the students' participation and the students' speaking ability improved.

Each Cycle consisted of four stages: (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. Cycle 1 and 2 took three meetings while Cycle 3 took two meetings. Secret Topic Game procedures that proved to be able to improve are as follows: (1) Students are divided into groups done by the teacher randomly. Each group can consist of five or six students, and two of the members of each group are as the conversation participants chosen by the other group. (2) The conversation participants agree on a topic given by the teacher without telling the other member what it is, then the conversation participants start discussing their hidden topics without mentioning the topics. The topics used are different from the topics used in Cycle 1 and 2. If one member in each group could guess the secret topic, the conversation participants are directly changed with different topic, and so forth. (3) The others listen to the two conversation participants or topics they are talking about. (4) Anyone in the rest of the group who thinks s/he knows what they are talking about, have to write it on a small piece of paper and show it to the two conversation participants before s/he is accepted. (5) The conversation participants look at her/his word(s) written on a small paper, if her/his answer is right, the conversation participants accept her/him to join in the conversation. However, if her/his answer is wrong, s/he is not accepted to join in the conversation, and s/he have to listen again to the conversation. (6) When all of the members of each group have joined in, the game is stopped. (7) Points are awarded according to the number of people who find out the secret topics.

After conducting Cycle 3, the result of this study using Secret Topic game procedures indicated the fact that there was an increase in the number of the students' participation up to 70 % for the group participation, from 17% (4 students) in Cycle 1 to 87% (21 students) in Cycle 3. The students' individual participation also gradually increased from 2 students (33%) out of 6 students in Cycle 1 to 4 students (67%) in Cycle 2 and 5 students (80%) in Cycle 3 for group 1, from 0 students (0%) out of 6 students in Cycle 1 to 2 students (33%) in Cycle 2 and 5 students (80%) in Cycle 3 for group 2, from 2 students (33%) out of 6 students in Cycle 1 to 3 students (50%) in Cycle 2 and 5 students (80%) in Cycle 3 for group 3, and from 0 student (0%) out of 6 students in Cycle 1 to 2 students (33%) in Cycle 2 and 6 students (100%) in Cycle 3 for group 4. From appendix 5a and appendix 9 we can see that there are a number of significant improvements of the students' speaking scores assessed in Cycle 3.

Applying Secret Topic Games is one of successful and interesting ways that can help teachers in overcoming speaking problem the students have. Games are used not only for fun, but more notably, for the useful practice and review of language lessons, thus leading to the goal of improving learners' communicative competence.  Therefore, it is recommended that the English teachers apply Secret Topic Game as an alternative in teaching speaking to make students actively involved, and for the future researcher it will be a reference and a proof that such game can improve students' participation and speaking ability.

 

Abstrak:

 

Masalah yang sering dihadapi pebelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing juga dihadapi oleh siswa MA Zainul Anwar Kraksaan Probolinggo. Berdasarkan pengalaman peneliti sebagai guru dan hasil studi awal, ditemukan bahwa siswa tersebut masih sulit untuk mengungkapkan idenya secara lisan. Mereka kurang percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris karena masih takut untuk melakukan kesalahan dalam berbicara bahasa Inggris, artinya mereka masih belum bisa melakukan percakapan bahasa Inggris dengan secara spontan sehingga mereka kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dan dilaksanakan dengan seorang kolaborator dalam tiga siklus. Dalam penelitian ini ada tiga instrumen dalam bentuk observasi, catatan lapangan, dan penilaian mandiri siswa dipergunakan untuk mendapatkan data. Penerapan teknik ini dalam pembelajaran speaking diharapkan dapat menjadi solusi masalah yang dihadapi siswa seperti yang disebutkan di atas sehingga partisipasi siswa dalam pembelajaran speaking serta kemampuan speakingnya meningkat.

