DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Strategi Pembelajaran Tematik di Kelas Awal Sekolah Dasar: Studi Fenomenologis Pengalaman Pelaksanaannya di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Malang I.

Agus Wedi

Abstrak


ABSTRAK

 

Wedi, Agus. 2009. Strategi Pembelajaran Tematik di Kelas Awal Sekolah Dasar: Studi Fenomenologis Pengalaman Pelaksanaannya di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Malang I. Disertasi. Malang: Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Mohammad Dimyati, (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, dan (III) Prof. Dr. Wayan Ardhana, M.A.

 

Kata Kunci: Pembelajaran tematik, strategi pembelajaran, pengorganisasian,

                    penyampaian, pengelolaan, kelas awal Sekolah Dasar.

 

Siswa yang berada pada kelas awal sekolah dasar berada pada rentangan usia dini. Sesuai dengan tahapan perkembangannya, siswa yang masih belia itu melihat sesuatu secara keseluruhan dengan pemahaman secara holistik yang berangkat dari hal-hal konkrit, serta memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Kondisi-kondisi tersebut seyogyanya menjadi landasan bagi pengembangan pola dan strategi pembelajaran yang tepat, tidak saja agar tujuan-tujuan instruksional dapat tercapai, melainkan juga agar tujuan program pendidikan di sekolah dasar dapat terpenuhi, yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Pembelajaran tematik yang melibatkan berbagai mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa, merupakan model pembelajaan inovatif yang dapat menjadi solusi bagi pembelajaran terpisah yang selama ini digunakan di kelas-kelas awal sekolah dasar, termasuk juga untuk sekolah-sekolah di wilayah Kota Malang. Dengan sudah diterapkannya pembelajaran tematik di MIN Malang I, kasus ini menjadi patut dan penting diteliti secara mendalam sebagai bahan referensi. Salah satu dimensi penting dari pembelajaran tematik tersebut adalah strategi pembelajarannya. Penetapan strategi pembelajaran yang tepat dan optimal akan mendorong prakarsa dan memudahkan belajar siswa. Titik awal upaya ini diletakkan pada perbaikan proses (variabel metode). Oleh karena itu, penyelidikan yang cermat tentang strategi pembelajaran tematik menjadi penting dan mendesak di tengah kebingungan banyak sekolah menemukan sosok utuh strategi pembelajaran tematik, teristimewa melalui kajian empirik.

Masalah umum penelitian ini adalah bagaimanakah strategi pembelajaran tematik di kelas awal MIN Malang I. Secara rinci, penelitian ini difokuskan pada empat hal, yaitu: (1) bagaimana strategi pengorganisasian isi pembelajaran tematik?, (2) bagaimana strategi penyampaian pembelajaran tematik?, dan (3) bagaimana strategi pengelolaan pembelajaran tematik?, serta (4) faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pelaksanaan strategi pembelajaran tematik kelas awal di MIN Malang I?.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan rancangan studi kasus. Sesuai dengan pendekatan tersebut, penelitian ini menggunakan tiga jenis reduksi data, yaitu reduksi fenomenologis, eiditis, dan transendental. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini mencari dan menghasilkan temuan gejala-gejala apa saja yang tampak serta pemaknaan terhadap gejala tersebut. Selanjutnya deskripsi dan hasil pengolahan data secara keseluruhan sebagai satu keutuhan, dianalisis dan dikaji secara mendalam yang bermuara pada kajian terhadap struktur dasar atau nilai-nilai esensial dalam pelaksanaan strategi pembelajaran tematik di kelas awal SD.

Penelitian menghasilkan temuan sebagai berikut: (1) Strategi pengorganisaian isi dilaksanakan dengan mengadaptasi dan memilih isi pembelajaran berupa tema. Tema-tema yang digunakan dekat dengan keseharian siswa antara lain; diri sendiri, keluarga, makanan, kegemaran, pengalaman, lingkungan, hewan dan tumbuhan. Keterpaduan yang diterapkan adalah keterpaduan sebagian (campuran), terkadang masih menggunakan pendekatan bidang studi. Terhadap isi pembelajaran yang tidak dapat dipadukan, ditetapkan pembelajarannya secara terpisah. Cara mengorganisasi isi pembelajaran dengan tema adalah: menentukan tema, membuat jaring laba-laba dengan tema, menjabarkan isi bahan terjaring, dan mengurutkan isi pelajaran menjadi isi sub tema perminggu. (2) Strategi penyampaian pembelajaran tematik dilaksanakan dengan memanfaatkan semua dimensi sumber belajar (orang, bahan, pesan,alat, teknik, dan setting); penugasan guru wali kelas sebagai guru tematik; interaksi siswa dengan dimensi media terjadi secara intensif dan wajar sepanjang proses pembelajaran melalui berbagai metode. Bentuk pembelajaran yang dilakukan adalah klasikal, kelompok kecil, dan individual. (3)           Strategi pengelolaan dilaksanakan dengan menjadikan salah satu matapelajaran terkait sebagai senter bagi mata-mata pelajaran yang lain dengan penyesuaian jadwal dan waktu yang tersedia. Pencatatan kemajuan belajar ditulis secara berkala dan rapi. Guru mengelola motivasi siswa dengan berbagai cara, dan yang khas adalah pemberian simbol penghargaan “tanda poin bintang” atas keberhasilan yang ditunjukkan siswa. Kontrol belajar yang dilakukan dengan berbagai cara antara lain memberi perhatian serta kebebasan-kebebasan tertentu dalam menentukan aktivitas belajarnya secara bertanggung jawab. (4) Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pembelajaran tematik antara lain: Dari sisi guru (persepsi, pemahaman dan artikulasi, semangat, kiat, dan keterampilan); kebijakan-kebijakan terkait, baik yang bersifat nasional maupun institusional; karakteristik mata-mata pelajaran yang sangat bervariasi dan sulit dipadukan; ketersediaan fasilitas pendukung; kemampuan siswa yang bervariasi; jadwal waktu dan tempat pembelajaran; jumlah rombongan belajar dalam kelas.

Temuan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu referensi untuk mengembangkan strategi pembelajaran tematik di masa yang akan datang. Dengan perencanaan dan pelaksanaan strategi yang baik, pencapaian tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.