DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran dengan Bermain dan Pengembangan Kecerdasan Majemuk Anak Pra-sekolah: Kajian Kualitatif pada Beberapa Kelompok Bermain di Kota Malang

Siti Fatimah Soenaryo

Abstrak


ABSTRAK

 

Soenaryo, Siti Fatimah. 2009. Pembelajaran dengan Bermain dan Pengembangan Kecerdasan Majemuk Anak Pra-sekolah: Kajian Kualitatif pada Beberapa Kelompok Bermain di Kota Malang. Disertasi Doktor, Program Studi Teknologi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

 

Kata Kunci: Bermain, Belajar, Kecerdasan Majemuk, Anak Pra-sekolah

 

 

Memetik pelajaran dari konsep dan teori kecerdasan majemuk, keberhasilan individu bisa datang dari satu atau lebih kecerdasan. Karena itu, optimasi keberhasilan seseorang di masa depan sangat ditentukan oleh optimasi jenis-jenis kecerdasan yang dia miliki semasa kanak-kanak.

Berkenaan dengan optimasi kecerdasan majemuk di kalangan anak-anak pra-sekolah, penelitian ini bertujuan: (1) memaparkan proses pembelajaran dengan bermain oleh guru kelompok bermain, (2) memaparkan proses belajar dengan bermain oleh siswa kelompok bermain, (3) mengenali manfaat pembelajaran dan belajar dengan bermain bagi pengembangan kecerdasan majemuk di kalangan siswa kelompok bermain, dan (4) mengembangkan teori lapangan baik deskriptif maupun preskriptif tentang hubungan antara pembelajaran dan belajar melalui bermain dan pengembangan kecerdasan majemuk di kalangan siswa kelompok bermain.

Penelitian multi-situs ini menerapkan rancangan induksi analitik yang dimodifikasi dengan tiga situs kelompok bermain yang berlokasi di Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia sebagai situs kajiannya. Data penelitian ini dikumpulkan dengan telaah dokumen, pengamatan berperan-serta, wawancara mendalam, perekaman audio, visual, dan video. Hasil penelitian dipaparkan secara naratif realis, dianalisis secara kualitatif, dan dikonseptualisasi untuk menghasilkan suatu teori lapangan deskriptif dan preskriptif.

Pembelajaran dan belajar dengan bermain dimulai dengan peyambutan dan berdoa, penetapan pijakan bermain, bergiat dalam kegiatan belajar dengan bermain, mengikuti kegiatan pasca bermain, pengingatan kembali pesan belajar, berdoa bersama, dan kemudian pulang secara tertib.

Penelitian ini menghasilkan beberapa proposisi deskriptif-eksplanatori:  (1) bermain dan belajar merupakan dua kegiatan yang berlangsung secara simultan dalam diri anak-anak usia dini, (2) belajar dengan bermain merupakan perubahan tingkahlaku pada diri seorang anak yang terjadi melalui kegiatan bermain, (3) pembelajaran dengan bermain merupakan upaya membantu perubahan tingkahlaku pada diri seorang anak yang dilakukan melalui perlibatan dalam kegiatan bermain, (4)  interaksi pembelajaran dengan bermain melibatkan secara serentak tubuh, indera, otak, jiwa, dan bahasa seseorang anak, (5) semakin banyak aspek pada diri seorang anak yang dilibatkan dalam interaksi pembelajaran dengan bermain, semakin banyak jenis kecerdasan yang terangsang, terlatih dan berkembang, (6) semakin tinggi intensitas pelibatan satu atau lebih aspek pada diri seorang anak, semakin tinggi intensitas ransangan terhadap satu atau lebih jenis kecerdasan anak, dan (7) semakin luas dan mendalam pengetahuan guru terhadap jenis-jenis kecerdasan anak, semakin merata dan seimbang aspek diri anak yang dilibatkan dalam interaksi pembelajaran dengan bermain.

Proposisi tersebut selanjutnya ditransformasi menjadi proposisi preskriptif bahwa dalam rangka mengembangkan kecerdasan majemuk anak-anak, guru pendidikan pra-sekolah harus: (1) cakap mengintegrasikan antara kegiatan kegiatan belajar dengan bermain, (2) cakap mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran dengan bermaik untuk menguji dan memperbaikinya, (3) cakap melibatkan semua anak dalam proses belajar dengan bermain, dan (4) cakap mengatur pengalaman belajar sehingga menjangkau semua aspek diri anak-anak pra-sekolah.

Dalam rangka mengembangkan kecerdasan majemuk anak melalui pembelajaran dengan bermain, kurikulum eksperiansial pendidikan pra-sekolah harus: (1) mencakup aspek tubuh, indra, otak, jiwa, dan bahasa anak-anak, dan (2) mengoptimasi jenis kecerdasan yang penting tetapi terabaikan seperti kecerdasan logis-matematis. Akhirnya, visi dan misi baru pembelajaran dengan bermain harus didukung oleh kebijakan pendidikan yang berpihak pada pengembangan kecerdasan majemuk anak.