 Tiap silkus terdiri dari empat tahap: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Pada siklus 1 dan 2 terdiri dari 3 pertemuan dan pada siklus 3 hanya terdiri dari 2 pertemuan. Prosedur dari teknik ini yang diambil dari hasil revisi pada siklus 3 adalah sebagai berikut: (1) siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang dilakukan oleh guru secara acak, tiap kelompok terdiri dari  lima atau enam siswa dan 2 siswa dari kelompok tersebut dipilih oleh kelompok lain sebagai palaku percakapan, (2) pelaku percakapan siap dengan topik yang telah disiapkan oleh guru, tanpa memberitahukannya pada anggotanya maupun kelompok lain, kemudian mereka mulai mendiskusikan topik tersebut. Topik yang digunakan berbeda dengan topik yang digunakan pada siklus 1 dan 2. Jika salah satu dari anggota tersebut bisa menebak topik tersembunyi yang sedang dibicarakan oleh pelaku percakapan maka pelaku percakapan tadi secara langsung diganti dengan pelaku percakapan yang baru, dengan topik yang berbeda, dipilih oleh group tersebut dan seterusnya, (3) siswa yang lain mendengarkan pelaku percakapan  atau topik tersembunyi yang sedang mereka bicarakan, (4) jika ada anggota pada group tertentu bisa menebak topik tersembunyi yang sedang dibicarkanan harus menulis topik tersembunyi itu di kertas kecil dan tunjukkan pada pelaku percakapan sebelum mereka bergabung dengan palaku percakapan (5) kemudian pelaku percakapan melihat kertas kecil tersebut  apakah kata yang ditulis tadi benar, jika benar maka pelaku percakapan menerima dia bergabung dalam percakapan tadi, tetapi jika tebakannya salah maka dia harus mendengarkan lagi percakapannya, (6) jika semua anggota sudah bisa bergabung dalam percakapan maka permainannya dihentikan, (7) poin diberikan kepada kelompok yang bisa menebak tersembunyi topik. Dalam siklus 3 dapat diketahui bahwa kriteria  kesuksesan dalam penelitian telah dicapai.Hasil dari penelitin ini menunjukkan bahwa penggunaan prosedur Secret Topic game pada siklus ke 3 menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa aktif sampai dengan 70% untuk partisipasi kelompok, dari 17% (4 siswa) pada siklus 1 sampai dengan 87% (21 siswa) pada siklus 3. Partisipasi individu siswa juga mengalami peningkatan dari 2 siswa (33%) dari jumlah 6 siswa pada siklus 1 sampai dengan 4 siswa (67%) pada siklus 2 dan 5 siswa (80%) pada siklus 3 untuk kelompok 1, dari 0 siswa (0%) dari jumlah 6 siswa pada siklus 1 ke 2 siswa (33%) pada siklus 2 dan 5 siswa (80%) pada siklus 3 untuk kelompok 2, dari 2 siswa (33%) dari jumlah 6 siswa pada siklus 3 ke 3 siswa (50%) pada sikls 2 dan 5 siswa (80%) pada siklus 3 untuk kelompok 3, dan dari 0 siswa (0%) dari jumlah 6 siswa pada siklus 1 ke 2 siswa (33%) pada siklus 2 dan 6 siswa (100%) pada siklus 3 untuk kelompok 4. Pada apendik 5a dan apendik 9 dapatlah kita perhatikan bahwa ada peningkatan nilai speaking siswa yang dinilai pada saat melakukan siklus 3.

Mengaplikasikan  Secret Topic Games merupakan salah satu cara yang berhasil serta menyenangkan bagi guru dalam mengatasi masalah speaking yang dihadapi oleh siswa. Permainan ini digunakan tidak hanya untuk kesenangan, tetapi juga yang lebih penting untuk praktek dan mempelajari ulang pelajaran bahasa, yang mengantar pada pencapaian tujuan peningkatan kemampuan komunikasi siswa. Oleh karena itu, dianjurkan bagi guru bahasa Inggris agar menggunakan Secret Topic Game sebagai alternatif dalam mengajar kemampuan speaking siswa agar siswa secara aktif terlibat dalam pembelajaran dan dianjurkan juga bagi peneliti selanjutnya agar game ini menjadi referensi dan bukti bahwa game semacam ini dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran dan kemampuan speaking siswa.